
David Hermansyah Renan segera pergi dari rumah sakit, walaupun masih ada urusan pribadinya yang harus segera dia selesaikan, tapi hidup dan matinya anak dari atasannya itu lebih penting.
Keterkejutannya sedikit dia tutupi dari orang lain. dia tidak menyangka jika perempuan yang dia renggut kesuciannya atas dasar suka sama suka itu dalam keadaan sama-sama mabuk ternyata hamil dan memiliki anak kembar cewek dan cowok.
"Citra Kirana Ariesta Edgardo semoga kamu tidak pergi bersembunyi lagi dariku aku akan membuktikan dunia jika kamu adalah calon istriku dan ibu dari anak kembarku," gumamnya David.
David memutuskan untuk bergegas ke markas besarnya untuk menyiapkan perlengkapan dan memeriksa seluruh anak buahnya yang akan terjun langsung ke lapangan membantu untuk menyelamatkan istri dan kedua cucunya Pak Edgardo Maiyer Sing, yaitu Nyonya Besar Sanaya Miller Edgardo dan Si kembar Danisha dan Dafina.
"Siap!!" teriak Diki dan Dion.
Sambungan telpon pun terputus, David segera ke markas besarnya untuk menyiapkan perlengkapan yang akan dia bawa beserta memilih anak buahnya yang paling terbaik. Dion dan Diki melanjutkan pengintaiannya dan berharap keadaan keluarganya di dalam sana baik-baik saja.
Sedangkan di Dalam sel tempat Sikembar dan neneknya disekap, mereka sudah tampak kelelahan dan dalam kondisi yang tidak baik. dikarenakan mereka belum makan dan minum selama mereka berada di ruang bawah tanah itu.
Setelah segala persiapan mereka sudah siap dan rampung mereka pun melakukan perjalanan melalui jalur darat. Perjalanan mereka tempuh lumayan jauh, sehingga mereka menyiapkan seluruh persediaan bahan makanan dan persenjataan lengkap yang cukup banyak dan mutakhir serta canggih.
__ADS_1
David kali ini tidak ingin menerima kegagalan. Dia betul-betul mengerahkan seluruh dan segenap kemampuannya dalam juga anggota terbaiknya yaitu dimiliknya yang sudah dilatih cukup keras dan giat tak henti.
Setengah perjalanan mereka harus meninggalkan mobil yang mereka pakai dan melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Karena untuk mencapai lokasi keberadaan Diki dan Dion haruslah menempuh dengan berjalan kaki.
"Pantesan mereka kesulitan untuk mendapatkan keberadaan Icha dan Fina karena kondisinya sungguh butuh perjuangan keras," gumamnya David.
Hal tersebut mereka pilih agar terhindar dari anak buah penjahat itu walaupun harus bersusah payah dan berjuang lebih keras lagi.
Hanya ini jalan alternatif terbaik untuk mengindari gesekan yang tidak diinginkan. Sebenarnya mereka bisa saja langsung ke lokasi itu dengan mengendarai mobil tapi, untuk keamanan dan kelancaran strategi mereka yah harus berjalan kaki saja.
David tidak membawa semua anak buahnya, tapi ada sekitar lebih sepuluh orang yang berjaga di lokasi penyimpanan alat-alat dan mobil mereka. Davud akan menghubungi mereka, jika sewaktu-waktu David membutuhkan bantuan dari anak buahnya yang tinggal di camp hanya dengan cara menghubungi mereka sudah siap diterjunkan.
Sore harinya, rombongan anak buahnya Daniel dan David telah sampai ke pondok tempat persembunyian Diki dan Dion. Dion, Diki, serta David kembali memakai masker alat pelindungnya karena mereka belum merencanakan untuk membuka jati dirinya di depan musuh-musuh mereka seperti itulah kebiasaan dari ke tiga orang ini. Tertutup wajahnya dari anggota anak buahnya sendiri.
Setelah anakak buahnya selesai mendirikan tenda sebagai tempat peristirahatan. David menyuruh kepada anak buahnya untuk beristirahat sejenak sambil menunggu waktu shalat isya sebelum mereka beraksi untuk menghancurkan gembong penjahat itu yang sudah menghancurkan hidup seseorang.
__ADS_1
"Kalian istirahat lah dulu, nanti jam 8 kits
kita berkumpul untuk membahas rencana selanjutnya yang nantinya akan kita tempuh!" Perintah dari David kepada anak buahnya.
"Baik bos!!" jawab serentak mereka lalu bubar barisan.
Mereka berjalan menuju tenda yang sudah mereka bangun. Lokasi yang mereka tempati sekarang adalah lokasi paling strategis dan paling aman dari jangkauan anak buah penjahat dan mata-matanya itu.
"Citra ternyata hamil anakku, padahal waktu itu saya hanya melakukannya dua kali saja, aku akan bertanggung jawab walaupun nantinya Tuan Besar Edgardo Maiyer Winata Sing menolak keras hubungan kami, tapi aku tidak akan mundur sedikit pun kalau perlu aku akan menikahi Citra secara diam-diam," cicitnya David sambil menyeruput secangkir kopi hangat di dalam genggaman tangannya.
Waktu telah menunjukkan tepat kurang lebih 8 malam, mereka kembali berkumpul untuk membahas rencana selanjutnya. Seharusnya mereka sudah berkumpul Setelah shalat isya, tapi karena masih banyak dari mereka yang belum makan malam jadi terpaksa pertemuannya di undur beberapa menit kemudian.
Diki masuk ke dalam tendanya David,"David! apa kamu sudah memiliki rencana untuk menyelamatkan keluarga bos besar?" Tanyanya Diki di belakang David.
Sedangkan David Hermansyah yang tidak menyadari kedatangan Diki cukup dibuat terkejut dan tersentak kaget karena merusak lamunannya.
__ADS_1