
Dennis segera melihat arah telunjuk dibawah nya. Dennis sungguh begitu terkejutnya juga setelah menyadari apa yang terjadi padanya itu. Dan segera membetulkan posisi handuknya.
"Ya Allah… ternyata pokok kehidupanku pengen menikmati udara segar dan pemandangan kota Paris sepertinya," candanya Dennis yang tersenyum cengengesan menangapi teriakan dari istrinya itu.
Denis hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya sendiri. Dan langsung berlari ke arah Dania dan tanpa aba-aba lalu segeramenggendong Istrinya ala bridal style.
"Apa Mas Dennis sudah mengetahui jika aku sedang hamil anaknya yah?" Batin Dania yang menatap intens ke arah dalam bola matanya Dennis Ritchie Valens Edgardo suaminya tercinta.
Dennis membawa Dania ke atas ranjang king size-nya. Dan menurunkan tubuh Dania dari dalam gendongannya dengan sangat perlahan dan sangat pelan serta hati-hati.
"Makasih banyak sayang aku sangat bahagia mengetahui jika kamu sedang hamil anaknya Dennis Ritchie Valens Edgardo," teriaknya Denis berulang kali hingga suaranya menggema di setiap sudut ruangan tersebut.
Dania belum paham dengan maksud dari perkataan Dennis karena masih ragu dengan hal itu. Ia belum mengetahui kalau suaminya itu sudah mendapatkan kotak yang disimpannya di atas lipatan pakaian gantinya.
"Aku yang seharusnya berterima kasih karena Mas telah sudi dan tulus serta ikhlas memasakkan makanan yang paling enak dan paling lezat sedunia untuk Dania seorang," imbuhnya Dania yang selalu tersenyum bahagia.
"Kamu tahu gak sayang,aku sangat bahagia setelah mendapatkan ini kotaknya yang ternyata di dalamnya adalah kamu dan aku akan mendapatkan seorang anak lagi!" Pekiknya Dennis sambil memperlihatkan benda yang berada di dalam kotak kecil itu.
Dennis langsung menciumi seluruh wajah istrinya. Dan tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT.
"Syukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah… tapi istriku sejak kapan kamu hamil anakku?" Tanyanya Dennis yang sudah memangku tubuhnya Dania sambil sesekali menyesap dan menghirup aroma wangi dari rambut panjangnya Dania.
Dania mengalungkan tangannya ke lehernya Dennis, "Aku tahu setelah perayaan ulang tahun pernikahan kita Mas fi Seoul Korea Selatan dan sebelum kita ke Paris," jelas Dania.
Dania waktu itu makan malam bersama dengan Dennis suaminya untuk merayakan anniversary pernikahannya yang ke sepuluh tahun itu.
"SyukuAlhamdulillah… Hotel!! Aku akan menjadi seorang Papa lagi, Alhamdulillah akhirnya aku bisa menjadi suami siaga hal ini lah yang telah lama aku idamkan sejak dulu sayang!" ucap Dennis seraya meneteskan air mata kebahagiaannya.
__ADS_1
Dennis sudah memangku tubuh Dania dengan penuh hati-hati. Dan memeluk erat tubuh istrinya itu seolah-olah akan ada yang merebut Dania dari dalam pelukannya itu.
"Lepas dong Mas, saya sesak nih," keluhnya Dania.
"Maafkan Kakak sayang, aku sama sekali tidak sengaja," ratapnya Dennis sambil melepaskan pelukannya.
Dania memiliki satu cara yang jitu dan ampuh untuk menguji cinta dan kasih sayangnya Dennis padanya walaupun apa yang dipikirkannya itu sedikit keterlaluan.
"Sepertinya aku harus mencari cara yang tepat untuk mengerjai Mas Dennis deh," batinnya Dania yang tersenyum penuh maksud.
"Sudah berapa bulan kandunganmu sayang?"Tanya Dennis yang sangat antusias menyambut berita gembira ini.
"Alhamdulillah sudah jalan tiga bulan Mas, apa kamu sangat bahagia setelah mengetahui jika aku hamil?" Tatapan matanya tajam menelisik ke dalam kedua bola matanya Dennis.
