Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 175


__ADS_3

David berlalu dari hadapannya Citra Kirana Ariesta Edgardo tanpa sepatah katapun. Mereka seperti seseorang yang tidak pernah saling kenal sebelumnya.


Citra melakukan hal itu, bertujuan agar rahasia mereka tidak ketahuan di depan orang lain. Hidupnya hingga detik ini sudah cukup aman dan damai, tidak perlu mencari hubungan baru yang mungkin ke depannya akan menjadikan ia dilema.


"Cukup aku mencintaimu dalam diamku, walaupun kau adalah ayah dari kedua anak kembarku tapi, aku tidak akan pernah menuntut kamu untuk bertanggung jawab atas kehidupan mereka berdua," batinnya Citra yang berjalan ke arah kamar perawatan Abangnya Dennis Ritchie Valens Edgardo.


Setelah beberapa saat, rombongan berniat untuk meninggalkan tempat perawatan Dennis Ritchie Valens Edgardo, tapi tiba-tiba Citra dan Cinta datang ke tempat itu dan tidak sengaja berpapasan dengan David. Citra diam-diam memperhatikan David, ia tidak menyangka jika ia akan selamanya berhubungan dengan ayah biologis dari kedua anak kembarnya Zatan dan Zameera.


David menatap intens ke arah Citra yang berlalu dari hadapannya dengan senyuman tipis seolah mereka baru pertama kali saling bertemu saja.


"Apa pun akan aku lakukan agar aku bisa menikahimu dan kedua anak kembarku berada dalam genggamanku bersama bundanya," batinnya David.


"Bersabarlah hati, insya Allah…secepatnya aku akan melamar kamu langsung di hadapan Pak Edgardo, aku tidak akan mundur sedikit pun walaupun nantinya aku ditolak," gumam David Hermansyah Wijaya.


Mungkin karena Citra memiliki putra dan putri saudara kembarnya jadi disaat mereka berpapasan ada perasaan aneh yang dirasakan olehnya sangat kuat dan membuatnya menghentikan langkah kakinya sejenak lalu kembali melanjutkan perjalanannya menuju kamar perawatan Dennis.


Diluar dugaan Citra segera berlari mengejar David yang sudah berada di dalam lift. Untung saja mereka segera meninggalkan lokasi rumah sakit medical center. Usaha Citra gagal, bahkan dia sudah menganggap David sedikit gila.


"Citra sadarlah apa yang kamu lakukan, ingat ini adalah tempat umum,papa kamu juga ada di sini," batinnya Citra yang menggelengkan kepalanya yang berusaha untuk menyadarkan pikirannya yang sudah kacau.

__ADS_1


"Tapi Citra, kakak sangat yakin kalau anak kamu itu adalah anak kita masih hidup dan orang tadi adalah David pria yang tidur bersamaku dulu," terang Citra.


Di dalam mobil, David mempertanyakan mengapa dan kenapa Citra memutuskan untuk belum menceritakan kepada keluarganya kalau mereka memiliki hubungan dan juga mempunyai anak kembar juga.


Citra menatap ke arah David, "apa tindakan yang kakak ambil sudah baik? menurut aku sebaiknya kita tunggu waktu dan kesempatan yang bagus dulu baru jujur kepada mereka kak," tuturnya Citra.


David hanya diam seribu bahasa tidak tahu harus berbicara dan mulai dari mana.


Citra masih sangat kecewa dengan sikap keluarganya yang menentang hubungannya dengan David.


"Maafkan aku sayang, aku belum siap untuk Jujur kepada mereka apa lagi kamu tahu Abang Dennis masih dalam keadaan koma," tampiknya Citra.


"Tapi sampai kapan Citra! aku tidak sanggup berpisah lagi dengan anak-anakku, kakak tahu setiap saat hati dan pikiranku selalu memikirkan keadaan anak-anakku bahkan makan pun tidak enak tidur juga tidak nyenyak apa lagi aku mengetahui kondisi dari anak-anakku itu yang masih kecil sangat butuh kehadiran papanya," pungkas David dengan cukup serius dan tegas..


