
"Belum ada tanda-tanda kemunculan mereka, tapi saya tetap memantau Jika ada pergerakan dari mereka dan tetap melakukan pengamanan ketat di sekitar di kembar," jelas Danial lewat telpon.
Daniel dan David yang selama ini menjadi orang yang berada di balik layar yang selalu membantu Dennis dan Dania melaksanakan rencananya tanpa sepengetahuan dari calon ayah mertuanya itu.
Daniel dan Danis yang ikut dalam rombongan itu tak menyangka jika anak-anak Dennis sangat memainkan perannya dengan vaik. Bahkan mereka berakting dengan sangat baik dan alami.
Karena hari sudah semakin siang, matahari pun semakin menunjukkan tajinya menyinari bumi. Mereka pun meninggalkan taman makam umum, tapi sebelum pulang Sanaya singgah ke suatu tempat karena memiliki sedikit urusan yang harus dia selesaikan.
"Pak Supir kita singgah ke Bakery Cake yang ada di perempatan jalan yah dulu sebelum pulang karena aku akan membelikan," pintanya Ibu Sanaya.
"Baik Nyonya Besar," ucap Mang Joko.
"Halo, mereka menuju ke jalan yang sesuai dengan petunjuk dari Bos," ucap seseorang yang berada dan berlindung di balik pohon besar.
"Ok, lanjutkan semuanya sesuai rencana, jangan biarkan rencana kita kali ini gagal lagi, ingat habisi nyawa anak-anak Dennis jika tidak berhasil leher kalian jadi gantinya!" Ancam Bos besar mereka dari balik telpon.
__ADS_1
"Baik Bos," Ucap anak buahnya itu.
Mobil yang ditumpangi oleh Bu Sanaya berbelok ke kiri berlawanan arah jalan ke Bakery Khadijah Cake. Nyonya Sanaya dan yang lainnya yang berada di dalam mobil tidak mengetahui kalau jalan yang mereka lalui berbeda dengan arah jalan ke arah bakery Khadijah.
Karena Si kembar Icha dan Fina tak henti-hentinya membuat mereka tersenyum dan tertawa dengan tingkah kedua cucu kesayangannya tersebut. Mobil yang mengikuti mereka sudah berada jauh dibelakang mereka, bahkan rombongan pengawal anak buah pak Edgardo diganggu oleh beberapa mobil yang mereka tidak tahu arah kedatangannya dari mana.
Rombongan yang tidak diketahui itu menembaki beberapa ban mobil anak buah Pak Edagrdo bahkan mereka tak segan menembak beberapa anak buahnya.
Walter Samuel selaku anak buah kepercayaan Pak Edagrdo Mikel Arteta segera memberikan informasi kepada kalau ada beberapa mobil yang menghadang mereka, bahkan sudah ada beberapa korban yang gugur.
Daniel dan David yang kebetulan waktu itu mendapat telpon dari seseorang yang mengaku asisten pribadinya segera memutar mobilnya ke arah perusahaan karena mendapatkan kabar jika rumahnya dan perusahaan pak Edgar dalam keadaan genting dan berbahaya.
Danial yang sedang ikut dalam rombongan mendapatkan informasi kalau ada masalah yang sangat urgen dan serius yang terjadi di perusahaan Global.
Hal ini dimanfaatkan oleh anak buah penjahat itu. Mereka segera menembaki beberapa anak buah Pak Edgardo hal ini membuat Nyonya Sanaya dan yang lainnya menjadi khawatir sekaligus takut.
__ADS_1
Ibu Sanaya segera melaporkan kejadian ini kepada Pak Edgardo tapi, Ibu Sanaya belum menyentuh tasnya beliau sudah ada yang menodongkan senjata kepalanya sudah diancam menggunakan pistol oleh supir pribadinya sendiri mang Joko.
Ibu Sanaya dan lainnya jadi takut dan tidak tahu harus berbuat apa,"Kalau kalian masih menyayangi nyawa kalian jangan ada yang mencoba untuk menghubungi seseorang!" Gertak Mang Joko.
Mobil mereka menuju arah hutan belantara dan tidak terkejar oleh mobil anak buah Pak Sanaya. Icha dan Fina sudah menangis dan ketakutan, jika terjadi sesuatu kepada mereka terutama kepada cucunya.
"Ya Allah tolong dan lindungilah kami, jangan biarkan terjadi sesuatu kepada kami terutama kepada kedua cucuku ini," batinnya Bu Sanaya dengan air matanya yang terus menetes membasahi pipinya.
Supir itu menghentikan laju mobilnya karena ada beberapa temannya yang ingin naik ke mobil itu. Setelah naik ke mobil, orang itu langsung menutup mulut dan mengikat tangan Bu Sanaya dan lainnya agar tidak ada lagi pergerakan untuk melawan mereka. Kejadian ini segera dan secepatnya diketahui oleh Dennis dan anak buahnya.
Sebelum Dennis Ritchie Valens Edgardo membawa anak-anaknya ke rumah kedua orang tuanya. Dennis cukup pintar karena memasang alat pelacak di ke dua cincin si kembar sehingga mereka mengetahui dan melacak keberadaannya Danisha dan Dafina.
Waktu terus berlalu, hari berganti hari dengan bulan pun berganti bulan. Icha dan Fina fihujani kasih sayang oleh seluruh anggota keluarga Edgardo bukan cuma anggota keluarga saja yang menyayangi tapi, seluruh asisten rumah tangganya yang bekerja di rumah keluarga Edgardo pun ikut memberikan kasih sayangnya dengan tulus.
Tanpa terkecuali seluruh karyawan dan karyawati perusahaan Global Ones tbk. Dengan hadirnya Icha dan Fina di kediaman kakek dan neneknya suasana di kediaman itu jadi ramai dengan suka cita dan tawa renyah dari Icha dan Fina.
__ADS_1
Di Sebuah Rumah yang sangat mewah dan besar, seseorang berdiri di depan jendela yang kacanya mengjulang tinggi menghadap ke arah pantai. Orang itu memegang sebuah Bingkai foto.