
Membuat orang-orang yang melihat Dania tidak berani lagi memprovokasinya. Mereka tidak mau nasib mereka seperti Jingga dan teman-temannya. Ada rasa takut dan khawatir jika kedepannya tidak akan berani berulah ataupun mencari masalah sekecil apapun.
Dania semakin bijaksana, tangguh, lebih kuat menghadapi ujian dan cobaannya. Bahkan Delia termasuk perempuan yang tidak mudah untuk diganggu. Dania menjalani hari-harinya lebih bersemangat lagi dan pastinya bahagia. Hari ini seperti biasa mendapatkan beberapa kuntum bunga. Dania masih bertanya-tanya siapa sebenarnya pengirimnya dan apa tujuan orang itu.
"Ya Allah… bunganya sangat indah, cantik harum lagi bahkan wanginya mengalahkan wangi parfum yang di pakai Dea," gurauannya Dania yang tersenyum penuh arti sambil menghirup aroma bunga mawar itu.
Sudah beberapa hari ini Dania mendapatkan kiriman bunga yang cukup banyak dengan beraneka ragam dengan berbagai macam jenis bunga-bunga.
Seperti satu hari sebelumnya, Dania mendapat lagi kiriman bunga di kantornya dari orang misterius yang sama sekali tidak diketahui oleh Dania. Rumah dan kamarnya hampir penuh dengan bunga, karena setiap hari dia menerima kiriman bunga dalam jumlah yang terbilang tidak sedikit jumlahnya.
Si kembar Danisha dan Dafina mengetahui kalau yang mengirim bunga-bunga itu adalah papanya sendiri. Mereka tidak sengaja melihat mobil Dennis Ritchie Valens Edgardo yang terparkir tidak jauh dari rumahnya. Icha dan Fina saudara kembar malahan sangat bahagia.
"Icha setelah shalat subuh kita tungguin Papa yah, aku yakin papa pasti akan segera datang," imbuhnya Icha.
Fina melirik ke arah kakaknya," emangnya sekarang jam berapa?" Tanyanya balik Fina.
Icha memegang kepalanya Fina yang masih tertutupi mukenah lalu mengarahkan pandangannya ke arah jam dinding.
"Fina! Jangan ribut, pelankab dikit suaranya dong," gerutunya Icha yang menutup mulutnya Fina yang berbicara cukup besar padahal mamanya juga berada di tempat tersebut.
__ADS_1
Fina hanya cengengesan karena terlalu heboh dan antusias menyambut kedatangan papanya yang itu.
Seperti hari ini Icha dan Fina agi-lagi melihat Dennis mengantar bunga ke depan pintu rumahnya. Karena si kembar sudah hafal waktu kedatangan papanya jadi mereka dengan sengaja menunggu kedatangan Dennis di depan jendela rumahnya.
Mereka sempat memberikan dua jempol mereka ke arah Ayahnya. Dennis pun menyambutnya dengan membalas acungan jempol juga.
Icha membuka tirai gorden jendela rumahnya," lihat sana, itu mobilnya Papa kan dek!" Ujarnya Icha seraya menunjuk ke arah mobilnya Dennis yang terparkir.
"Kita samperin papa yuk, mumpung mama lagi sibuk masak di dapu," tuturnya Icha yang mengusulkan agar mereka menemuinya Dennis.
"Kamu emang pintar nyuruh Mama masak bakso pagi ini, untuk buat bakso kan butuh waktu lama jadi itu cara yang paling jitu untuk membuat Mama sama sekali tidak mengetahui apa yang kita lakukan saat ini," timpalnya Fina.
"Goods idea!" Pujinya Icha sambil bertepuk tangan saking gembiranya.
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
__ADS_1
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.
Syaratnya Wajib:
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..