Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 172


__ADS_3

David Hermansyah Hernan dengan Diki Alvian Dharmawan menyiapkan senjatanya untuk berjaga-jaga. David tanpa sengaja mendengar tangisan dari puteri dan calon mama mertuanya sehingga, dia semakin menambah kecepatan melancarkan larinya.


"Kalau gitu Aku akan menembak kepala cucu keduamu saja, biar kamu lihat gimana kondisi seseorang menghadapi ajalnya di depan matamu Nyonya Sanaya!" Ancam Darius Stepanus.


Darius tanpa perasaan langsung mengarahkan senjatanya ke arah kepalanya Dafina. Dia tidak tahan lagi untuk melihat cucu keturunan Edgardo Muller Winata Sing meninggal dunia langsung di depan matanya sendiri.


"Hancurkan semua anggota bajingan itu sampai tidak berbekas hingga sampai ke akar-akarnya, jangan biarkan mereka memiliki kesempatan untuk membalas lagi!" Gerutu Diki.


"Jangan khawatirkan kami di sini, aku pasti melakukan sesuai perintahmu," ucap Dion yang tinggal bersama beberapa polisi dan anggota TNI yang tersisa.


David dan Diki segera bersiap diri untuk berlari menuruni tangga menuju lantai ruang bawah tanah. Semakin dekat ke ruang bawah tanah, mereka semakin dibuat khawatir dengan keadaan keluarganya. Bahkan keduanya sudah berfikiran yang macam-macam.


"Aku hitung 1 sampai 3 yah agar lebih mudah kamu mengahadapi ajalmu!" Ketusnya Darius lagi.


Bu Sanaya sudah berlutut di hadapan Darius dengan air matanya yang berlinang, "Aku mohon Nak jangan kamu sakiti lagi cucuku, biarkan aku yang menggantikan posisi cucuku saja lagian aku sudah tua sedangkan cucuku masih anak-anak kasihan," ratapnya Bu Sanaya yang memohon.


Nyonya Sanaya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi karena apa yang dilakukan olehnya agar tidak membuat pendirian Darius tetap kepada pendiriannya dan goyah untuk menarik pelatuk pistolnya tersebut..


Darius tersenyum licik, "1, 2, tiga…"


Sebelum hitungan terakhir dari Darius tiba-tiba pintu terbuka dari luar. Hal itu membuat Darius menolehkan kepalanya ke arah pintu. Darius hanya menyunggingkan senyumnya setelah melihat siapa yang datang dan telah mengganggu kesenangannya.

__ADS_1


"Wooo akhirnya kalian datang juga sayangya Tuan Daniel Mananta Wijaya dan Dennis Ritchie Valens Edgardo tidak datang dan aku ucapkan selamat datang di rumahku, rumah yang akan menjadi tempat pemakaman kalian!" Cibir Darius.


Baku tembak pun tak terelakkan lagi, David langsung maju dan ingin menyerang Darius tanpa sepatah kata lagi karena melihat kondisi dari siikembar dan Ibu Sanaya. Mereka kaget dan shock setelah melihat siapa sosok yang telah membuat keluarganya hancur.


Karena David dan Diki yang tidak fokus dengan apa yang dilakukannya saking kagetnya melihat wajah dari big Bos penjahat itu dan tidak sengaja melihat kondisi Icha dan Fina.


Sehingga Diki dan David mendapatkan tembakan di bagian lengannya. Untung saja Dion yang datang tiba-tiba segera menarik tangan Diki untuk menghindari tembakan dari Darius yang mengarah ke bagian perutnya Diki.


Jadi perut Diki masih selamat dari panasnya timah hitam yang meluncur dari senapan angin milik Darius. Diki dibuat geram setelah melihat langsung kondisi keluarga dari kekasihnya itu. Ia sudah murka dengan semua kejahatan Darius sahabat nya sendiri walau pun tidak terlalu akrab.


