Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 129


__ADS_3

Perjalanan yang seharusnya mereka tempuh hanya dua minggu saja terpaksa harus dipending dan ditunda beberapa hari sampai semua luka yang diderita oleh Dennis Ritchie Valens Edgardo mengalami kesembuhan total.


Mereka cukup bahagia Karena perlengkapan dan persediaan obat-obatan yang cukup banyak. Akhirnya Dennis bisa juga bisa tertolong dan pendarahan dari lukanya berhenti. Dania langsung memangku suaminya yang sudah tidak sadarkan diri.


Dania juga sudah meneteskan air matanya melihat sang suami yang tak berdaya di karenakan ingin melindunginya. Dania sudah sedih dan ketakutan melihat kondisi dari Dennis.


Pak Ahmad Sahir mendirikan beberapa tenda sebagai tempat tinggal mereka sementara waktu dan dibantu oleh semua orang yang ada di sana dan juga dari pihak kepolisian dan tentara.


"Kita harus menunggu bantuan dari dokter ibu kota dan kabupaten, semoga mereka cepat datang ke sini," jelasnya Daniel.


David menimpali percakapan mereka," Mudah-mudahan keadian ini tidak akan pernah terulang kembali dan masyarakat Desa Sukakarya dan Sukamaju bisa bebas melakukan perjalanan ke kemanapun termasuk ke ibu kota besar," timpalnya Davis.


Mereka berharap tidak akan ada lagi generasi penyamun yang akan meresahkan masyarakat tersebut. Dengan bantuan dari polisi dan juga tentara nasional Indonesia semua bahagia karena sudah aman untuk hari ini dan seterusnya.

__ADS_1


Dennis mengalami luka yang cukup dalam dibagian perutnya untung saja luka tusukan itu tidak mengenai organ vitalnya yang sangat berbahaya. Dania Aulia Ramadhani Kusuma David merawat suaminya dengan penuh kasih sayang dan sangat perhatian.


Bahkan Dania melarang suaminya untuk tidak bergerak berlebihan sebelum lukanya Dennis dinyatakan benar-benar sudah sembuh total tanpa sedikitpun keluhan apapun itu.


Beberapa hari kemudian Pak Sahir mendatangi tempatnya Dennis lalu memeriksa keadaannya Denias. Pak Sahir dibantu oleh Dania sendiri dalam meracik ramuan obat-obatan yang diperoleh dari hutan untuk mereka manfaatkan.


Karena persediaan obat perbekalan yang mereka sediakan dan bawa selama ini. Pak Sahir beberapa hari yang lalu habis, maka pak Sahir mencari beberapa daun obat-obatan di sekitar hutan tempat mereka mendirikan pondokan.


Pak Sahir membuka perban yang dipakai oleh Dennis" Alhamdulillah sudah sembuh dan kita tidak perlu repot-repot lagi untuk menghawatirkan semua ini lagi," jelasnya Pak Sahir.


Pak Sahir telah selesai memeriksa keadaan Dennis dan menyatakan kalau luka bekas tusukan Dennis sudah sembuh bahkan lukanya terbilang cepat kering.


Pak Sahir menyuruh Dania untuk membuka pakaian Dennis untuk mempermudah mengobati luka suaminya," kamu tidak perlu khawatir lagi karena Dennis sudah bebas dari sakitnya," ungkap Pak Ahmad.

__ADS_1


Mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya. Barang-barang yang ada sudah mereka Klkemas ke dalam mobil kereta yang mereka pakai saat ini sudah ia simpan karena perjalanan mereka melanjutkan yang hanya tersisa beberapa hari lagi mungkin besok sudah sampai.


Perjalanan mereka begitu lancar dan aman. Tidak ada lagi hambatan yang berarti disaat dalam perjalanan. Pasokan bahan makanan dan yang lainnya masih sangat banyak.


Tepatnya dihari minggu rombongan mereka sampai di perbatasan antara Desa Sukakarya dengan kabupaten Sukabumi, di sanalah mereka harus berpisah.


Dengan berat hati untuk mengucapkan kata perpisahan. Dennis memeluk satu persatu orang-orang yang telah membantunya dan mengantarnya sampai ke kabupaten S.


Dennis Ritchie Valens Edgardo tak kuasa menahan tangisnya. Dia sudah menganggap mereka adalah keluarganya. Pak Ahmad Sahir ikut meneteskan air matanya dikala Danisha putri Dennis dan Dafina berjalan memeluknya.


"Kakek jangan nangis, kalau kakek nangis saya enggak mau datang jenguk kakek loh, aku juga gak akan beliin oleh-oleh kalau sudah sampai di kota," Ucap Icah sambil menghapus air mata Pak Sahir.


Pak Sahir sangat terharu dan Danisha segera digendong oleh Pak Sahir, selama di desa Fina sangat dekat dengan Pak Sahir. Beliau tersenyum menanggapi perkataan dari anak keduanya Dennis.

__ADS_1


__ADS_2