
Hari ini bertepatan dengan hari minggu, Dennis sudah berniat Ingin melatih si kembar bela diri. Dennis mempersiapkan anaknya sedini mungkin untuk mengahadapi kerasnya kehidupan dengan bekal ilmu agama, taekwondo, walau pun kedua anaknya adalah perempuan tapi, baginya itu tidak jadi masalah.
Ilmu agama diserahkan sepenuhnya kepada Dania Istrinya, sedangkan berlatih bela diri arya menghendel bagian itu, tapi kadang sekali-kali Dania pun juga ikut berlatih dengan anak-anaknya. Dennis memanfaatkan halaman belakang rumah Pak Sahir yang cukup luas sebagai tempat latihannya.
Kehadiran keluarga kecil Dennis dengan Dania disambut hangat oleh warga masyarakat Sukarya. Dennis dan Dania mampu segera beradaptasi dengan lingkungan. Prinsipnya mereka dimana kaki berpijak disitu langit dijunjung.
Seperti hari ini Dennis berencana membangun pendopo persilatan karena telah mendengar dari mulutnya masyarakat jika, mereka akan melakukan perjalanan selalu mendapatkan hadangan dari beberapa rombongan penyamun.
Apa yang dilakukan oleh Dennis Ritchie Valens Edgardo bahkan ada beberapa orang yang meminta tolong kepada Dennis dengan suka rela untuk ikut berlatih. Dennis bahkan tidak menolak keinginan mereka tapi, Dennis selalu mewanti-wanti mereka kalau kemampuan yang mereka miliki jangan dipergunakan untuk keperluan yang tidak baik atau untuk berbuat jahat.
Dennis melatih anak-anaknya dengan serius. Dennis sedini mungkin mengajarkan segala keterampilan untuk bekal kedua putri kembarnya untuk kedepannya.
Dennis tersenyum ke arah anaknya setelah menyelesaikan sarapan paginya,"Gimana hari ini Nak! apa kalian sudah siap untuk berlatih dengan Papa?" tanya Dennis kepada si kembar.
"Siap Papa, kami hari ini akan mengalahkan Papa dengan cara apapun," pungkasnya Dafina.
Icha pun ikut menimpali percakapan kedua papa dan adiknya seakan-akan tidak mau kalah, "kali ini Icha akan serius melawan Papa selama ini kami hanya bermain, iya kan Fin!" Timpalnya Danisha.
"Kalau gitu kita berangkat ke aula dan buktikan pada Papa apa yang kalian katakan benar adanya," candanya Dennis yang berjalan ke arah belakang rumahnya.
"Let's go!!" Teriaknya Fina.
Mereka berpamitan pada Pak Ahmad Sahir untuk melanjutkan latihannya karena pagi hari ini jadwal untuk ke ladang dan melaut nanti akan dilaksanakan sore hari.
Sudah banyak anak-anak yang berdatangan untuk berlatih dan suasana sudah ramai. Mereka melakukan beberapa pemanasan sebelum memulai latihannya.
Tidak lama kemudian murid Dennis pun berdatangan. Dennis mendirikan tempat sebuah tempat untuk mereka berlatih untuk keamanan dan untuk menghindari gangguan dari luar.
__ADS_1
"Assalamualaikum Pak, kami sudah datang!" ucap salah satu muridnya Dennis dengan senyuman penuh semangat.
"Silahkan masuk!" Imbuh Dennis dengan membalas senyuman anak muridnya itu.
Seperti hari-hari sebelumnya jika mereka datang untuk berlatih, pasti mereka akan membawa buah tangan untuk Dennis dan keluarganya. Ada yang membawa ikan segar,ada yang membawa sayur mayur.
Tak jarang juga ada yang membawa beras bahkan tak jarang mereka membawa makanan jadi yang dipersiapkan oleh orang tua mereka di rumah untuk mereka makan bersama di sasana pendopo.
Ardi berjalan mendekati Dennis, "Pak Dennis hari ini ada teman kami yang tidak bisa ikut gabung dikarenakan sakit," jelas salah satu muridnya Dennis yang bernama Ardi.
Dennis tersenyum ramah, "tidak apa-apa nanti dia bisa gabung di lain hari, kalau boleh tahu dia sakit apa?" Tanyanya Denis yang menghentikan aktifitasnya sementara waktu.
Ardi mencoba untuk mengingat, "Kemarin tidak sengaja ketusuk duri saat ke hutan mencari kayu bakar Pak, seperti itu yang kami dengar informasi dari ibunya," jawabnya Doni salah satu murid Dennis.
Dennis nampak khawatir itu terlihat jelas dari raut wajahnya, "Apa sudah diobati dan kondisinya sekarang bagaimana?" Ungkapnya Dennis.
Dennis tersenyum lega,"Alhamdulillah kalau gitu, Bapak turut bersyukur karena teman mu itu sudah mendapatkan perawatan medis yang baik dan maksimal," jelasnya Dennis.
Mereka akhirnya memulai latihan dengan berbagai cara seperti biasanya, Dennis sangat bersyukur karena mereka cepat menerima pelajaran apa pun yang Dennis ajarkan.
"Ya Allah…. semoga apa yang aku lakukan ini bermanfaat untuk orang banyak, aku sangat bahagia melihat keceriaan dan tawa bahagia diantara mereka," batinnya Dennis dengan seulas senyuman ketika melihat kedua anak kembarnya bercanda bersama dengan teman sejawatnya.
