
Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Andira Aulia Ramadhani sudah sampai dengan selamat
"Sayang kemarin kamu minta dibuatkan masakan, kalau Mas masakin makanan khas Prancis gimana?" Dennis berucap seperti itu sambil duduk di hadapan istrinya.
Dennis memenuhi keinginan dan permintaan Istrinya, yang Ingin makan malam menu makanan khas orang Korea Selatan dengan senang hati memenuhi permintaan Dania Andira Aulia Ramadhani.
Dennis menatap ke arah istrinya, "Sayang kamu suka gak kalau Mas masakin makanan yang berbahan dasar daging sapi gak istriku?" Tanya Dennis.
Dania baru mendengar nama masakan yang akan suaminya masak saja sudah membuat air liurnya sudah ngeces hampir saja menetes membasahi bibirnya. Dania tersenyum cengengesan menertawai dirinya sendiri.
"Suka suka sangat suamiku, betul betul betul!" ucapnya Dania yang seraya berbicara dengan menirukan bicara khasnya si kembar yang berasal dari Malaysia itu yang rambutnya botak hingga bertahun-tahun lamanya.
Dennis hanya tersenyum dan bahagia melihat tingkah laku dari istrinya itu yang menurutnya berbeda dengan biasanya. Kebahagiaan terbesar Dennis adalah melihat senyuman manis diwajah cantik istrinya yang hampir dua bulan harus terbaring lemah tak berdaya di atas bangkar rumah sakit karena terkena tembakan peluru hingga dua kali yang hampir mengenai jantungnya.
Dennis akan memasak makanan iga bakar yang terbuat dari daging sirloin dengan bumbu kecap, gula pasir dan bawang bombay yang rasanya manis dan steak daging.
Dennis mulai menjelaskan jenis makanan yang akan dimasaknya beserta bahan-bahan yang dia pakai. Dania sudah menelan ludahnya mendengar makanan yang akan dimasak oleh Dennis Ritchie Valens Edgardo suami tercintanya.
"Ya Allah... semoga saya bisa hamil lagi karena kemarin calon baby kami harus pergi untuk selamanya," Lirihnya Dania yang menyeka air matanya.
Air matanya kembali menetes membasahi pipinya ketika harus kembali teringat dengan calon bayinya yang harus meninggal dunia karena keguguran.
Danisha merangkul pundak adik kembarnya itu, "Kami berdua yang paling penting adalah Papa dan Mama senang dan bahagia dan paling penting pulang bawa dedek bayi dari bulan madunya Mama," ungkap Danisha yang tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih dan tersusun rapi yang selalu dewasa menanggapi setiap perkataan orang lain walaupun dalam hatinya khawatir dengan kondisi kedua orang tuanya yang baru sembuh.
__ADS_1
Dennis menatap ke arah anak bungsunya yang seperti menyimpan sesuatu dalam hatinya itu, "Kalau Fina gimana?" tanya Deniss Richi Valent Edgar.
Fina menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan cukup keras, "Kalau aku juga tidak masalah loh Ma, yang paling penting untuk aku Mama bawa pulang pulang kembali ke tanah air Indonesia tercinta dengan selamat dan sehat, karena itu selalu menjadi harapannya Fina Pa," terangnya Fina yang berjalan ke arah Dennis sambil memeluk tubuh jangkung dan tegap papanya.
"Insya Allah, doakan saja Mama sama Papa semoga pulang kami bawa kabar baik untuk kedua putriku yang paling cantik dan baik hati sedunia," ujarnya Denni yang bahagia dengan sikap terbuka,jujur dan penyayang milik kedua anak kembarnya.
Setelah beberapa saat kemudian kedua pasangan suami istri itu berpamitan Kepada anak-anaknya dan Mama Sanaya. Mereka ke bandara internasional Soekarno Hatta, hanya berdua saja karena nyonya tua Sanaya dan si kembar akan menghadiri pengajian yang diadakan di salah satu masjid yang dibangun oleh kedua orang tuanya Almarhumah Bu Margaretha.
Dania mengelus perutnya yang rata itu, "Seandainya aku tidak keguguran, pasti aku sudah menunggu hari kelahiran kedua bayiku tapi, Allah SWT lebih sayang kepada mereka," air matanya menggenang di pelupuk matanya Dania hingga tercipta beberapa embun yang siap untuk meluncur melalui kelopak mata indahnya.
Sekitar jam 6 lewat, pesawat yang ditumpangi oleh mereka bertolak meninggalkan Bandara internasional SH menuju bandara internasional Paris Perancis.
