
Uncle Richard dan Dennis Ritchie Valens Edgardo pun ikut tersenyum menanggapi candaan dari satu-satunya perempuan yang berada di dekat mereka saat itu juga.
"Bolehkah uncle tahu siapa nama Mama kamu," Tanya Uncle Richard yang semakin harap-harap cemas dengan jawaban yang akan diberikan oleh Dania Andira Aulia Ramadhani Kusuma.
"Nama Mama saya Ratnasari Anjani Wijaya sedang Ayahku bernama Pak Gunawan Kusuma," ucapnya Dania.
"Kalau nama ibumu namanya siapa kalau uncle bisa tahu dan apa benar kamu adalah anak kandungnya mereka?" Tanya uncle Richard yang sedikit bertanya masalah yang sensitif.
Dennis dan Dania saling bertatapan satu sama lainnya," kenapa Uncle bertanya seperti itu?" Tanyanya Dennis yang keheranan kenapa bisa pamannya berbicara seperti itu.
"Ya Allah… itu kan nama asisten rumah tangganya Emili Zameera Duncan yang selalu setia bersamanya kemanapun perginya," gumam Pak Richard.
Dania melototkan matanya Saking tidak nyaman dan percayanya dengan perkataan dan penuturan dari mulutnya Pak Richard langsung.
"Maafkan Paman, karena kalau boleh jujur, perempuan yang selalu setia bersama dengan istriku dulu bernama Ratnasari Anjani Wijaya, seorang perempuan yang memiliki tahi lalat di pelipis kiri dan hidungnya, yang selalu memakai hijab dalam beraktivitas," jelasnya Pak Richard.
__ADS_1
Dania dan Denis saling bertatapan satu sama lainnya dengan mimik wajah yang keheranan dan tidak percaya dengan perkataan dari pamannya mereka itu.
"Kenapa bisa Paman mengetahui nama persis mamaku dan juga ciri-cirinya, apa Paman sudah pernah saling kenal?" Tanya Dania dengan penuh selidik yang menatap intens ke arah Pak Richard.
Ucapan Dania terpaksa terpotong karena kedatangan dari istrinya Pak Richard yang membawa beberapa nampan yang sudah terisi piring dengan masakan yang sungguh banyak sebagai makanan untuk makan malam bersama mereka.
"Maafkan saya yang sudah mengganggu bincang-bincang kalian, kalau begitu kita akhiri sementara waktu percakapannya karena seharusnya perut terisi dulu," ucap Aunty Cristina Angelia Duncan sambil meletakkan piring dan beberapa mangkok ke atas meja makan yang ada di dalam ruang tamu.
Uncle Richard menatap ke arah Istrinya itu, Uncle Richard langsung berdiri dari posisi duduknya setelah istrinya datang untuk menyambut kedatangan wanita kedua yang dia sayangi di dunia ini.
"Makasih banyak aunty Cristina, makanannya sungguh banyak macamnya dan pastinya sangat nikmat dan lezat," pujinya Dania yang tersenyum tipis.
Setelah berbincang-bincang, mereka pun berpamitan untuk pulang. Uncle Richard segera pamit pulang. Ia ingin singgah ke rumah yang pernah ia dijadikan tempat hunian bersama istri kecilnya dulu Emily Zameera Duncan karena Uncle Pak Richard Ingin mencari beberapa peninggalan istrinya untuk diperlihatkan kepada Dennis dan Dania selanjutnya.
"Saya harus mencari bukti yang otentik dan akurat agar Dania dan Dennis percaya jika aku ada hubungannya dengan Dania, dan juga akan segera ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA secepatnya,"
__ADS_1
Keesokan harinya masih di Paris Perancis, kedua pasangan suami istri masih menikmati bulan madu mereka dengan berjalan-jalan mengelilingi kota Paris.
Dania tidak bisa terlalu leluasa bergerak karena, Dennis selalu membatasinya dan malah terkesan oper protektif. Hal itu terjadi karena mengingat beberapa bulan yang lalu, Dania mengalami keguguran, sehingga Dennis tidak ingin hal itu terulang kembali.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."
"Apa dede tidak membuat Mama kesusahan dan kesulitan hari?" tanyanya Dennis sambil mengelus perut Istrinya yang masih kelihatan datar itu karena usia kehamilannya masih sangat muda.
"Alhamdulillah dedenya anteng saja kok Papa Dennis, hanya saja sepertinya hari ini dia pengen jalan-jalan keliling dunia," jawab Dania sambil menirukan gaya bicara anak kecil.
Dennis tersenyum bahagia mendengarnya, "Alhamdulillah kalau gitu sayang, kakak senang mendengarnya dan berharap kalian selalu baik-baik saja dan dalam lindungan Allah SWT," tuturnya Dennis sambil mencium surau Istrinya yang masih basah itu karena baru saja selesai mandi.
__ADS_1
Satu bulan kemudian, bertepatan dengan hari minggu, kedua pasangan suami istri itu bertolak dari Paris Perancis menuju ke tanah air tercinta Indonesia tepatnya di Ibu kota Jakarta.
Rencana kepergian ke Kanada kali ini mereka tunda dan urungkan karena mengingat kondisi Dania yang sedang hamil berbadan dua sehingga mau tidak mau mereka memutuskan untuk mengakhiri bulan madu mereka.