Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 163


__ADS_3

Cinta terpaksa kembali mengenang masa-masa kebersamaannya dengan laki-laki yang sempat membuatnya terbuai dalam mimpi indah. Laki-laki yang tidak bisa Cinta lupakan dalam hidupnya, semakin keras usahanya untuk melupakan Daniel karena walaupun mereka sudah menikah tapi, kebebasan untuk bersama keluarga kecilnya sangat terbatas.


Cintanya terhadap suaminya itu semakin besar pula rasa cintanya. Hingga sampai detik ini, Cinta masih berharap suatu saat nanti dia akan kembali bersatu dengan suaminya itu tanpa ada rasa khawatir dan ketakutan yang berlebih-lebihan.


Hari ini kepulangan Citra dari Australia karena kakaknya Cinta sudah kembali terlebih dahulu ke tanah air Indonesia. Citra adalah adik kembarnya Cinta yang memilih berkarir di Sidney Australia dari pada di Jakarta dalam negri.


Citra memiliki alasan yang khusus dan hanya dia yang mengetahui hal tersebut. Rahasia terbesar dalam hidupnya.


"Iya Mbak aku sudah berada di lobi rumah sakit nih,gimana dengan kondisinya Abang Dennis dan Istrinya?" tanyanya Citra Kirana Ariesta Edgardo sambil mempercepat langkah kakinya menuju kamar perawatan kakaknya.


"Abang Dennis masih seperti sebelumnya belum ada tanda-tanda akan sadar dari komanya sedangkan Mbak Dania masih sering kali menangis melihat ketidak berdayaan Abang Dennis," jelasnya Cinta yang duduk di sampingnya Daniel seolah mereka hanya sekedar hubungan adik kakak angkat saja.


"Kamu ke kafe yang ada di ujung loby ambilin makanannya Mbak Dania kasihan dia hamil tapi sangat susah untuk makan karena katanya enggak punya nafsu makan," terangnya Cinta.


"Oke, aku akan ke sana," jawabnya Citra lalu berputar arah hingga ke arah kanannya.


Citra segera meraih pesanan saudari kembarnya itu. Tapi, sedari tadi ada sepasang mata yang selalu memperhatikan setiap gerak geriknya dengan pandangan matanya yang tajam seperti elang dan sebening hasel itu.


David Hermansyah Fernan masih tidak percaya jika perempuan yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat duduknya sambil menikmati makan malamnya.


Gadis itu adalah orang yang telah berhasil memporak-porandakan perasaan,hati dan hidupnya. Cewek yang setiap saat dia rindukan kehadirannya. Bukannya David tidak mengetahui wajahnya Cinta dengan Citra jika mereka kembar tapi, kecelakaan yang mengakibatkan Cinta harus menjalani serangkaian operasi di wajahnya ketika liburan di Korea Selatan. Sehingga mereka sudah tidak seperti saudara kembar lagi.


David juga baru mulai bekerja di perusahaan Global Ones tbk ketika mereka berpisah beberapa tahun silam.


"Ya Allah… setelah tiga tahun lebih aku mencarinya akhirnya ketemu juga di sini!" Batinnya David yang segera menyeruput secangkir kopinya dengan sekali tegukan saja karena ia tidak ingin kehilanga jejaknya Citra Kirana Ariesta Edgardo untuk kedua kalinya.


Citra adalah cewek pertama yang mampu mengetuk pintu hatinya, satu-satunya cewek yang pernah dia lewatkan malam panjangnya. Hanya dengan Citra seorang yang bisa membuat seorang David tidak bisa melihat lagi kecantikan wanita lain. Hingga David sampai detik ini masih lajang karena selalu menunggu Citra.

__ADS_1


"Gimana kabarmu Citra?" tanya David yang sudah berdiri di belakangnya Citra yang sedang menunggu gilirannya untuk mengambil pesanannya walaupun rumah sakit itu milik kedua orang tuanya tapi, budaya antri selalu ia terapkan pada kehidupannya.


"Alhamdulillah baik," jawabnya Citra tanpa mengalihkan perhatian pada hpnya yang sedang memeriksa chatnya karena ada chat yang baru masuk ke dalam hpnya yang mengatakan baby-nya sedang rewel.


Setelah berpisah dengan pria yang secara tidak sengaja mengambil keperawanannya karena kesalahannya sendiri itu. Ia hamil memilki anak kembar juga dua orang putri yang sangat cantik. Jika Pak Edgardo mengetahui apa yang terjadi pada kedua putrinya mungkin bisa jantungan.


Citra segera menyelesaikan kegiatannya di cafe itu yang lebih mirip dengan restoran. Tapi, langkahnya terhenti setelah melihat dengan jelas siapa pria yang berbicara dengannya dan mengajaknya berbincang-bincang itu.


Mereka saling bertatapan dan berpandangan satu sama lainnya. Kedua matanya saling menyiratkan bahwa ada kerinduan yang sangat besar di dalam pancaran sinar mata mereka. Citra segera tersadar dari lamunannya dan keterdiamannya. Dia bergegas pergi dari tempat itu.