Seperti itulah yang terjadi setiap mereka berlatih. Dennis tidak hanya melatih mereka bela diri tapi, Dennis juga menyempatkan waktunya untuk mengajarkan mereka ilmu pengetahuan ekonomi.
Dennis tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman dalam hal bela diri saja tapi, juga masalah dalam hal berusaha dalam bidang perekonomian. Seperti contohnya Ilmu tentang cara berdagang yang baik yang tentunya menghasilkan laba yang banyak dan mengeluarkan modal yang sedikit. Sesuai dengan apa yang didapatkannya selama menjadi presdir.
Penduduk di Desa Sukakarya dan Sukamaju yang tidak berjauhan dari sana sangat bersyukur dan senang atas kehadiran Denis beserta keluarganya. Mereka bersyukur seakan-akan kehadiran Dennis membawa berkah dan perubahan yang sangat signifikan.
__ADS_1
Karena mereka membawa perubahan yang sangat baik dan membuat kedua desa itu tidak ketinggalan dalam hal apapun. Kecuali teknologi yang emang pemerintah daerah setempat belum bisa menyalurkan ke daerah itu berhubungan karena akses jalan ke daerah itu cukup jauh dan ekstrim.
Mereka senang dan bahagia dengan apa yang Dennis dan Dania Aulia Ramadhani Kusuma David memberikan apapun yang mereka bisa dat berbagi hal apapun itu yang berguna untuk mereka semua lakukan untuk desa mereka.
Karena kebaikan dan keikhlasan yang diberikan oleh kedua pasangan suami istri masyarakat setempat bahu membahu membantu Dennis dan Dania dalam segala hal. Mereka juga bahkan tidak membiarkan keluarganya Dennis kekurangan bahan makanan dan lainnya.
Setelah si kembar latihan, Fina dan Icha berencana Ingin ke sungai memancing ikan, tapi tiba-tiba Icha dipanggil oleh Bu Masitha istrinya Pak Sahir yang sedang ikut ke pesta salah satu warga masyarakat di sana bersama ibu-ibu lainnya. Dengan terpaksa Dania hanya berangkat bersama putri bungsunya saja yaitu Dafina untuk ke sungai.
Kedua ibu dan anak itu kompak untukmempersiapkan peralatan yang akan mereka bawa nantinya ke sungai. Dania bersama Fina ke sungai dengan berjalan kaki saja. Kebanyakan dari masyarakat di sana berjalan kaki untuk ke suatu tempat katanya lebih sehat dan lebih murah tentunya kecuali perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh.
"Mama sungainya airnya bersih yah, tidak seperti air sungai yang ada di perkotaan yang dipenuhi oleh sampah plastik pembungkus makanan dan limbah industri," ungkapnya Fina yang memperhatikan air yang mengalir dari hilir hingga ke hulu.
"Iya sayang, makanya orang-orang sini jarang sakit karena pencemaran dan polusi itu sangat jarang kita temui," pungkasnya Dania yang mengangkat pancingnya ketika ada ikan yang menariknya.
Dania dengan Dafina Almeera Azizah Edgardo sangat menikmati acara mancingnya. Karena hari sudah semakin sore dan sudah agak gelap sehingga mereka memutuskan segera kembali dan Dania dan Fina pun pulang ke rumah pak Sahir. Dania sangat senang melihat tumbuh kembang anaknya yang cukup baik selama tinggal di daerah pedesaan.
Kedua anak kembarnya sama sekali tidak memperlihatkan sifat yang tidak baik ketika mereka bergaul dengan siapa saja. Bahkan mereka terlihat ramah, humble humoris dan ringan tangan membantu anak-anak yang mengalami kesusahan disaat belajar di sekolahnya.
Si kembar setiap hari ikut bermain dengan teman-temannya. Dania juga menyekolahkan anak-anaknya di sekolah dasar yang ada di desa. Icha dan Fina sangat senang dan cepat bersosialisasi dengan anak di sekitarnya tanpa memilih siapa yang harus ia temani berinteraksi sehari-hari..
Dania dan Dennis ikut serta dalam aktifitas acara adat istiadat yang ada di sana misalnya ada masyarakat yang melakukan hajatan Dania dan Dennis turut serta dalam kegiatan itu. Dania dengan senang hati mengajari ibu-ibu di sana masak makanan yang belum pernah mereka masak sebelumnya yang ada di sana.
Apa yang Dania kuasai pasti akan ia ajarkan tapi, Dania juga memperhatikan ketersediaan dari bahan atau bumbu-bumbu masakan itu. Ini salah satu contoh kue kering yang diajarkan oleh Dania yang bisa dijadikan ladang bisnis untuk jualan.
Bahkan Dania membuat kue basah juga seperti kue brownis, kue kering dan masih banyak juga kue tradisional yang Dania buat sebagai contoh untuk dipelajari oleh ibu-ibu di Desa tersebut.
Kehadiran mereka membawa perubahan yang sangat besar ke arah kehidupan yang lebih baik lagi. Dania sangat bahagia bisa hidup dan tinggal di Desa Sukakarya. Bahkan ia bersyukur karena dari kejadian kecelakaan maut itu, dia bisa sampai ke Desa itu dan menikmati kehidupannya dengan nyaman dan aman.
__ADS_1