
Bagi keduanya mereka tak permasalahkan dihina tapi,satu hal yang perlu diperhatikan jangan sekali-kali kalian katakan kalau anak haram.
Icha dibuat geram dengan ucapan Winda yang menyebut dan menyindir mereka adalah anak haram, "Siapa bilang kami adalah anak haram hah!!" Kesalnya Icha yang sudah ingin menarik kembali rambut panjang kepang duanya.
"Kenapa meski marah! Jika kalian adalah bukan anak haram, terus kalau kamu bukan anak hubungan di luar nikah, berarti dimana keberadaan ayahmu saat ini, kamu sudah lama sekolah disini tapi kami belum pernah melihat ayah kalian datang ke sekolah ini?" Sarkasnya Winda.
"Papa kami itu kerjanya di luar negeri dan rencananya akan pulang tahun ini," ungkapnya Dafina.
"itu kan cuma alasan mamamu saja, kalian bego sudah percaya dengan kebohongan yang dilakukan oleh mama kamu dan aku yakin mamamu pasti itu pembohong! Jadi kalian sudah ditipu mentah-mentah!" Sarkasnya Winda yang mulai memanaskan kembali suasana agar anak kembar itu mulai emosi dan dapat teguran dari Pak guru mereka.
Winda sengaja menekan kata-katanya untuk membuat emosi si kembar agar mereka mendapatkan hukuman. Icha yang mendengar hinaan dan cacian dari mulutnya Winda spontan maju ingin mengjambat kembali rambutnya Winda.
Tapi hal itu tidak terjadi karena kepala sekolah beserta wali kelas mereka cepat datang. Sehingga langkahnya Icha harus berhenti ketika sudut ekor matanya melihat kedatangan beberapa guru dan juga kepala sekolah.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya pak kepala sekolah Pak Sukanda.
__ADS_1
Winda tersenyum penuh kelicikan,"Icha yang mulai duluan Pak, ia mengjambat rambutku, lihat ini buktinya Pak," jelasnya Winda seraya menunjuk ke arah rambutnya yang sudah acak-acakan.
Fina mulai jengah melihat kelakuan dan kebohongan yang diungkapkan oleh Winda, "dia bohong pak, ia yang duluan mendorongku Pak sehingga aku terjatuh, lihat saja kakiku luka ini buktinya sudah sangat jelas," Fina memperlihatkan luka yang ada di lututnya dengan sedikit bumbu dramatis.
Raut wajahnya Fina sengaja dibuat sedih, memelas dan seperti orang yang sedang menahan kesakitan saja. Apa yang dilakukannya itu mendapat simpatik dan perhatian khusus dari pak kepala sekolah.
Winda maju ke depan, "Fina! bohong Pak dia yang duluan kok, saya tidak bohong," sanggahnya Winda.
Icha mulai menyunggingkan senyum liciknya, "apa yang dikatakan oleh adikku benar adanya Pak, kalau Bapak tidak percaya silahkan tanya teman yang ada di luar yang ikut upacara tadi, Winda juga mengatai kami itu anak haram Pak," jelasnya Icha yang mulai berpura-pura menangis dan ia pun menambahi sehingga kepala sekolah menjadi kebingungan.
Makasih banyak all readers…
I love you all..
Pengumuman!!!!!
__ADS_1
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.
Syaratnya Wajib:
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
__ADS_1
Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!