Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 89


__ADS_3

Karena hari semakin sore hingga sudah menjelang magrib, mereka memutuskan untuk pulang. Dennis mengantar anak-anaknya dan Istrinya sebelum pulang ke rumah utamanya. Karena Dennis mendapatkan telpon kalau ia disuruh pulang ke rumah utama.


Dennis segera pamitan kepada anaknya dan juga kepada Dania. Dennis melajukan mobilnya menuju rumah utamanya. Ia bertanya-tanya apakah gerangan yang membuatnya dia dipanggil untuk pulang.


Pintu terbuka dan masuklah Dennis Ritchie Valens Edgardo, ia terperangah melihat siapa sosok yang memanggilnya untuk datang ke rumah utama. Orang itu duduk sambil menikmati film kesukaannya bersama cicitnya.


Dennis berjalan dengan langkah kakinya yang panjang dan lebar. Pintu rumah nan megah itu perlahan-lahan terbuka. Dennis Ritchie Valens Edgardo masuk ke dalam rumahnya yang beberapa hari ini tak pernah ia kunjungi. Dennis selama balik dari London dia memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemennya yang letaknya tidak jauh dari kantornya.


Dennis berjalan ke arah ruang tengah rumahnya. Di sana sudah ada seseorang yang menunggu kedatangannya. Orang itu sedang menikmati kue ringan sambil nonton drama Korea Selatan kesayangannya. Maklumlah ia berasal dari keturunan Korea Selatan.


Dennis berlari ke arah orang itu yang telah lama ingin ditemui tapi selalu gagal dan dicegah oleh papanya Pak Edgardo. Dennis sangat mengetahui siapa sosok orang yang menyuruhnya untuk pulang ke rumah utama. Dia adalah Nyonya Natasa Warren Kim beliau adalah Ibu dari papanya Dennis.


Selama ini Oma Natasya selama suaminya tiada dia menetap di Korea Selatan kampung halamannya. Oma Natasha sudah lama ingin ke Indonesia tempat kelahiran suaminya. Tapi selalu saja banyak kesibukan yang memaksanya menunda kedatangannya.


"Nenek, bagaimana kabarnya?" Tanyanya Dennis seraya memeluk tubuh neneknya.


Dennis langsung memeluk Omanya dan menangis tersedu-sedu. Oma Estella sudah tahu semua permasalahan yang dihadapi oleh cucu kesayangannya.

__ADS_1


"Alhamdulillah nenek baik-baik saja cucuku, sudah Nak jangan menangis lagi, Oma akan berusaha membantumu untuk meyakinkan papamu," tutur Bu Natasya.


"Kamu tidak boleh lemah dan cengeng jika ingin melawan papamu, kamu harus yakin jika ingin menghadapi papamu dan memperjuangkan hubungan rumah tangga kamu," ucap Nyonya Natasya.


Dennis cukup dibuat terharu mendengar perkataan dari Neneknya yang memang sedari dahulu selalu tidak menyukai keputusan anak sulungnya itu. Beliau sama sekali tidak mempermasalahkan dengan siapa anak dan cucunya ingin membina hubungan rumah tangga.


Dimatanya baginya yang paling penting anak dan cucunya itu bahagia apa pun yang diputuskannya dan dipilih oleh anggota keluarganya yang penting mereka bahagia, baginya itu sudah cukup membuat hatinya bahagia.


"Bagaimana dengan kabar anak dan cicitku Nak? Oma ingin bertemu dengan anak-anakmu itu dan juga istrimu," imbuhnya Bu Natasya.


Dennis tak kuasa membendung air matanya. Itu lah sisi lain Dennis jika sesuatu hal itu berhubungan dengan anak dan istrinya.


"Mungkin papa kamu punya alasan yang tidak bisa dijelaskan kepadamu Nak, tapi Nenek harap bersabarlah, perbanyak berdoa dan terus berusaha," pintanya Nyonya Natasya.


"Kalau emang ada, kenapa mesti Papa menutupinya dariku Oma?" Dennis semakin terisak.


Mereka menghabiskan waktunya sambil berbincang membahas tentang Istri dan anak-anaknya. Dari cerita itu membuat Oma Natasya semakin penasaran dan ingin segera bertemu dengan cucu menantunya dan cicitnya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


First Love Rubi Salman



Makasih banyak all readers…

__ADS_1


I love you all..


__ADS_2