"Berarti sudah bisa dicek ya jenis kelaminnya?" Tanyanya Dennis.
Kebahagiaan terpancar dari raut wajahnya Dennis yang berbinar binar terang saking bahagianya. Dennis segera menghubungi dokter pribadi keluarga besarnya dan menyuruh dokter itu segera datang.
"Kamu tidak boleh banyak goyang, banyak pikiran dan harus makan dan minum minuman yang sehat dan segar agar calon bayi kita selalu sehat," titah Dennis.
"Kakak aku ini bukan seorang yang penyakitan tapi, hanya wanita yang sedang mengandung saja jadi sikapnya seperti gini juga kali Mas," elaknya Dania yang bahagia dengan tingkahnya Dennis sangat antusias mendengar kabar bahagia itu yang kembali datang menaungi bahwa sedang hamil anak ketiganya dan Dania berharap jika anaknya itu adalah berjenis kelamin laki-laki.
"Andai saja Mas dulu ada di sampingku waktu aku hamilkan Danisha dan Dafina pasti aku akan sangat bahagia," gumamnya Dania yang berubah sendu.
Dennis segera memakai pakaiannya dan menunggu kedatangan Dokter yang telah dia telpon. Tiba-tiba Daniia merasakan sesuatu yang aneh dari bagian perutnya.
"Aahh kak sakit!" Keluhnya Dania yang mengeluh kesakitan dibagian rahimnya.
__ADS_1
Dennis kaget dan segera mendatangi Istrinya yang tengah berbaring di ranjang king size-nya.
"Saatnya akting dimulai," Dennis membatin.
Dennis sangat panik karena ini pertama kalinya Dania mengeluh kesakitan dan itu di bagian rahimnya lagi mengingat jika Istrinya itu sudah menjadi seorang ibu hamil.
"Kamu kenapa sayang??" tanyanya Dennis yang sudah panik dan tidak tahu berbuat apa-apa lagi melihat istrinya yang kesakitan.
"Sakit Mas, tolong!" Keluh Dania yang sudah mengeluarkan keringat dingin dan sudah meneteskan air matanya yang padahal keringat itu hanya air yang diam-diam ambil dan percikkan ke wajahnya ketika Dennis perhatiannya teralihkan.
Dennis segera menghubungi Pamannya adik dari papanya yaitu Pak Renald untuk segera ke kamarnya.
Dania kasihan pada suaminya itu yang sudah sangat khawatir sehingga ia memutuskan untuk mengakhirinya kejahilan dan permainan suaminya itu.
Beberapa hari kemudian, Dennis Ritchie Valens Edgardo bertemu dengan adik dari ibunya itu. Pak Richard Kevin Durant. Pak Richard mulai bercerita tentang kisah hidupnya waktu itu.
Mereka berdua dengan seksama dan diam mendengarkan curhatan uncle Richard. Dania tidak ingin memotong atau pun menyanggah pembicara uncle Richard yang menurutnya menyentuh relung hatinya yang paling dalam.
Entah kenapa apa yang diceritakan oleh Uncle Richard seakan-akan dia berada ditempat dan waktu kejadian itu. Ada oerasaan aneh yang timbul dalam hatinya.
"Ya Allah… kenapa hatiku sangat teriris sembilu dan sangat sedih,"Lirihnya Dania Andira Aulia Ramadhani.
"Ya Allah… dia sangat mirip dengan mamanya, aku yakin dia adalah putriku yang hilang itu karena kekasihku sangat mirip dengan wajahnya istrinya Dennis keponakan aku sendiri, tapi dia sudah menghilang entah kenapa, apa Amelie masih hidup entah, karena sejak aku melihatnya aku yakin kalau dia adalah putriku bersama dengan Amelia Angelia Salim," Pak Ricard membatin.
Dania mengelus punggung tangannya pak Richard Kevin Durant yang seolah pria itu sangat dekat di dalam hatinya, "Oy uncle apa uncle tidak memiliki foto ataupun sesuatu tentang istrinya Uncle Richard?" Tanya Dania kepada uncle adiknya mama mertuanya itu.
"Kalau masalah Alhamdulillah Uncle punya, waktu itu Kami sedang makan di resto favorit kami," ucap Uncle Richard
__ADS_1