"Sabar yah sayang, aku hanya cari waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya kepada mereka, tolonglah untuk bersabar sedikit lagi," tampik Citra yang berusaha untuk meyakinkan sambil memeluk tubuh kekasihnya dari samping karena David yang sedang menyetir mobilnya dengan serius.


"Tapi kak..." Citra belum menyelesaikan perkataannya tiba-tiba David membungkam mulutnya Citra dengan bibir seksinya.


David segera mematikan mesin mobilnya lalu menepikan mobilnya ke tepi jalan. David semakin memperdalam ciumannya dan Citra awalnya ia sama sekali tidak berniat membalas dengan penuh gairah, tapi karena dorongan dari dalam dan bantuan dari pihak ketiga akhirnya Citra pun mampu membalas dan menyaingi kemampuan David sendiri.

__ADS_1


Mereka berciuman di atas mobil untuk meluapkan rasa sedih keduanya cinta yang belum mendapatkan restu sedikit pun dari kedua orang tuanya. Citra mencium kekasihnya itu, agar David bisa tenang dan sabar yang kembali terpisah dengan anak-anaknya.


Ciuman mereka semakin menuntut dan tangannya David sudah menyusup dan bergerilya ke arah yang lebih sensitif di area tubuh ibu dari kedua anak kembarnya tersebut. Sudah beberapa hari ini David menahan hasratnya dikarenakan mereka sedang mencari keberadaan Icha, Fina dan juga calon mama mertuanya itu.


David membalas dengan penuh gairah apa yang sedang dilakukan oleh Citra diatas tubuhnya yang sudah tidak memakai selembar kain apapun yang membungkus tubuhnya yang kekar dan berotot itu.


Tapi, sebelum David melanjutkan destinasinya di atas aset Citra, tiba-tiba hpnya berdering dan ternyata itu panggilan dari Daniel Mananta Wijaya kakak sepupunya itu.


Terpaksa kegiatan keduanya harus segera diakhiri. David melihat sekitarnya jika mereka berada di tengah hutan belantara harus terhenti di karenakan gangguan dari Daniel Mananta Wijaya.


Mobilnya David memang sudah dimodifikasi dengan sebaik dan secanggih mungkin untuk mempersiapkan. Jika sewaktu-waktu keduanya tiba-tiba ingin berwisata bersama kekasihnya yang tidak lama lagi akan menikah dengan untuk meraih puncak kenikmatan. David menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar, kemudian mau tidak mau harus mengangkat telponnya.


David segera memberikan kode kepada Citra untuk diam, "Daniel ada apa?" Dengan suara berat yang sedang menahan hasratnya belum tersalurkan.


"Apa!! kamu tidak salah informasi kan, itu tidak mungkin sekali Daniel!" Kilahnya David.


Dua bulan kemudian, Dennis sudah dinyatakan sembuh total dari penyakitnya. Dennis perlahan memperlihatkan kemajuan yang signifikan hal ini membuat semua anggota keluarganya sangat bahagia. Dania pun tersenyum bahagia karena suaminya sudahmelewati masa kritissnya dan sudah sadar dari komanya walaupun ia harus kehilangan calonbayinya.


Dania Andira Aulia Ramadhani Kusuma harus mengalami keguguran kandungannya karena terlalu banyak beban pikiranpikiran yang dideritaanya.

__ADS_1


Setelah dari umah sakit tepatnya di makam neneknya Nyonya Margareta. Mereka memutuskan mereka melanjutkan perjalanan ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi mereka berdua.


Setelah dari tujuan mereka itu, mereka memutuskan untuk pulang saja karena ingin packing barang-barang yang akan mereka bawa. Tapi di dalam perjalanan, Dennis Ritchie Valens Edgardo melihat seseorang yang membuatnya kaget dan ingin mengejar orang itu untuk memastikan apa penglihatannya tidak salah. Tepatnya di lampu merah menyala ia, melihat ada seseorang yang selama ini ia tidak duga.


__ADS_2