
"Apa Paman melihat plat mobil yang mereka pakai atau melihat wajah salah satu dari pelakunya?" Tanyanya Daniel.
Pak Edgardo selaku saksi kejadian segera memberikan kode kepada anak buahnya yang sempat melihat dan mengambil nomor plat mobil penjahat itu. Secepatnya Daniel segera menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu siapa pemilik dari mobil itu.
Hanya butuh waktu beberapa menit saja, Daniel sudah mendapatkan informasi yang cukup akurat pemilik dari mobil tersebut. Berselang beberapa saat, Daniel sudah mendapatkan informasi semua yang berkaitan dengan pemilik mobil itu.
Daniel tercengang dari hasil informasi itu, ia sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari anak buahnya tentang pemilik mobil itu yang ternyata anak buah kepercayaannya sendiri Pak Edgardo sekaligus sahabat terbaiknya itu.
Pak Edgar menatap ke arah Daniel, "Ada apa, apa kamu sudah mengetahui pelakunya? Kenapa kamu diam saja Daniel!" Tanya Pak Edgardo yang keheranan melihat reaksi dari Daniel.
Tapi sebelum Daniel menjawab pertanyaan dari pamannya tersebut. Tiba-tiba dari arah belakang tubuh pak Edgardo telah berdiri seseorang yang telah berhasil melesakkan tembakannya ke arah punggung calon papa mertuanya itu bersamaan dengan teriakan suaranya Dennis Ritchie Valens Edgardo yang melengking.
"Papa!!" Teriak Dennis yang sudah berlari ke arah tempatnya papanya itu.
Daniel terlambat untuk membantu Pak Edgar menghindari tembakan itu.
__ADS_1
"Paman Awas!!" teriak Daniel.
Dooorrr… dorr…. Terdengar hingga lebih dari satu kali bunyi tembakan.
"Aaaaaahhhh!!" Teriaknya pria yang terkena tembakan sekitar dua kali itu.
Tubuh pria itu tumbang bersamaan dengan terjatuhnya juga pria berpakaian serba hitam itu ke atas tanah karena mendapatkan tembakan yang bertubi-tubi dari tangan beberapa polisi yang sudah datang di tempat tersebut. Tubuh Dennis langsung jatuh terkapar di aspal.
"Dennis, putraku!!" Jerit histeris Pak Edgar yang sudah memangku tubuhnya Dennis yang sudah bersimbah darah.
"Dennis! Bertahanlah, kami akan segera membawa kamu ke rumah sakit jadi bertahanlah demi anak dan istrimu Dennis," ratapnya David Hermansyah Wijaya.
"Putraku bangunlah ini Papa Nak, maafkan Papa semua ini gara-gara papa sehingga kamu terluka," ucap sesalnya Pak Edgardo dengan tetesan air matanya menetes membasahi pipinya itu.
Semua orang berlarian ke arah Dennis yang sudah tumbang di atas aspal tapi, Pak Edgar segera menahan tubuhnya Denni sehingga tidak terjatuhnya ke atas aspal sore itu.
__ADS_1
"Ayo segera kita bawa ke dalam mobil kalau menunggu ambulans datang sepertinya itu tidak ada gunanya sama saja membuat lukanya Denni semakin parah saja," imbuhnya Pak Richard kepala kepolisian.
Daniel segera memberikan pertolongan pertama pada Dennis yang sudah tidak sadarkan diri lalu mengikat luka tembakan tersebut dengan kain bajunya. Dan bergegas mengangkat tubuh Dennis ke dalam mobilnya sesuai arahan dari pak Richard Kevin Sanjaya.
Pak Edgar memangku tubuhnya putra tunggalnya itu yang sudah tidak sadarkan diri. Dengan darah segar yang semakin mengucur dari tubuhnya yang terkena tembakan dua kali.
"Ayo lebih cepat, aku mohon!" perintah Daniel terhadap David Hermansyah Wijaya yang sebagai supir yang mengemudikan mobilnya.
"Dennis ini semua gara-gara keegoisan Papa sehingga kamu seperti ini, Papa menyesali perbuatanku yang sudah tidak merestui hubungan pernikahan kamu dengan Dania Andita Aulia Ramadhani," ujar Pak Edgardo yang semakin terisak dalam tangisannya itu.
Prang!!! Bunyi gelas yang tanpa sengaja Dania jatuhkan tanpa sengaja itu," ya Allah… perasan aneh apa ini, apa yang terjadi pada anak-anak dan suamiku!? Ya Allah… jaga dan lindungilah mereka ya Allah…" cicitnya seraya memegang dadanya dengan kedua tangannya itu lalu segera duduk kembali di salah satu meja kursi makan.
Mereka segera membawa Dennis ke Rumah Sakit terdekat. Untung saja rumah sakit yang mereka datangi adalah salah satu rumah sakit milik rekan bisnisnya pak Edgar. Daniel segera menghubungi pihak pengelola rumah sakit untuk bersiap menanti kedatangannya mereka.
"Apa kita harus menghubungi nomor hpnya Dania dan mengabarkan kejadian ini jika suaminya dalam keadaan bahaya," imbuhnya Daniel yang menatap intens ke pamannya itu.
__ADS_1