"Aku tidak menyangka jika pertolongan Daniel padamu ternyata membawa bencana untuk keluarga Tuan Besar Edgardo!" Sarkasnya Diki.


"Kenapa! Apa kamu marah jika aku adalah pelakunya?!" Gerutunya Darius.


"Untung saja kamu berhasil menghindar dari tembakanku, tetapi untuk kali ini saya yakin kamu tidak akan bisa lolos dari pistolku ini!" Geram Darius.


"Kalau kamu berani ayo lawan aku tanpa memakai senjata jangan hanya berduel memakai senjatamu!" Dengusnya David Hermansyah yang sengaja memprovokasi Darius agar tidak berkonsentrasi sehingga Dion segera menolong ketiga sandera mereka.


"Maaf permintaanmu aku tolak! Aku tidak butuh adu kekuatan yang aku butuhkan kematian dari mereka!" Kesalnya Darius.


Darius segera mengarahkan pistolnya ke arah Mama Sanaya. Tapi David lebih cepat, gesitnya dan lincah langsung menendang pistol yang dipegang oleh Darius tersebut.

__ADS_1


Hingga perkelahian dari semua orang berada di dalam sana mereka tak terelakkan lagi. Bu Sanaya dan kedua bocah kembar itu sudah diselamatkan dan dibawa kabur oleh beberapa anggota polisi dan TNI.


David Hermansyah Renan dan Darius bsama-sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Mereka beradu kekuatan hingga tidak adanya yang mau mengalah. David dalam perkelahiannya, tidak lupa memberikan kode kepada sahabatnya yang lain untuk segera menghubungi Daniel dan anak buahnya.


Hal itu bertujuan untuk datang menyusul mereka dan membantu menyelamatkan keluarganya yang sudah tidak sadarkan diri lagi karena takut jika mereka gagal padahal kondisi di luar sudah terkendali berkat bantuan dari kepolisian juga.


Untung saja,bala bantuan dari pihak kepolisian dan tentara republik Indonesia telah datang dan langsung mengepung markas penjahat itu. Pak Richard selaku komandan kepolisian, tidak lupa menghubungi pihak kepolisian untuk segera membantu mereka.


David yang tidak hati-hati di saat ingin memukul wajahnya Darius, dia berhasil menghindari pukulan maut dari David dan membalik keadaan, sehingga Darius lah yang berhasil memukul balik punggungnya David hingga tersungkur ke depan..


Darius langsung menampilkan wajah yang shock setelah melihat siapa pemilik wajah yang ada di balik masker, dan ternyata orang itu adalah David Hermansyah Wijaya.


Orang yang telah dianggapnya meninggal dunia dalam kecelakaan maut itu, tapi ternyata ada seseorang yang persis dengan Daniel, Diki dan Dion berdiri di depannya. Mereka semua pun sangat kaget dan hampir pingsan setelah melihat wajah puteranya yang dianggapnya telah meninggal dunia dalam kecelakaan maut dalam keadaan kritis dan koma di rumah sakit Medistra Jakarta.


"Diki! Awas!" teriaknya David lalu melesatkan tendangan bebas ke perutnya Darius.


Darius tak mampu mengelak dan menghindari pukulan dan tendangan yang datang bertubi-tubi. Dan kembali melawan Diki dan Dion yang sudah seperti orang kesetanan.


"Ternyata kamu belum mampus yah, kamu berhasil selamat dari kecelakaan itu!" Geramnya Darius padahal sudah terluka parah.


Dion tersenyum penuh kemenangan, "Alhamdulillah Allah… masih berbaik hati melindungi kami dari kejahatan manusia laknat seperti kamu ini!" Sindir Dion Aldiano Smith.

__ADS_1


"Dion fokus saja kamu mengalahkan musuhmu manusia tidak tahu diri itu, karena ereka sudah aman dan menuju perjalanan ke Jakarta!" Teriaknya Diki Alvian Dharmawan yang membantu kepolisian untuk meringkus kawanan mereka yang masih hidup dan selamat.


__ADS_2