"Kenapa aku harus kembali bertemu dengannya ya Allah… aku sudah berusaha untuk melupakan kejadian malam itu, tapi kenapa kami harus bertemu kembali lagi," batinnya Citra Kirana Ariesta Edgardo yang mempercepat langkahnya menuju lorong koridor rumah sakit.


David segera mempercepat juga langkahnya karena ingin berbicara kepada Citra. Ia ingin meminta maaf atas apa yang telah ia perbuat beberapa tahun silam.


"Citra!!" Please! Berhenti aku hanya ingin bicara denganmu!" Teriaknya David yang kali ini apapun yang terjadi dia tidak akan melepaskan perempuan yang sudah mengisi relung hatinya yang terdalam.


Citra sesekali menoleh ke belakang dan ia semakin cemas jika rahasia besarnya yang ia simpan rapat-rapat dari orang lain kecuali kakaknya Cinta.


David mengerang keras saking jengkelnya melihat Citra sudah tidak kelihatan lagi.


"Kenapa gadisku larinya kencang sekali!" Kesalnya David Hermansyah Renan.


"Aku harus segera memerintahkan kepada Dimas untuk segera menyelidiki dan mengecek langsung cctv tapi, langkahnya terhenti karena ia mendapatkan telpon dari Daniel Mananta Wijaya.


Berselang beberapa menit kemudian, David sudah berada di depan kamar perawatannya Dennis Ritchie Valens Edgardo. Mereka saling bergantian untuk berjaga di depan kamar perawatannya Dennis.


"David, hari ini kamu bantu gantiin aku untuk berjaga disini karena aku memiliki urusan yang sangat penting yang tidak bisa aku tunda malam ini," imbuhnya Daniel seraya menatap intens ke arah Cinta.

__ADS_1


Cinta membalas menatap ke arah suaminya itu," aku yakin Mas Daniel menginginkan sesuatu padaku!" Batinnya Cinta yang sudah mengerti dengan arti dari tatapan tajamnya Daniel.


"David memukul pelan pundaknya Daniel," tenanglah insya Allah… aku akan menjaga Tuan Muda walaupun kamu tiga hari tak balik-balik," gurauan David.


"Kamu tidak perlu khawatir karena adik ipar ku akan menemani kamu eehh maksudnya adik angkatku yang bungsu akan menemani kamu kok jadi tenang saja," ucapnya Daniel.


Mereka duduk beberapa saat sebelum pergi berdua untuk menikmati pertemuan dua pasangan suami istri backstreet itu.


David itu adikku sudah datang," imbuh Cinta yang berdiri dari duduknya sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Citra yang berjalan dengan pelan seolah-olah injakan nya tidak akan membuat apa pun yang diinjaknya itu tidak akan mati sedikitpun.


David berdiri lalu mengarahkan pandangannya ke tempat kedatangan Citra. Matanya akan melotot dan akan keluar dari lobang matanya itu. Karena wanita yang baru sekitar satu jam lalu ia kejar ternyata datang sendiri menemuinya walaupun harus digaris bawahi bukan untuk dia tapi untuk keluarganya.


"Citra!" Beo David Hermansyah Reinan.


Citra salah tingkah karena harus kembali bertemu dengan pria kurang ajar yang memanfaatkan situasi beberapa tahun silam yang membuatnya harus sembunyi dan hidup dalam pengasingan agar satupun orang selain kakak kembarnya yang mengetahui apa yang sedang dialaminya itu.


Pria yang sudah memberikan dia dua anak kembar yang sangat cantik dengan warna bola mata yang mirip dengan papanya yang sedikit berwarna biru.


Cinta tersenyum hangat,"apa kamu sudah mengenal adik kembarku?" Cinta menatap satu persatu ke arahnya Cinta Arinda Edgardo lalu beralih ke Citra.


David tersenyum canggung mendengar perkataan dari putri pertama dari majikannya itu.


"Iya kami hanya kenal begitu saja tidak akrab kok," elaknya Citra Kirana Ariesta Edgardo yang tidak menginginkan jika kakaknya tahu pria itu adalah ayah biologisnya Kayla dan Kiara.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, berarti Mbak bisa ninggalin kalian berdua di sini untuk menjaga Abang Dennis karena kasihan kalau Mbak Dania yang jagain kan Mbak lagi hamil," imbuhnya Cinta yang tersenyum penuh maksud ke arahnya Daniel Mananta Wijaya.


"Nona Muda tidak perlu khawatir dengan masalah Tuan Muda Dennis, serahkan padaku saja, insya Allah… aku akan menjaganya dengan baik," ujarnya David yang tersenyum tipis karena mendapatkan kesempatan untuk dekat dengan Citra.

__ADS_1


"Makasih banyak David, aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepadamu karena aku bisa andalkan untuk menjaga Abang Dennis," imbuhnya Cinta.


David terus terdiam sambil memperhatikan raut wajahnya Citra," kamu masih seperti dulu masih sangat cantik dan seksi, tapi tadi katanya kembar kenapa wajah mereka tidak sama yah dan juga kenapa aku baru tahu


__ADS_2