
"Paman bersabarlah, Insya Allah Dennis akan selamat dan baik-bsik saja jadi aku mohon kuatlah Paman," ucap Adrian yang tak segan meneteskan air matanya Setelah melihat keadaan pamannya yang sudah tidak sadarkan diri.
Pak Edgardo adalah orang yang paling berjasa dalam hidupnya, adalah salah satu sahabat terbaik dari Ayah dan ibunya Daniel. Sejak kecil dia sudah diangkat menjadi anak angkatnya Pak Edgardo. Karena pada saat Daniel Aryan Martadinata berumur sembilan tahun, ayahnya dan ibunya telah meninggal dunia.
Pak Edgar beserta keluarganya membesarkan dan merawat Daniel dan juga David seperti anak kandungnya sendiri. Bahkan sudah menganggap mereka anak laki-laki pertama di keluarganya.
Karena pada saat itu, Bu Sanaya tidak bisa hamil lagi. Belum juga bisa hamil bahkan Dokter sudah memvonis mereka kalau kecil kemungkinannya untuk memiliki keturunan, padahal usia pernikahan mereka sudah menginjak tiga tahun. Akan tetapi hanya dalam hitungan bulan saja, akhirnya ibu Sanaya istri keduanya dinyatakan positif hamil.
__ADS_1
Kabar gembira itu disambut antusias oleh seluruh anggota keluarga bahkan Pak Edgardo Valens Sneider mengadakan acara syukuran dari kehamilan istrinya. Bahkan selama sebulan dia memberikan sumbangan ke berbagai panti asuhan maupun panti jompo dan mesjid. Pak Edgardo melakukan hal itu sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.
Pak Edgar sama sekali tidak mengetahui jika mantan istri pertamanya itu hamil dan berhasil melahirkan seorang putra sebelum dinyatakan meninggal dunia. Tetapi sekitar lima tahun kemudian, barulah ketahuan dan terungkap jika dia memiliki seorang putra kandung penerus keluarga besar Edgardo.
Mereka sangat bahagia mendengar kabar itu, Karena mereka sudah putus asa dengan hasil medis yang menyatakan bahwa Bu Sanaya tidak bisa hamil.
Tapi berkat kehadiran dari Daniel dan David yang telah mewarnai rumah mereka akhirnya penantian panjang pak Edgar dan Istri keduanya berhasil juga dan melahirkan anak kembar dua putri sekaligus.
__ADS_1
Semua yang bekerja di Rumah sakit dibuat sibuk dan menampilkan wajah yang harap-harap cemas karena orang nomor satu di Perusahaan Global Ones tbk dan sekaligus penerus adalah pemilik Rumah Sakit yang menjadi pasien mereka. Para Dokter tidak ingin terjadi dan melakukan kesalahan sekecil apapun.
Semua Dokter yang berjaga pada saat itu, segera menyiapkan seluruh peralatan dan perlengkapan medis yang akan mereka pakai. Daniel dan David segera menggendong pamannya ke dalam rumah sakit dan perawat segera membantunya dan menaikkan tubuhnya Dennis Ritchie Valens Edgardo ke atas bangkar.
Dokter dan perawat segera membawa tubuh Dennis ke dalam ruang operasi setelah dokter memeriksa keadaan dari Dennis. Daniel tidak ingin memberitahukan kepada Dania tentang keadaan suaminyaa. Daniel tidak ingin Dania khawatir dan tidak konsentrasi mencari anak-anaknya dan keluarganya di rumahnya.
"Daniel sebaiknya kita kabari Dania sebelum terjadi sesuatu pada Dennis, karena aku yakin Dania akan marah pada kita jika ia tidak mengetahui jika suaminya bertaruh nyawa di dalam meja operasi," usulnya David.
__ADS_1
"Kalau menurut aku segera telpon Dania agar ia tidak semakin ketakutan, jadi siapa yang kamu suruh untuk mengikuti penjahat yang membawa istri dan cucuku? karena aku tidak bisa pergi dalam keadaan seperti ini," sanggahnya Pak Edgar.
Di tempat lain, Dion mendapatkan sinyal dari alat yang dipakai oleh si kembar. Sesuai dengan arahan dari Dennis sebelumnya. Dion pun tidak mengetahui kondisi terakhir dari Dennis jika dia terkena tembakan. Dion semakin melajukan mobilnya menuju lokasi keberadaan anak-anak dari temannya itu.