
Dennis menyempatkan untuk mengecup sekilas pipinya Dania yang memerah itu kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Daniel Aliando Sneider dan anak buahnya sudah pulang duluan.
"Bagaimana masih mau melanjutkan perjalanan kita atau pulang?" Tanyanya Dennis seraya berdiri di depannya Dania untuk menghalau paparan sinar matahari langsung mengenai wajahnya Dania.
Dania menutup matanya Dennis," ihh Mas stop dong lihatin aku seperti itu, aku kan jadi malu kalau aku ditatap seperti itu," kilahnya Dania yang tersenyum bahagia lalu sembari menundukkan kepalanya.
"Aku suka melihat wajahmu jika sedang tersipu malu," ujarnya Dennis sembari mengelus rambut panjangnya Dania yang tergerai diterpa angin sepoi-sepoi yang langsung bertiup dari laut.
"Kalau gitu kita pulang yuk Mas kasihan anak-anak sudah seharian aku tinggalkan dengan Mbak Aisyah kasihan mereka pasti sudah khawatir aku harus nginap di luar," pungkasnya Dania lalu menarik tangannya Dennis menuju tempat parkiran di mana mobilnya disimpan.
"Kita pulang ke apartemen aku dulu setelah selesai membersihkan seluruh badan kita barulah kita memberikan kejutan kepada Danisha dan Dafina sayang, gimana menurut kamu," usulnya Dennis.
Dania menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari suaminya tersebut disertai dengan senyuman termanisnya yang khusus ia berikan untuk pria yang memberikan dia dua orang anak kembar sekaligus.
Dennis kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia Ingin menikmati kebersamaan mereka saat ini. Hanya canda tawa dan senyuman kebahagiaan yang mewarnai kebersamaan mereka melalui perjalanan hingga sampai di depan rumahnya Dania.
Ternyata sedari tadi apa yang mereka lakukan sudah menjadi pantauan sepasang mata. Ada seseorang dibalik pohon yang sedari tadi mengamati mereka.
"Ingat kami punya kesempatan lain jika kali ini gagal dan kalian nikmati saja dulu kebersamaan kalian sebelum kami memisahkan dan menghancurkan rumah tanggamu, jadi nantikan pembalasanku!" Umpat orang itu.
Orang itu meninggalkan hutan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari pantai. Ternyata ujung hutan lebat ini adalah pantai yang berpasir putih.
Dennis membuka percakapan mereka berdua agar suasana dalam mobil tersebut ramai dan tidak jenuh. Denis mengecup punggung tangannya Dania tapi tangannya masih setia dibalik kemudi setir mobilnya.
"Mas! Aku mau tanya apa saat aku melahirkan anak kita, Mas pulang kan? soalnya aku merasakan kehadiran Mas disisiku waktu itu," tuturnya Dania.
Dennis menganggukkan kepalanya sembari menjawab pertanyaan dari istrinya tercintanya, "Sebenarnya waktu itu Mama dan adikku memberi kabar kepadaku kalau kamu akan melahirkan, untung saja saat itu aku bisa pulang ke Indonesia dan bisa datang disaat kamu melahirkan walaupun hanya sebentar saja," balasnya Dennis Ritchie Valens Edgardo yang selalu senyuman yang mewarnai wajahnya.
Dania tersenyum bahagia mendengar perkataan dari suaminya," syukur Alhamdulillah ternyata feeling aku benar kalau gitu, soalnya mereka mengatakan Mas sama sekali tidak datang, tapi keyakinan aku kuat kalau Mas datang menemui anak Mas untuk melihat keadaan mereka langsung," pungkasnya Dania.
Dennis mengelus rambut Dania yang baru saja Dania cepol dengan asal. Mereka tertawa bersama dan saling mencurahkan isi hatinya. Bahkan Dania tertawa disaat dia mengingat kejadian yang membuat Dennis cemburu.
"Walau Papa Mas Dennis tidak merestui hubungan kita dan menolakku bahkan seisi dunia tidak menginginkan kita bersatu Aku Dania tidak akan pernah sedikitpun goyah dan tidak akan meninggalkan Mas apapun yang terjadi", itu janjiku padamu," jelasnya Dania sambil mengecup genggaman tangannya Dennis.
"Aku Dennis Ritchie Valens Edgardo hari ini mengatakan kepada dunia bahwa Aku tidak akan pernah lagi meninggalkan Dania istri dan anak-anakku sampai kapan pun dan apapun yang terjadi walaupun kami tidak mendapatkan restu dari papaku," sumpahnya Denis.
__ADS_1
Hanya kuda besi yang menjadi saksi bisu janji mereka. Dennis mengemudikan mobilnya ke Apartemennya karena tidak ingin jika si kembar melihat keadaan mereka yang acak-acakan.
Berselang beberapa jam kemudian, mobil berwarna hitam metalik itu sudah terparkir di dalam garasi rumahnya Dania. Hpnya yang baru saja dicas berbunyi ratusan kali pertanda banyak sms, chat yang masuk.
