Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 140


__ADS_3

"Ingat keberhasilan rencana kita tergantung dari kamu juga jadi kita harus saling membantu dan selalulah jaga diri dan waspadai semua orang yang mencurigakan," terangnya Dennis yang raut wajahnya sudah nampak serius Pembicaraan mereka berlanjut, mimik wajahnya Dennis berubah sesuai dengan pembicaraan mereka berdua.


David bangkit dari duduknya, ia menerawang jauh hingga ketika ia bertemu dengan Citra Arimbi Valens Edgardo," Sayang setelah pembunuh dan penjahatnya ketemu, aku akan segera melamar kamu di hadapan Pak Edgar jika beliau menolak aku akan pilih jalan pintas saja," Gumamnya David Kekasihnya Citra mereka pacaran sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas.


"Ya Allah… kenapa begitu sulit kami bersatu padahal kami saling mencintai dan menjaga hati ini, apa yang seharusnya aku lakukan untuk meluluhkan hatinya Paman Edgardo apa kisah percintaan kami akan seperti Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Arindita Aulia Ramadhani Kusuma David yang harus berjuang keras dahulu baru direstui?" Lirihnya David.


Dennis sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya Cinta sehingga mereka akan menikah setelah masalah yang dihadapi oleh Dennis sudah selesai hingga ke akarnya.


Dennis dengan Dania bertemu kembali untuk kedua kalinya dengan pak Ahmad Adam Faizal. Mereka memantapkan rencananya karena hari minggu nanti akan mereka manfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan tersebut.


"Pak Ahmad rencana kita harus segera dilakukan karena saudaraku menghubungiku katanya sudah ada bayangan yang mereka dapatkan jika pelaku dari perusakan mesin mobilku dan orang dibalik kecelakaan maut tersebut adalah orang yang kami kenal," jelasnya Dennis setelah mendapatkan informasi dari David dan juga Dennis.


"Baiklah, insya Allah… saya akan melaksanakan rencana kita dengan baik, aku tidak akan mengecewakan Tuan Muda Dennis," sahutnya Pak Ahmad Adam Faizal.

__ADS_1


Dania tersenyum bahagia," makasih banyak Pak Ahmad,kami percayakan semuanya pada bapak," imbuhnya Dania lalu mereka berpamitan untuk pulang.


Lima hari kedepannya tepatnya hari Sabtu, Pak Ahmad mengajak Danisha dan Dafina ke suatu tempat permainan yang baru saja dibuka dan diresmikan oleh pemiliknya dan juga dengan pemerintah setempat. Sehingga tempat itu sangat ramai.


Semua kalangan masyarakat berjibaku dan berbondong bondong mendatangi arena bermain terbaru dan terbaik tahij ini. Kebetulan taman bermain itu terletak di tengah kota dan berdekatan langsung dengan Global Egds Tbk


"Kakek hari ini kita akan ke arena bermain kan! Itu tempat bermain yang terbaru katanya hari ini baru dibuka dan diresmikan loh kek!" Ucapnya Icha sambil menscroll hpnya sedang berselancar di dunia maya itu.


Pak Ahmad tidak mengajak istrinya untuk bergabung bersama mereka dikarenakan Ibu Astuti pulang ke kampung halamannya kebetulan ada pesta hajatan pernikahan dari salah satu ada sanak keluarganya yang mengadakan hajatan pernikahan yang tidak mungkin ia tidak hadiri.


"Yah Nenek, kurang seru kalau gini, tapi enggak apa-apa yang penting rencananya Mama dan papa segera terlaksana dengan baik," pungkasnya Dafina yang tersenyum tipis.


"iya padahal sudah lama kita gak jalan-jalan bareng kan! Tapi mau diapa kasihan juga sama nenek kalau tidak pulang kampung," timpalnya Fina.

__ADS_1


Pak Ahmad tersenyum simpul senantiasa memeluk tubuh cucu angkatnya itu," dalam dekapan hangatnya," kalian tidak perlu bersedih insya Allah… lain kali kita akan pergi bersama dengan nenek dan semoga saat itu penjahatnya sudah masuk penjara," ungkapnya Pak Ahmad lagi.


Pak Ahmad bersyukur walaupun tidak punya cucu dan anak tapi,ia sangat bersyukur karena ada kedua anak kembar itu yang selalu memberikan senyuman kebahagiaan untuk keluarga kecilnya. Tapi sebelum berangkat, Pak Ahmad sudah mewanti-wanti si kembar terutama Icha yang memang sangat aktif.


Agar aktingnya mereka terlihat alami dan membuat orang lain tidak curiga jika mereka hanya berpura-pura yang bertujuan untuk memancing pelaku pembunuhan dan penjahat utamanya kemudian menangkapnya.


"Ya Allah semoga rencananya Tuen Muda Dennis segera berhasil dengan baik dan sukses sesuai harapan," batinnya Pak Ahamd.


Dennis dan Dania tidak ikut dalam rencana hari itu, mereka hanya bersembunyi di suatu tempat dan mengawasi kedua anaknya itu. Mereka tidak langsung turun tangan ke tempat acara itu, tapi Dennis segera menyewa kamar yang letaknya sangat dekat taman itu.


Kamar tersebut dipakai untuk tempat mengamati mereka dari jauh dengan teropong dan alat yang mendukung untuk mengamati keamanan anak-anaknya. Karena hal itu dikarenakan untuk menghindari kecurigaan dari pelakunya agar usaha mereka segera berhasil dengan mudah tanpa ada korban jiwa yang berjatuhan dalam rencana itu.


Sesampainya di Taman Arena bermain di fan, Icha dan Fina saling berkejaran langsung berlari ke bagian dalam tempat tersebut. Hari ini banyak pengunjung yang datang ke Taman karena untuk pertama kalinya dibuka sekaligus peresmiannya.

__ADS_1


__ADS_2