Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 69


__ADS_3

"Aku mohon? Tolonglah aku papa! apa yang harus saya lakukan untuk papa agar aku bisa bertemu dengan istri dan anak-anakku??" Ratapnya Dennis yang sudah putus asa.


Siapa pun yang mendengar suara tangisan Dennis pasti akan tersentuh dan Hanyut ikut dalam kesedihannya, tetapi hal itu tidak berlaku untuk Pak Edgardo. Dia masih tak bergeming di kursi kebesarannya. Seakan-akan tidak tersentuh oleh tangisan dan permohonan dari Dennis tidak ada gunanya.


"Saya tidak pernah melarangmu pulang ke Indonesia Tapi Papa tidak..." Ucapan Pak Edgardo terpotong.


Air mata kecewa,sedih, sakit hati, bingung, marah, sudah bercampur menjadi satu bagian di dalam benak dan hatinya Dennis Ritchie Valens Edgardo.


"Ya Allah… apa sebenarnya yang terjadi dengan papaku, kenapa papa ngotot sekali dan bersikeras menentang pernikahanku dengan Dania, berilah papaku petunjuk dan bukalah pintu hatinya papa agar segera merestui hubungan kami ini," cicitnya Dennis seraya berlutut di hadapan papanya tanpa berniat untuk bangkit dari posisinya.


Dennis masih memohon kepada papanya agar ia bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga kecilnya. Sudah banyak waktu yang terbuang selama ini yang harus hidup dalam perpisahan dan tanpa saling mengetahui keadaan masing-masing.


"Aku sangat mencintai Istriku dan menyayangi anak-anakku Papa, mereka sudah besar tanpa aku ada di samping mereka, hampir sepuluh tahun papa kami terpisah, apa Papa tidak ingin berkumpul dengan cucu papa? Mereka kembar seperti Citra dan Cinta," ratapnya Denis yang seolah tidak merasakan kelelahan dengan terus berlutut di hadapan pria yang telah berjasa membesarkannya itu.


"Cinta!! Persetan dengan cinta, apa kah hidup hanya butuh cinta saja!!" Teriaknya Pak Edgardo yang masih duduk tak bergeming ditempatnya.


Dennis yang mendengar perkataan dari papanya sungguh terkejut. Sejak ia kembali diasuh dan dirawat oleh kedua orang tuanya semuanya sudah berubah. Dulu waktu ia tinggal bersama papa dan Mama angkatnya kehidupannya lumayan bisa bebas Melakukan apapun selama itu baik.


"Kamu dengan perempuan itu sungguh tidak sederajat, aku sama sekali tidak menginginkan dia jadi anak menantuku sampai kapanpun, apa kamu tidak malu hidup dengan wanita tidak jelas asal usulnya itu!!" Sarkasnya Pak Edgardo.

__ADS_1


Dennis bahkan tak segan-segan untuk berlutut di hadapan Tuan Besar Edgardo. Air matanya pun sudah lolos tanpa aba-aba. Segala cara dan penjelasan Arya telah ia utarakan dan jelaskan, Tapi tak mampu membuat pendirian dan keputusan papanya berubah, dan sama sekali tidak bisa diganggu gugat.


"Terserah kamu saja, kamu mau ikuti kata-kata semua perkataan Papa atau membangkang dan hidup miskin bersama dengan perempuan miskin itu! Dan keselamatan anak dan istrimu..." Ucap papanya yang menjeda perkataannya itu.


"Kumohon Ayah jangan ganggu anak dan Istriku, mereka adalah nafas dan hidupku, mereka sudah cukup menderita dengan perpisahan kami, jadi aku memohon dengan sangat kepada Papa, aku mohon kabulkan permohonan aku, ini," rengeknya Dennis yang mengibah di hadapan papanya agar Pak Edgardo tergugah dan tersentuh hatinya untuk merestui hubungannnya dengan ucapan Dennis itu.


"Dari sejak aku masih kecil apa pun yang menjadi keputusan papa, saya akan tetap lakukan itu walaupun terkadang tidak sesuai dengan keinginan papa, tapi untuk kalo ini kasihanilah Dennis, Papa!" Mohon Dennis.


"Karena kamu anak laki-laki satu-satunya di dalam keluarga dan kamu adalah pewaris tunggal dari kerajaan bisnis Edgardo Muller Winata jadi tidak mungkin aku memilihkan kamu istri yang dari kalangan rakyat biasa saja terlebih dia sama sekali tidak memiliki sesuatu hal yang patut di banggakan, jadi ingat batasanmu untuk merendahkan harga diri mu di depan papa lagi," hardik Pak Edgar.


"Tapi kenapa! kali ini papah tidak bisa memberiku kesempatan untuk bertemu dan berkumpul dengan keluargaku, apa salahku, apa aku bukan anak kandungmu sehingga papa tega menyiksaku sedemikian ini, tidak cukup kah pengorbananku lima tahun lebih, dimana hati nurani Papa!!" Pekiknya Dennis yang bahkan sudah berteriak frustasi menghadapi sikap papanya itu.


"Baiklah, saya akan penuhi semua keinginan papa yang penting aku bisa pulang ke Indonesia dan tidak akan meminta untuk bertemu dengan kedua anak dan istriku," jelasnya Dennis yang sudah pasrah dan menyerah dengan keadaan.


Pak Edgardo tersenyum penuh kemenangan, "Kalau itu keputusanmu baiklah, persiapkan dirimu untuk kembali ke tanah air tapi, Ingat jangan sekali-kali kamu berani mendekati Istri dan anak-anakmu bahkan kamu tidak boleh jujur kepada Istrimu siapa kamu sebenarnya," ancamnya Pak Edgar dengan menekan setiap ucapan perkataannya kata-katanya.


Makasih banyak all readers…


I love you all..

__ADS_1


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.


Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.


Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!

__ADS_1


__ADS_2