
Dennis mencicipi salah satu kue tersebut sambil ikut berbincang-bincang," kalau Icha gimana? Tapi Papa yakin putriku juga pasti juara kan!" Tanyanya Dennis.
Danisha dan Dafina berbeda kelasnya, ada yang dikelas 6b dan 6a. Sehingga berangkat ke sekolahnya mereka berbeda tidak barengan.
Perbincangan mereka malam itu terasa hangat dan canda tawa terdengar jelas dari dalam dapur.
"Icha juga dapat nilai paling tertinggi di kelas loh Mama, Papa," timpalnya Danisha.
Dennis tersenyum bahagia seraya mengelus kepala anak-anaknya,"Alhamdulillah ternyata anak-anak Papa sangat pintar!" Pujinya Dennis Ritchie Valens Edgardo.
Dania tersenyum bahagia,"Siapa dulu dong Mamanya," ucapnya Dania.
Mereka tertawa bersama sambil menikmati kue dan minuman yang ada di hadapan mereka yang sudah duduk di ruang keluarga mereka sambil menonton sepakbola piala dunia antara Francis vs Polandia.
"Syukur Alhamdulillah… senyuman dari ketiga perempuan tercantik, terbaik,tersholeha yang aku miliki ini membuat hidupku semakin sempurna dan lengkap, makasih banyak ya Allah… Engkau masih memberikan aku kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga kecilku," batinnya Dennis.
Dennis menggenggam tangannya Dania sambil sesekali mengecupnya dengan penuh kasih sayang, "Insya Allah sabtu sore kita akan kembali ke Ibu kota Jakarta, gimana apa kalian sudah siap?" Ujarnya Dennis.
Dania spontan langsung menatap suaminya seakan-akan meminta penjelasan kepada suaminya itu, tapi Dennis hanya menjawab tatapan istrinya dengan senyuman saja.
"Hore kita akan pulang ke kota, aku sangat bahagia Papa!" Tuturnya Icha yang kegirangan karena impiannya akan segera terealisasi.
Fina mengelus wajahnya saking bahagianya," syukur Alhamdulillah, makasih banyak Papa, Fina sayang banget sama Papa!" Tutur Fina sambil memeluk tubuhnya Dennis.
__ADS_1
Kedua anak kembarnya bahkan sudah lompat-lompat di tempatnya saking bahagianya mendengar perkataan dari papanya itu dengan rencananya akan kembali ke Ibu kota kalau mereka akan pulang.
Dania meminta penjelasan kepada suaminya. Karena dia sangat tahu kalau suaminya sangat berat untuk memutuskan untuk kembali lagi ke Kota dan Dania yakin kalau pilihannya Dennis pasti tidak mudah ia putuskan.
"Gimana, apa kalian bahagia Nak!" tanya Dennis sambil mengelus rambut panjang Icha yang diikat dua itu.
"Alhamdulillah banget Papa, aku sangat senang dan bahagia kan kita akan kembali berkumpul dengan keluarga yang lain dan juga dengan teman sekolahnya Danisha," balasnya Icha yang cukup dewasa memaknai hidup yang sudah membayangkan perjalanannya nanti ketika mereka pulang.
Dennis menatap ke arah anak keduanya itu, "Kalau Fina gimana apa masih mau tinggal disini atau pulang?" Tanyanya Dennis lalu memeluk tubuhnya Fina.
"Saya juga sangat bahagia, karena tidak lama lagi akan berjumpa dengan Nenek Sanaya, Oma Martha, Nenek Rita, Aunty Dea dan juga Aunty Ririn dan teman-teman sekolahnya Icha pastinya,". Ungkap Icha.
Dania menatap suaminya dan ingin meminta penjelasan dari keputusan yang diambil Suaminya itu, "Alhamdulillah kalau kalian bahagia, kalau gitu waktunya tidur dan jangan lupa untuk sikat gigi kalian dan kalian harus...." Dennis sengaja memotong perkataannya tersebut sambil tersenyum cengengesannya.
Dennis kemudian melanjutkan kembali ucapannya jangan lupa baca doa sebelum tidur Nak!" Jawab serentak Icha dengan Fina sembari berjalan ke arah papanya.
Dennis bahagia melihat kedua buah hatinya karena cukup dewasa dan mandiri sehingga Dania istrinya tidak pernah direpotkan. Kedua pasangan suami istri itu melanjutkan pembicaraannya mengenai rencana kepulangan mereka ke Kota.
