
"Aahh!! Aumm!!" Jeritnya Dania yang mulutnya sudah disumbal dengan kain penutup.
"Jangan banyak gerak! Kamu cukup tenang dan diam kamu akan baik-baik saja," ujarnya pria itu.
"Cepat telpon bos dan katakan padanya jika perempuan itu sudah berada di dalam genggaman kita," tuturnya Pria itu.
"Kok Dania belum balik juga yah dari toilet, padahal sudah hampir sejam perginya," ujarnya Dea Eka Gustiwana Putri yang menatap terus ke arah pintu masuk.
Dea nampak semakin gelisah dan tidak bisa duduk dengan tenang. Ririn yang melihat kondisi dari sahabatnya itu segera berdiri dan menghampiri Dea.
"Apa yang terjadi padamu, apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya Ririn seraya memegang tangannya Dea.
Dea segera menolehkan kepalanya ke arah belakang," Itu Dania, belum pulang juga padahal tadi katanya mau ke toilet cuma bentar doang, aku khawatir ia pingsan atau kenapa-kenapa karena ia sempat mengatakan jika kepalanya sedikit pusing," jelasnya Dea.
"Kalau gitu kita segera cari Dania, aku yakin ada aneh dan tidak beres terjadi padanya," imbuhnya Ririn Dwi Ariyani Ibrahim.
Karena Ririn merasakan Dania sudah lama perginya Tapi belum balik juga dari toilet akhirnya mereka bertanya kepada teman-temannya tapi dari semua yang hadir satupun diantara mereka tidak ada yang melihatnya.
Ririn dan Dea semakin dibuat cemas dan ketakutan, mereka kemudian berinisiatif untuk mencari keberadaan Dania. Mereka sudah menyusuri semua sudut ruangan tempat pelaksanaan ultahnya tapi hasilnya nihil. Keberadaannya Dania bagaikan ditelan bumi.
Disaat Ririn dan Dea mencari sahabatnya itu, di jalan mereka bertemu dengan Dennis Ritchie Valens Edgardo, Rina memutuskan dan memberanikan dirinya untuk bertanya kepada presdirnya.
"Maaf pak, apa bapak melihat Dania teman kami?" Tanyanya Ririn yang memberanikan dirinya untuk berbicara dengan CEO mereka.
"Maksudnya?" tanyanya balik Dennis.
"Dania tadi pamit sama kami katanya mau ke toilet tapi, sampai sekarang belum balik juga," ungkap Ririn.
"Apa kalian sudah menelponnya?" tanyanya Dennis lagi.
Dea menatap ke arah Pak Dennis, "kami sudah menghubunginya tapi nomornya tidak aktif Pak!" Jawabnya Dea yang sudah meneteskan air matanya karena ada firasatnya yang mengatakan kalau sahabat itu dalam keadaan yang tidak baik.
Dennis memberikan kode kepada Daniel asisten sekaligus adik iparnya itu untuk segera bertindak. Hal itu dilakukan untuk menghindari kecurigaan dari papanya Pak Edgardo. Daniel mengarahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Istrinya.
__ADS_1
Daniel memeriksa semua rekaman cctv tapi belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Dania. Dennis pamit kepada rekan bisnisnya dan segera menyusul Daniel Aliando Edgardo untuk mengecek Cctv-nya.
"Gimana hasilnya?" tanya Dennis yang berdiri di sampingnya Daniel.
"Belum, kami menemukan jejak terakhir di sekitar toilet tapi cctv-nya mengalami gangguan sehingga kami kehilangan jejaknya sama sekali," imbuhnya Andi karyawan dibagian cctv.
"Tolong minggir, aku yang akan menghadapi mereka," pintanya Dennis.
Dennis kemudian menggantikan posisi anak buahnya dan mengambil alih pekerjaan anak buahnya. Jari jemarinya mengutak atik komputer dan hasilnya lebih cepat dari dugaan anak buahnya.
"Mereka mencoba bermain denganku, ok aku akan ladeni permainan kalian," gerutu Dennis memulai aksinya.
Hasilnya diluar ekspektasi dan sangat cepat. Hasilnya Dania nampak di layar sedang dibawa oleh seseorang menuju parkiran mobil.
'Sepertinya orang ini sangat tahu tentang perusahaan kita bahkan berhasil meloloskan diri dari pantauan cctv," ujar Daniel yang mulai serius.
"Yes!! Akhirnya dapat juga nomor plat mobil itu," tutur Dennis.
Daniel segera menghubungi seseorang untuk mengetahui pemilik mobil itu mereka kembali menunggu hasilnya beberapa menit lagi.
Mereka bergegas mengikuti mobil itu, Dennis mengerahkan seluruh anak buahnya.
Dia bahkan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa peduli rambu lalu lintas. Ia sudah melanggar aturan berlalu lintas tapi,sama sekali tidak dipedulikannya.
"Mereka terlalu berani menyentuh istriku, jika sampai mereka membuat lecet kulit dari wanitaku, mereka akan melihat akhir dari hidup mereka hari ini," geramnya Dennis.
Sedangkan Daniel hanya terdiam tanpa berniat ingin menggangu kenyamanan yang dilakukan oleh Dennis adiknya itu.
Ia juga menelpon anak buahnya untuk menyerahkan urusan acara ultah dan memberitahukan kepada orang tuanya kalau ia sudah pulang karena tidak enak badan.
"Aku akan memperlihatkan kepada kalian siapa itu Dennis Ritchie Valens Edgardo kepada mereka yang sudah berani menyinggungku dan merusak kesenangan kami," umpatnya Dennis.
Dania di bawah ke suatu rumah yang letaknya jauh dari Kota bahkan rumah itu berada di di pinggiran hutan. Dania di bawah ke dalam ruangan dan kemudian diikat kedua kaki dan tangannya serta disumbat mulutnya dengan kain yang cukup tebal.
__ADS_1
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Cinta Pertama loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Baby Sitter Pilihan
Dewa dan Dewi
Merebut Hati Mantan Istri
Duren, i love you
First Love Rubi Salman
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..