Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 107


__ADS_3

seorang Pria bertopeng turun dari mobilnya, "Gimana dengan mobil dan penumpangnya?" tanya pria itu yang bertubuh cukup tinggi dan jangkung.


"Kalau sesuai yang kami lihat dari tempat ini mustahil jika mereka selamat bahkan mobil mereka terbakar," jawab anak buahnya.


"Akhirnya kalian mati juga, Itu lah akibatnya jika kalian ingin melawanku, balas dendam ku selama ini terwujud juga setelah lima tahun, Dennis Ritchie Valens Edgardo dan Dania Almira Ramadani hidupmu hari ini sudah berakhir dan tamat di tempat ini!!" hahahaha tawa orang itu menggema di seantero lokasi itu dengan senyuman liciknya yang selalu menghiasi wajahnya yang tertutup topeng berwarna hitam.


Dennis Ritchie Valens Edgardo dan timnya sudah mendapatkan petunjuk keberadaan Dani dan sudah menghubungi pihak kepolisian untuk segera datang ke lokasi.


Dania segera berlari menuju arah pintu,T tetapi sebelum Dania menyentuh gagang pintu itu tiba-tiba Dania ditarik tangannya dengan cukup kuat.


Perkelahian pun terjadi, Dania tidak mau kalah dan melawan dua orang sekaligus penjahat tersebut. Dania tidak leluasa bergerak karena memakai gaun pesta sehingga pergerakannya sedikit terganggu. Perkelahian mereka terdengar sampai di telinganya Dennis.


"Stop!! Dengarkan dan tajamkan pendengaran kalian, sepertinya dari sana ada suara seseorang yang seperti sedang berkelahi," imbuhnya Dennis.


"Benar sekali, aku pun mendengar suara seseorang sedang bertempur dan kamu benar sekali kalau arahnya dari sana," tunjuknya Daniel Aliando Edgardo.


Dennisa dan anak buahnya bergegas ke rumah itu. Ia melihat istrinya sedang melawan kedua penjahat itu.


Dennis menembaki salah satu penjahatnya. Karena jumlah penjahat itu kalah banyak akhirnya Dania berhasil di selamatkan. Dennis langsung berlari ke arah Dania dan langsung memeluk istrinya.


Dennis tanpa seijin Dania dan tanpa aba-aba langsung spontan memeriksa seluruh tubuhnya istrinya itu. Keadaan Dania yang sudah berantakan, kotor dan mendapatkan beberapa luka dibutuhnya tampak seperti gelandang saja.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa kan,ayo beritahu aku mana yang sakit?" tanyanya Dennis yang memeriksa kondisi dari istrinya itu dengan penuh selidik.


"Aku baik-baik saja kok Pak Dennis, Alhamdulillah, makasih banyak sudah menolongku dan bela-belain ke sini," imbuhnya Dania.


Daniel dan anak buahnya hanya jadi penonton saja. Bahkan Daniel bangga melihat aksi Dania disaat dia melawan penjahat itu tanpa senjata apapun.


"Ternyata adik ipar ku cukup berani dan memilki kemampuan yang memumpuni untuk menjaga diri mereka sendiri," batinnya Daniel Aliando Miller yang menatap intens ke arahnya Dania.


Polisi pun segera datang ke tempat kejadian perkara walaupun sedikit terlambat dan berkat bantuannya mereka segera meringkus semua penjahat itu.


Sedangkan Dennis sama sekali tidak masih belum melepaskan pelukannya, "Aku sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu sama kamu, jujur aku tidak ingin kehilanganmu lagi cukup sekali, jika hal itu terjadi aku bisa hancur dan mungkin aku lebih baik mati saja," tuturnya Dennis yang sudah meneteskan air matanya dalam pelukan istrinya.


Dennis bahkan meneteskan air matanya tanpa segan dan melupakan jika banyak orang yang melihat kejadian tersebut terjadi hanya terdiam menyaksikan pertemuan keduanya setelah hampir sepuluh tahun berpisah.


"Aku tidak akan sanggup hidup tanpamu sayang, aku akan hancurkan seluruh isi dunia jika kamu meninggalkanku Dania, istriku!" Sumpahnya Dennis.


Dania dibuat cukup terkejut dan shock dengan kenyataan yang baru saja ia lihat langsung dan juga dengar menggunakan ke-dua telinganya itu tapi, bibirnya tiba-tiba keluh seketika saat itu juga.


Dennis kemudian melepaskan pelukannya dan beralih memegang tangan Dania,"Kumohon jangan tinggalkan aku Istriku, Aku adalah Dennis Ritchie Valens Edgardo suamimu yang selama ini sudah pergi meninggalkan kamu dan kedua anak kembar kita yang cantik dan pintar itu, aku adalah papanya sikembar!" ungkapnya Dennis.


Dania dibuat bingung sekaligus tidak percaya dengan perkataan presdirnya. Dia hanya terdiam dan tidak menanggapi perkataan suaminya. Ia hanya mundur beberapa langkah dan melepaskan dan menghempaskan pegangan tangannya Dennis dengan cukup kasar.

__ADS_1


"Maaf aku sama sekali tidak mengenal Anda dan mungkin Anda salah karena suamiku bukanlah Anda, tapi dia sedang berada di luar negri sedang bekerja sebagai TKI, jadi tolong jangan mengarang cerita palsu," gerutu Dania yang sedikit kesal.


Orang-orang yang berada di TKP sudah pergi begitu pun juga dengan anak buah ayahnya Pak Edgardo yang datang tanpa sepengetahuan Dennis sendiri yang siap membantu Jika dibutuhkan. Daniel dan anak buahnya juga sudah kembali ke mobilnya mereka menunggu Dennis dan istrinya di mobil saja sembari beristirahat.


"Jangan menghindariku Dania, selama ini aku sudah cukup menderita telah berpisah dengan kalian," ratapnya Dennis.


Dania segera memalingkan wajahnya ke arah lain, ia sebenarnya bahagia karena setelah sekian lama akhirnya bisa bertemu dengan suaminya.


"Kamu tahu selama aku jauh darimu makan dan tidur pun tidak enak, aku terus saja memikirkanmu Dania!" Ujarnya Dennis dengan wajahnya yang memelas.


Tiba-tiba Dania berlari menjauh dari Dennis. Ia pun berusaha mengejar istrinya itu. Mereka pun kejar-kejaran seperti adegan di film-film India.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…

__ADS_1


I love you all..


__ADS_2