Dennis membawa istrinya ke dalam Apartemen pribadinya. Dia memberikan satu pasang pakaian lengkap. Bahkan isi salah satu lemarinya telah lama berisi pakaian wanita dan itu diperuntukkan untuk istrinya Dania.
Mereka masuk ke dalam kamar dan bergantian ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka. Beberapa saat kemudian mereka sudah siap. Dennis memakai kemeja hitam bintik-bintik putih dipadukan dengan jas hitam yang senada dengan celananya.
Sedangkan Dania menjatuhkan pilihannya kepada pakaian yang lengkap dengan blazer nya berwarna putih cokelat moccha. Dania sempat bingung untuk memilih pakaian apa yang akan dia pakai saking banyaknya pakaian di lemarinya.
"Ya Allah… Mas kapan belinya semua pakaian ini? Lagian semua ukurannya sesuai punyaku dan juga seleraku juga," gumamnya Dania yang memperhatikan semua pakaian yang ada di dalam lemari.
Penampilan Dania membuat suaminya pangling melihatnya. Dennis mendekati Istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Kamu semakin cantik sayang, Aku semakin mencintaimu dan hanya namamu yang ada di dalam hatiku tak akan terganti untuk selamanya," tutur Dennis.
Dania memutar tubuhnya hingga mereka berhadapan langsung, " ish ish Mas Dennis gombal banget deh, rupanya sudah pintar juga merayu yah, belajar dari mana sih Mas!" Guraunya Dania yang mengecup bibirnya Dennis sekilas.
Dennis menarik tengkuk lehernya Dania agar tidak melepaskan kecupannya tersebut, Dennis kemudian kembali melanjutkan aksinya, mereka menikmati ciuman itu seakan-akan mereka tidak punya waktu lain lagi. Dennis memperdalam ciumannya dan Dania sudah bisa mengimbangi ciumannya Dennis yang awalnya kaku. Tiba-tiba handphone Dania berdering. Mereka terpaksa menghentikan penyatuan bibir mereka.
Ternyata yang menelpon adalah si kembar melalui video call. Dania tersenyum kearah suaminya sebelum menjawab dan mengangkat telepon anaknya itu.
"Waalaikum salam, Mama di mana kok belum datang menjemput kami, Mama baik-baik saja kan?" Tanyanya Icha yang mulai keluar cerewetnya.
Dania tidak menjawab pertanyaan anaknya malah mengalihkan layar hpnya ke arah suaminya. Si kembar langsung histeris melihat paoanuy. Si kembar bahkan senang mengetahui kalau Mamanya dan papanya sekarang berduaan.
Icha kegirangan melihat wajah papanya, "Assalamu alaikum, papaku yang paling ganteng se Indonesia dan sedunia," salamnya Fina sambil memuji ketampanan papanya.
"Waalaikum salam Nak, kok belum pulang ke rumah, Emangnya kalian ada di mana apa masih di sekolah atau dimana putrinya papa!" Timpalnya Denis.
Dania menatap keheranan interaksi mereka seolah-olah mereka sudah lama saling mengetahui hubungan mereka satu sama lainnya.
"Apa Mas Dennis dan kedua anak kembarku sudah saling mengetahui hubungan yang terjalin diantara mereka?" Batinnya Dania dengan raut wajahnya yang keheranan tapi enggan untuk bertanya.
"iihs ayah lupa yah kalau hari ini kami libur kan hari minggu sekarang kami ada di rumah saudaranya Mbak Aisyah yang kebetulan sedang mengadakan hajatan Papa," sanggahnya Danisha.
__ADS_1
"Iya Lupa Nak, maklum papa sangat sibuk dengan mamamu jadi lupa kalau kalian libur," kilahnya Dennis menertawai dirinya sendiri sembari tersenyum cengengesan.
"Udah dulu nak soalnya mama sama papa mau kesuatu tempat, papa punya kerjaan sama mamamu yang tidak bisa kami tunda," tutur Dennis.
"Ok Papa, hati-hati, jaga baik-baik mamaku yah!" ucapnya Fina.
Sambungan telepon mereka pun terputus. Dennis segera menghubungi nomor hpnya Dea dan Ririn secara bergantian dan mengabarkan kalau Dania selamat dan sedang bersamanya.
Mereka pun berangkat ke kantor polisi untuk memberikan keterangan dan kesaksiannya. Dennis menjelaskan kepada polisi tanpa ada yang ditutupi bahkan Dennis berharap dan meminta polisi untuk menginterogasi pelaku itu dengan cara apapun.
Hal itu bertujuan agar mereka bisa buka mulut untuk menjelaskan siapa pelakunya dan otak dibalik semua ini. Dennis sebenarnya bisa menangani sendiri pelakunya tapi, Dennis adalah orang yang taat aturan jadi semuanya Dennis serahkan ke pihak yang berwajib saja.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Cinta Pertama loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..