
Setelah menyelesaikan rencana awal mereka, yaitu dari rumahnya Pak Ahmad Adam Faizal, Dennis Ritchie Valens Edgardo dan Dania Arindita Aulia Ramadhani Kusuma David menemui pemilik rumah yang ingin dikontraknya.
Keduanya memeriksa dengan teliti keadaan rumah itu dan di sekitarnya sebelum mengiyakan dan menyetujui harga sewa kosan tersebut.
Setiap masyarakat yang beraktivitas di luar rumah harus memakai Masker. Hal ini sangat membantu Dennis dan Dania untuk melancarkan rencananya. Karena untuk menutupi jati dirinya hanya dengan memakai masker wajah agar tidak ketahuan oleh orang lain.
Untuk menutupi jati dirinya, Dennis harus berpenampilan seperti ini, bagi orang lain itu memakai masker wajah adalah kewajiban untuk menghindari penyebaran penyakit covid 19 tersebut sesuai dengan anjuran dari pemerintah.
Setelah sepakat dengan harganya, Dennis kemudian mendatangi rt dan RW setempat untuk melaporkan kalau mereka akan tinggal di daerah itu. Mereka terlebih dahulu harus meminta ijin terlebih dahulu dan juga membuat beberapa kesepakatan dan meminta bantuan kepada mereka.
"Assalamu alaikum," ucapnya kedua pasangan suami istri itu.
Pak Abdul tersenyum simpul, tapi sedikit keheranan karena orang yang berdiri di depan pintunya sama sekali tidak dikenalinya," Waalaikum salam," Jawab Pak RT Pak Andi.
"Silahkan masuk, maaf rumah kami kecil Pak tolong dimaklumi yah!" Imbuhnya Pak Andi Abdul Qodir.
"Bapak tidak perlu mempermasalahkan hal semua itu, bagi kami berdua itu tidak penting dan tidak masalah Pak Abdul, karena kami ke sini bukan untuk menilai rumah Bapak apakah besar atau kecil karena tujuan utama kami datang bukan karena alasan anak tersebut," sanggahnya Dennis.
__ADS_1
"Bapak bisa saja bercandanya, karena seperti itu lah kenyataannya," kelakar Pak Dennis.
Mereka tertawa bersama dengan lelucon Denni yang membuat suasana jadi santai yang sebelumnya sempat tegang dikarenakan kedatangan keduanya yang tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Dennis dan Dania tersenyum bahagia karena kebetulan di rumah Pak rt hadir juga Pak rw yang rencananya awal Dennis ingin akan mendatangi rumah beliau setelah dari rumah pak RT. Tetapi keberuntungan berpihak kepada Dennis.
"Maaf kami mengganggu istirahat Bapak," ujarnya Dania seraya membungkukkan badannya.
Pak Abdul tersenyum tipis, "itu tidak apa-apa Bu, kami tidak merasa terganggu,tapi kira-kira apa gerangan yang membuat bapak dan ibu datang mengunjungi rumah kami ini!?" Tanya pak Abdul.
Pak Abdul Aziz Qodir, "Kira-kira bantuan apa itu kah Pak, kalau meminta bantuan berupa uang kami meminta maaf dengan sangat karena Bapak lihat sendiri keadaan kami ini yang tidak memungkinkan bisa memenuhi keinginannya bapak dan ibu," kilahnya Pak Abdul.
Dennis dan Dania tersenyum menanggapi perkataan Pak Kadir, "insya Allah kedatangan kami jauh dari perkiraan bapak, kami memohon kepada bapak dengan sangat bantuannya untuk bisa membantu kami menjalankan niat kami,"tuturnya Dania.
Tidak segan keduanya menyampaikan Dennis dan Dania kemudian menyampaikan maksud dan permintaannya kepada Pak RT dan Pak RW dan menjelaskan secara detail dari masalahnya.
Untung saja Pak Kadir dan Pak Abdul Bukan orang yang tamak dan susah untuk dimintai bantuan. Jadi rencana Dennis berjalan dengan lancar dan mulus tanpa hambatan apapun
__ADS_1
Sebelum mereka meninggalkan rumah Pak Kadir dan dan Pak Abdul, Dennis tidak lupa memberikan sebuah amplop yang berisi uang sebagai tanda dan ucapan makasih keduanya atas kerjasamanya dan bantuan dari mereka.
Pak Abdul Rahman dan Pak Kadir menolak dan tidak ingin menerima uang itu tapi, Dania tidak hentinya untuk memaksa Pak Abdul dan Pak Kadir Untuk menerimanya.
"Tolong terima ini Pak, ini sebagai ucapan terima kasih kami karena bapak bersedia untuk membantu kami," Imbuhnya Dennis.
"ini apa Nak, kami membantu kalian murni dengan kemauan kami dan tak mengharapkan imbalan apapun jika kami menolong kalian," ucap Pak Abdul.
Pak Abdul sambil mengembalikan amplop itu ke dalam genggaman tangannya Dennis, "Kami membantu kalian karena kami tidak ingin membiarkan penjahat itu bebas untuk melakukan kejahatannya di tempat lain," jelasnya Pak Kadir.
Dennis terus membujuk, "Ini rezeky anak-anak bapak jadi saya mohon terima lah Pak, kalau bapak menolak itu sama saja tidak ingin membantu kami dan saya akan sangat sedih Pak," sanggahnya Dennis sambil mengembalikan amplop itu ke tangan Pak Kadir dan Pak Abdul.
Mereka juga tak lupa membelikan bantuan beberapa sembako kepada keluarga Pak Abdul dan Pak Kadir. Keduanya malah sangat bersyukur dengan pemberian tulus dari Dennis dan istrinya. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan resky yang banyak hari itu dari tamu yang datang ke rumahnya.
"Kami mendo'akan mudah-mudahan rencana kalian bisa berhasil dengan baik dan lancar," pungkas Pak Kadir.
"Amin ya rabbal alamin, makasih banyak Pak atas kerja samanya," sahutnya dan Dania sembari kemudian menjabat tangan Pak Abdul Aziz dan Pak Kadir Halid
__ADS_1