
Citra Kirana Ariesta Edgardo tidak pernah berniat atau bermimpi untuk menggantikan posisi pria yang sudah memberikannya dua buah hati. Walaupun hanya dalam keadaan mabuk saat itu sehingga mereka berhubungan layaknya suami istri dan dihari itu juga mereka berpisah dan baru beberapa hari yang lalu kembali dipertemukan. Tapi, bagi Citra dan David sama-sama tidak bisa melupakan keduanya kenangan yang membuat mereka saling berhubungan dan berkaitan satu sama lainnya.
Di hatinya David vwalaupun tidak ada harapan untuk mereka bisa bersatu, tapi, harapan selalu ada untuk dirinya sendiri. Tapi, Citra masih saja berharap dalam penantiannya untuk mendapatkan restu dari orang tuanya, walaupun kemungkinan itu sangat kecil dan terbilang mustahil lagi.
Mereka tak hentinya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas keselamatan mereka," makasih banyak ya Allah... kedua ponakan dan mamaku sudah ditemukan, tapi yang jadi masalah gimana jika Mamaku mengetahui kondisi dari Abang Dennis," bathin Citra.
Mereka masih harap-harap cemas dengan Dania dan kakaknya Cinta, Citra takut jika apa yang dikatakannya kemarin bersama Cantika sampai ke telinganya David sehingga rahasia besarnya Citra terbongkar. Jadi, Citra menjaga jarak dari David dan tidak ingin ada kontak mata dengan cowok yang pernah dia sayang dan sekaligus benci bahkan sampai sekarang.
Danisha, Dafina, Ibu Sanaya telah ditangani oleh dokter ahli dan dokter terbaik di rumah sakit swasta termahal milik salah satu sahabatnya Pak Edgardo.
__ADS_1
Icha dan Bu Sanaya segera dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP RS Medica Center. Andai saja David dan yang lainnya terlambat satu detik saja mungkin nyawa anak-anak sahabatnya saling berhubungan dan keluarganya yang lain pasti sudah tinggal nama.
Untungnya dokter yang menangani kesehatan mereka cukup berkompeten dan terkenal kehebatannya dalam menangani segala macam kasus yang diderita oleh pasien.
Beberapa hari kemudian, si kembar dan neneknya sudah dinyatakan boleh pulang. Sedangkan kondisinya ibu Sanaya kembali drop akibat umurnya yang sudah renta dan disebabkan beberapa hari tidak istirahat dan makan. Keluarga besar edgarbi kembali cemas dan tidak berniat untuk meninggalkan tempat perawatan dari Bu Sanaya.
Sehari sebelumnya mereka sudah disampaikan jika Dennis Ritchie Valens Edgardo diberitahu kalau Ayahnya sedang dirawat juga di rumah sakit tersebut. Bahkan masih koma dan belum ada tanda-tanda akan segera sadar. Setelah mengetahui informasi itu Bu Sanaya dan kedua anaknya mendatangi kamar perawatan Dennis dengan penuh kesedihan.
Nyonya Sanaya tak mampu berkata-kata setelah melihat kondisi dari putra semata wayangnya itu. Beliau hanya meneteskan air matanya. Sedangkan Icha dan Fina pun ikut hanyut dalam kesedihan yang dirasakan oleh Anggota keluarganya.
__ADS_1
"Papa! Jangan tinggalkan kami papa, apa papa tidak ingin melihat kami tumbuh Besar seperti yang Papa inginkan dan harapkan selama ini," ujarnya Icha di hadapan papanya yang masih setia tertidur dan sama sekali tidak terusik dengan perkataan dari banyaknya orang yang silih berganti membesuknya itu.
"Papa, apa Papa tidak ingin melihat adik kami lahir ke dunia ini, Mama hamil adik kami," air matanya terus menetes membasahi pipinya itu dan sedih melihat mamanya yang akhir-akhir ini kebanyakan diam.
Belum ada seorang pun yang bisa membesuk dan menyentuh secara langsung tubuhnya Dennis sehingga mereka hanya mampu meluapkan kesedihannya di balik kaca itu. Jadi Icha, Fina dan yang lainnya hanya bisa melihat wajah ayahnya dari kaca pembatas ruangan itu.
Setelah beberapa saat, rombongan berniat untuk meninggalkan tempat perawatan Dennis Ritchie Valens Edgardo, tapi tiba-tiba Citra dan Cinta datang ke tempat itu dan tidak sengaja berpapasan dengan David. Citra diam-diam memperhatikan David, ia tidak menyangka jika ia akan selamanya berhubungan dengan ayah biologis dari kedua anak kembarnya Zatan dan Zameera.
David menatap intens ke arah Citra yang berlalu dari hadapannya dengan senyuman tipis seolah mereka baru pertama kali saling bertemu saja.
__ADS_1
"Apa pun akan aku lakukan agar aku bisa menikahimu dan kedua anak kembarku berada dalam genggamanku bersama bundanya," batinnya David.