Denni dan Dania lebih memilih naik pesawat pesawat Pribadi keluarganya. ia ingin menikmati kebersamaan mereka. Dania sangat Ingin merasakan gimana rasanya naik pesawat dengan hanya sedikit orang saja bukan orang yang banyak.
David Hermansyah Wijaya dan Dion Aldiano Smith sudah menyambut kedatangannya telah ditunggu sampai dijemput oleh anak dari sepupu ayahnya dan beberapa anak buah kepercayaannya sendiri Pak Edgardo.
"Selamat datang di Korea Selatan sahabatku!" ucap Pak Liem dengan memakai bahasa Indonesia dengan dialek yang terbata-bata sambil memeluk tubuhnya Denis.
"Makasih banyak atas sambutannya yang sungguh luar biasa hangatnya," imbuhnya Dennis sambil membalas pelukan dari anak buah kepercayaannya yang akan nantinya menjadi adik iparnya.
"saya yakin ini pasti Dania istrimu kan yang sungguh cantik," ujarnya Liem.
"iya ini dia Istriku" Ucap Dennis sambil memeluk tubuh istrinya dengan sangat posesif seakan-akan Kim akan menggoda dan merebut Dania darinya.
__ADS_1
"Gaya kamu ini seakan-akan aku akan merebut istrimu saja dan takut banget yah kehilangan istrimu" ucap Kim sambil tertawa cengengesan melihat tingkah sepupunya.
"Ya betul sekali aku sangat takut kehilangan Dania karena aku takut hidup sendiri dan tak mau hidup sendiri, tidak seperti kamu yang masih betah dengan kesendirianmu, atau jangan-jangan punya kamu tidak...." Denni mengecilkan suaranya bahkan berbisik di telinga Liem kakak sepupunya.
Dennis tanpa sungkan langsung terbahak-bahak melihat wajah Kim yang sudah seperti kepiting rebus karena pasti merasakan malu dengan perkataan dari adik sepupunya itu.
"Gini-gini aku itu masih normal loh cuma belum ada yang cocok saja, atau kamu aku coba!" sanggah Liem sambil maju ke arah Dania dan berlagak kayak orang yang sedang ingin itu.
Dennis Ritchie Valens Edgardo langsung menghindari Kim sambil menarik tangan Dania dan berjalan cepat menuju mobil yang telah menunggunya. Kim tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Dania. Bahkan Kim merasa lucu banget dengan tingkah laku suaminya Dania itu.
Dalam perjalanan Dania sangat enjoy menikmati perjalanannya dan melihat pemandangan jalan yang mereka lallui. Kim sengaja melewati jalan itu untuk membuat istri dari adiknya yang beda hanya sekitar lima bulan saja menikmati semua perjalanannya sehingga rasa lelah, jenuh, capeknya yang dirasakan Dania bisa hilang dan terobati begitu saja.
Setelah dari Korea mereka akan terbang lagi ke Paris Perancis. Dania sangat senang melihat tempat yang sedari dulu sudah ingin dia datangi. Bahkan ia menyuruh Kim untuk memberhentikan mobilnya sementara waktu.
"Kim bisa stop di sini dulu gak?" teriaknya Dania.
Liem Jung menatap sekilas ke arah Dennis untuk meminta persetujuan dan ijin kepada Dennis melalui tatapan matanya. sedangkan Dennis hanya menganggukkan kepalanya tanda dia mengijinkan mobilnya berhenti sejenak. Kim langsung menghentikan laju mobilnya.
Dania tidak perlu meminta ijin kepada suaminya atas kegiatannya itu. Ia tanpa aba-aba langsung keluar dari mobilnya dan berlari kecil ke arah pohon yang berjejer di sepanjang jalan yang mereka lewati.
Dania sudah bertingkah seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah yang luar biasa. Dia bahkan berselfi ria di bawah pohon yang daunnya warna pink itu.
Denni sama sekali tidak melarang Dania dengan tingkah lakunya yang terbilang norak, kampungan itu, bahkan Dennis selalu mengabadikan momen itu yang terbilang langka. Karena selama ini Dennis sama sekali tidak pernah melihat tingkah laku Istrinya seperti anak kecil.
__ADS_1
Padahal mereka sudah menikah selama 10 tahun. Liem tersenyum melihat tingkah laku Istri dari sepupunya. Kim sejenak teringat dengan kisahnya waktu itu bersama seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.