
Dania dan si kembar selama ini, hubungan mereka cukup dekat dengan keluarga pak Aswan. Mereka memutuskan untuk menemui pak Aswan dan Istrinya dan akan menceritakan tentang rencana mereka dengan jelas dan terperinci.
"Itu benar banget Mas, saya yakin jika tidak mungkin Papa Edgar dan yang lainnya tidak bertindak, semakin ke sini permasalahan ini semakin menimbulkan berbagai pertanyaan dan teka-teki yang harus kita segera pecahkan," tuturnya Dania yang butuh kejelasan.
Beberapa saat kemudian, Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Arindita Aulia Ramadhani mulai melaksanakan rencana awalnya. Rencananya yaitu mendatangi kediaman Pak Aswan Adam Faisal dengan istrinya Bu Atikah.
Sosok orang yang nantinya akan dimintai untuk membantu mereka. Menurut mereka Pak Aswan pria adalah orang yang paling tepat. Pak Aswan Adam Bekerja sebagai Security di kompleks perumahan Dania.
Tetapi, sudah hampir satu tahun juga Pak Adam kembali ke kampung halamannya. Dan kebetulan pak Adam tinggal tidak jauh dari kampung halamannya Dania. Beberapa jari yang lalu Pak Adam memutuskan untuk kembali ke Kota dan bekerja sebagai security lagi. Hal ini dimanfaatkan oleh Dennis dengan Dania.
"Assalamu alaikum," Salam keduanya sambil mengetuk pintu.
Mereka mengetuk pintu rumah pak Adam sambil mengucapkan salam. Istri pak Adam yaitu itu Atikah Astuti tergopoh-gopoh membukakan pintunya karena terburu-buru.
"Waalaikumsalam," Jawab ibu Tuti dari arah dalam rumahnya.
Pintu terbuka dan menampilkan wajahnya Dania dan Dennisa. Hal ini membuat Ibu Atikah cukup dibuat kaget setengah mati. Ibu Atikah menganga melihat siapa yang datang ke rumahnya malam itu hingga matanya melotot saking kagetnya melihat sosok dua orang itu yang dia anggap sudah meninggal dunia.
__ADS_1
Ibu Tuty seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Beliau bahkan menganggap dirinya sendiri sedang bermimpi.
"Ini tidak mungkin! Pasti aku salah lihat!?" Batinnya Bu Atikah Astuti.
Dania tersenyum sambil menggoyangkan tubuhnya Bu Atikah, "Apa ibu baik-baik saja?" Tanya Dania.
Tak ada reaksi apapun dari ibu Astuti, Bahkan Ibu Tuty seakan-akan menjadi patung. Dania berinisiatif untuk menyadarkan ibu Tuty dengan menyentuh lengan ibu itu.
"Ibu apa kami bisa ke dalam?" Tanya Delia sambil menyentuh lengan Ibu Atikah Astuti.
Ibu Atikah meresa apa yang sedang terjadi di depannya adalah hanya mimpi, kemudian mempersilahkan mereka masuk kemudian celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri sebelum menutup pintunya.
"Silahkan duduk Nak!" Ujarnya ibu Tuty mempersilahkan kedua suami istri itu untuk duduk.
Dania tersenyum simpul, "Makasih banyak ibu Atiqah," jawab Dania.
Mereka duduk di ruang tamu rumah pak Aswan Adam Faizal yang sederhana itu yang hanya terbuat dari papan dan sebagian dari seng.
__ADS_1
"Maafkan ibu, apa benar kau Dania Arindita Aulia Ramadhani?" tanya ibu Atikah sambil memegang kedua tangannya Dania.
"Iya ibu ini saya Dania yang Ibu kenal, yang selalu datang ke sini untuk menitipkan anak-anakku, Dania yang selalu merepotkan ibu sama bapak selama ini," jawabnya Dania dengan seulas senyumannya.
"Tapi ibu dengar kamu sudah...." ucapapnnya terpotong dan dikit sulit untuk ia lanjutkan Tuty yang tak kuasa untuk melanjutkan kata-katanya.
"Iya benar ibu katanya kami ini sudah meninggal sekitar kurang lebih satu tahun lalu dalam Kecelakaan maut tapi, Alhamdulillah kami selamat dan Allah SWT masih memberikan kami kesempatan untuk hidup," ungkap Dania.
Ibu Atikah Astutikembali dibuat tak percaya dengan penuturan dari mulutnya Dania dengan tercengang kebingungan.
"Orang-orang menganggap kami sudah meninggal dunia tapi kenyataannya adalah kami sekeluarga masih hidup Ibu!' timpalnya Dennis.
"memang berita mengabarkan kami telah meninggal dunia dalam kecelakaan mobil dan hal itu tidak benar adanya, memang mobil kami yang mengalami kecelakaan tapi yang ada di dalam mobil itu bukanlah kami tapi orang lain".
Ibu Tuty lagi dan lagi tak percaya dengan apa yang diungkapkan oleh Dennisa dan Dania, tapi itulah kenyataannya mau tidak mau ibu Tuti harus percaya. Ibu Atikah Astuti sangat bahagia mendengar dan mengetahui kebenarannya.
Senyuman muncul diraut diwajahnya Bu Atikah, "Alhamdulillah Nak kalau kalian masih hidup,ibu sangat bahagia mendengarnya," ucap ibu Astuti Atiha.
__ADS_1