Dania menatap intens suaminya itu, "Apa Mas sudah mempertimbangkannya baik-baik niat kita yang ingin pulang menemui Papa dan Mama?" Dania masih bertanya-tanya dengan keputusan mendadak suaminya itu.
"Iya Sayang, insya Allah suamimu ini sudah memikirkan semuanya dengan baik, aku tidak ingin melihat lagi kesedihan itu di wajah anak-anakku jika aku menunda lebih lama lagi kepulangan kita," jelasnya Dennis.
Dania mengerutkan keningnya,"Tapi Mas Dennis, gimana dengan papa kalau beliau mengetahui kepulangan kita nantinya?" Dania masih sedikit tidak percaya dan keheranan dengan keputusan suaminya itu.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu risaukan semuanya dan segalanya Mas sudah pikirkan dengan matang jadi Mas minta padamu untuk bersikap tenang saja, Aku sudah memikirkan semuanya dan aku punya rencana untuk itu semuanya dengan baik!" Jelasnya Dennis.
"Kalau itu sudah menjadi keputusan Mas, Aku pasti mendukungnya dan berdoa untuk kelancaran dari rencana kita ini," imbuh Dania lagi.
"Makasih banyak Sayang, kamu memang Istriku yang paling the bestlah dan tidak akan ada duanya hingga akhir waktuku hanya Dania Aulia Ramadhani Kusuma David yang menjadi istriku," ungkap Denis dengan menggebu-gebu.
"Maksudnya kakak ada istri lain Kakak di luar sana yang kalah dari aku gitu!" Gerutu Dania yang mulai merajuk di hadapan suaminya pria yang sangat dicintainya setulus hati dan jiwa raganya.
Dania berdiri dan memperlihatkan wajah merajuk dan marahnya," ohh jadi Mas sudah menduakan Dania maksudnya gitu?" Ketusnya Dania yang berdiri di posisi duduknya dengan berkacak pinggang.
Dennis hanya nyengir dan jadi salah tingkah karena salah mengucapkan kata-kata yang membuat Istrinya ngomel-ngomel saking jengkelnya dengan perkataan suaminya.
Dennis segera berdiri lalu merangkul pinggang Istrinya itu dengan posesif, "Bukan begitu kok maksudnya Mas sayang, tapi hanya ada satu nama perempuan yang di dalam hatinya Dennis Ritchie Valens Edgardo," Dennis berbicara lantang sambil tersenyum sudah berdiri tegak lalu melerai pelukannya sembari menunjuk ke arah dadanya dengan penuh penghayatan dan dramatis.
Dennis tersenyum sumringah, "Hanya Daniia Aulia Ramadhani Kusuma David yang selalu mengisi hatiku bahkan hati ini sudah terisi penuh oleh namanya dan tak akan terganti hingga mataku tertutup nanti," jelas Dennis dengan serius.
"Maafkan Mas sayang yang tidak bisa berjanji karena saya tidak bisa berjanji karena janji kadang akan diingkari, tetapi aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dan akan selalu berusaha memberikan kebahagiaan sesuai kemampuanku kepada satu-satunya Istriku yaitu Dania Aulia Ramadhani Kusuma David hingga akhir nafasku," Dennis berucap seperti itu sambil berlutut di depan Istrinya dengan memberikan sebuket bunga mawar merah yang entah Dennis yang sudah ia persiapkan sebelumnya tanpa sepengetahuan Dania dengan bantuan kedua anaknya tentunya.
Dania berusaha melepaskan pegangan tangannya Dennis, tapi ia langsung berdiri dan menggendong Istrinya ala bridal style dan membawa istrinya ke dalam kamar mereka. Dania spontan melingkarkan kedua tangannya ke leher suaminya itu dengan raut wajahnya yang berseri merona.
"Apa kamu suka dengan pemberian hadiah Mas yang sederhana ini enggak sayang?" tanya Dennis yang menunggu jawaban dari Dania mulutnya langsung.
Dania segera menyentuhkan jari telunjuknya di depan bibirnya suaminya itu, "jangan bicara seperti itu, Aku sangat bahagia karena sudah diberikan hadiah yang sangat cantik dan harum, makasih banyak atas bunganya sayang, aku sangat suka dengan hadiahnya Mas ini," balasnya Dani sambil mengecup sekilas bibirnya Dennis dalam gendongan.
__ADS_1
"Sayang aku ingin meminta hakku malam ini, jadi Mas harap kamu bersiap lah," lirihnya Dennis di telinga istrinya dengan bisikan yang membuat Dania tersenyum kegelian.
Dania hanya tersenyum malu-malu dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari suaminya itu.