
"Oy kakak aku dengar dari Citrakatanya Paman tertembak waktu ingin menyelamatkan Aunty Sanaya dan cucu kembarnya?" tanya Cantika.
"Bukan papa Edgar yang tertembak tapi,Mas Dennis yang terkena tembakan dua kali hingga saat ini belum sadarkan diri dari komanya," kilahnya Citra seraya memeluk tubuhnya Dania yang sudah terisak dalam tangisannya.
"Mbak harus sabar dan strong Ingat Mbak Ita sedang hamil dan kami berharap secepatnya Abang Dennis pulih dari sakitnya," tutur Cantika.
"Iya, makasih banyak atas doanya dan dukungan morilnya," tuturnya Dania Andita Aulia Ramadhani Kusuma yang masih sangat sedih apalagi mengingat dirinya sedang hamil tiga bulan anak ketiga mereka.
"Terus keadaannya Bang Dennis gimana gimana kak, apa sudah sadarkan diri atau gimana?" tanyanya Cantika Putri Adijoyo.
"Abang Dennis masih belum sadarkan diri dan dokter mengatakan kalau Abang koma dan masih kritis," jelasnya Cinta Andira Sagita Edgardo.
"Mbak yang sabar yah, aku akan membantu kamu untuk menjaga Abang di rumah sakit Mbak kan sedang hamil," ucap Cantika senantiasa menggenggam tangannya Dania kakak ipar sepupunya itu.
"Alhamdulillah kalau kamu ingin membantu kami menjaga suamiku, karena beberapa hari kedepan saya tidak bisa berada di rumah sakit untuk menjaga Bang Dennis,"pintanya Cantika yang menawarkan bantuannya setelah melihat kondisi psikis dan mentalnya Dania istri dari sepupunya itu.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, aku sangat bahagia dan bersyukur mendengar perkataannmu," ujarnya Dania yang sedikit bisa bernafas lega.
"Tidak apa-apa kok Kakak,aku selalu siap dan ikhlas melakukannya tanpa Kakak suruh pun aku bersedia," tampiknya Cantika lagi
__ADS_1
"Makasih banyak Andita, tolong jaga Mas Dennis, karena aku sudah mendapat kabar keberadaan anak-anaknya Mbak Dania dan juga Mama Sanaya katanya anak buahnya papa sudah bergerak ke tempat penyekapan mereka dan kita harus mendoakan mereka agar hari ini ditemukan dalam keadaan yang baik-baik saja," Ungkap Cinta.
"Alhamdulillah kalau gitu kakak, semoga mereka segera ditemukan dan diselamatkan dan bisa kembali berkumpul dengan kita dalam keadaan yang selamat," imbuhnya Cantika.
"Amin ya rabbal alamin, makasih banyak atas bantuannya," ujar Dania lagi.
"Kalau gitu aku pamit dulu, tolong sampaikan kepada Papa Kalau kami telah berhasil menemukan posisi mereka, Karena aku sudah menghubungi handphone nya papa tidak aktif tapi belum juga diangkat teleponku," ujar Citra.
"Siap dilaksanakan Kakak kami akan menjalankan sesuai dengan petunjuk," Cantika mengiyakan.
"Makasih, assalamu alaikum," ucap salam Cinta dan Dania yang meninggalkan kedua perempat yang baru bisa bernafas dengan baik setelah kepergian saudaranya itu.
"Waalaikum salam," jawab mereka berdua.
Persiapan Daniel dan David kali ini tidak lah main-main, mereka menerjunkan seluruh anak buah terbaiknya dan bantuan dari pihak kepolisian dan tentara nasional republik Indonesia beserta seluruh keluarga besar Edgardo Wijaya Miller Sing.
Citra baru bisa bernafas lega setelah kepergian kakak kembarnya itu dari kantin rumah sakit.
"Syukur Alhamdulillah… mereka tidak mendengar pembicaraan kami, semoga saja nantinya juga kedua anakku aman dan tidak terjadi sesuatu di Sidney Australia walaupun aku tinggalkan putri dan putraku yang baru berusia dua tahun lebih itu," batinnya Citra.
__ADS_1
David segera berlari kecil sambil mengangkat telponnya karena tidak ingin terlambat sedikitpun,"Halo Diki! kamu dari mana saja, dua hari aku hubungi tapi nomor kamu selalu di luar jangkauan," ungkap David yang sudah berada di sekitar parkiran mobil yang mengenyampingkan urusan pribadinya dengan mantan kekasih satu malamnya.
"Posisiku sekarang di tengah hutan dan baru saja handphoneku dapat sinyal, makanya aku segera menghubungimu dan mengabarkan jika usaha kita sudah hampir berhasil," terangnya Diki lagi.
"Kamu baik-baik saja kan, gimana dengan yang lainnya Diki?" tanya David dengan cemas yang sudah bersiap menyalakan mesin mobilnya itu.
"Alhamdulillah Allah melindungi dan membantu kami, padahal aku sudah hampir putus asa dengan keadaan di sini dengsn medan yang cukup sulit, tapi pihak kepolisian sama sekali tidak ingin kami menyerah begitu saja," tampiknya Dion yang mengambil alih hp dari telinganya Diki.
"Aku akan kirimkan bantuan segera ke lokasi keberadaanmu dan jangan takut sama sekali oke!" ucapnya David.
Dion bisa bernafas lega sedikit, "Oke, aku tunggu, ingat bawalah alat pelacak yang bisa membantu dan kerahkan seluruh anak buah Tuan Edward yang Paling kuat dan persenjatai mereka dengan lengkap, karena musuh kita bukanlah orang sembarang yang bisa kita sentuh dengan mudahnya," jelas Diki panjang lebar.
"Kamu hati-hati dan jaga baik-baik diri kalian masing-masing dan posisi kamu aman kah di sana atau minta bantuan dari pihak tentara juga boleh," usulnya David.
Diki memperhatikan sekitarnya, "Aku berada tidak jauh dari markas mereka, oiy mobilku aku simpan di jalan tidak jauh dari hutan, aku sengaja menyimpannya agar mereka tidak curiga dan lebih aman jika aku berjalan kaki ke sini dengan anggota yang lain," ungkap Dion.
"Baiklah, selalu waspada dan jangan gegabah tunggu aku akan segera ke sana dengan bala bantuan, kalian harus tahu kondisi tuan Muda Dennis Ritchie Valens Edgardo dalam keadaan koma hingga detik ini," tuturnya David Hermansyah Renan.
"Siap!!" teriak Diki dan Dion.
__ADS_1
Sambungan telpon pun terputus, David segera ke markas besarnya untuk menyiapkan perlengkapan yang akan dia bawa beserta memilih anak buahnya yang paling terbaik. Dion dan Diki melanjutkan pengintaiannya dan berharap keadaan keluarganya di dalam sana baik-baik saja.
Sedangkan di Dalam sel tempat Sikembar dan neneknya disekap, mereka sudah tampak kelelahan dan dalam kondisi yang tidak baik. dikarenakan mereka belum makan dan minum selama mereka berada di ruang bawah tanah itu.