Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 106


__ADS_3

"Ya Allah... aku meminta dan memohon padaMu untuk kebahagiaan kami ini bukan hanya sesaat saja, aku berharap semoga apa yang saya lakukan hari ini membuat anak dan wanita yang paling aku sayangi dan cintai hidup bahagia," gumamnya Denis.


Mereka menyantap makan siang mereka dengan disertai canda dan tawa. Biasanya mereka makan dalam keadaan yang hening tapi saat ini berbeda dikarenakan ini yang pertama kalinya terjadi.


Setelah Dania dan anak-anaknya tahu kalau mereka adalah satu keluarga. Dia berharap dan selalu berdo'a moga ayahnya bisa menerima hubungan mereka dan mengijinkan ia untuk berkumpul dengan keluarga kecilnya.


Setelah acara memancing, makan siangMereka menikmati indahnya sunset di sore hari. Kedua pasangan suami istri itu, sangat bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah anak-anaknya.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, Dennis Ritchie Valens Edgardo dan Dania Alfira Ramadani mengemas semua barang-barangnya yang akan dibawa pulang.


Setelah packing barang-barang, mereka menuju mobil yang mereka pakai. Suasana di pinggir pantai terasa sepi, Dennis merasakan hal yang tidak biasa, karena menurutnya tempat ini semakin malam akan semakin ramai oleh ana muda.


Tapi Dennis, tidak memberitahukan kepada istrinya tentang kecurigaannya, dia hanya waspada dan berhati-hati. Suasana di dalam mobil terasa ramai penuh dengan canda tawa mereka. Si kembar silih berganti menyanyikan lagu kesukaannya.


Perjalanan mereka sudah tempuh beberapa kilometer, Danisha dan Dafina terTidur mungkin karena kelelahan seharian bermain. Dania memainkan handphonenya dan membalas beberapa chat Dea Arimbi dan Ririn Dwi Handayani serta teman kerjanya yang lain.


Mereka heboh chat Dania menanyakan perihal status yang Dania unggah disosial medianya. Dania membuat status foto mereka berempat tapi wajah suaminya ditutup dengan emoticon dan caption-nya.


*Alhamdulillah mkasih bnyak ya Allah atas kehadirannya kembali disisi kami," batin Dania.


Semua teman-temannya yang melihat statusnya dibuat heboh dan bertanya-tanya siapa kah suaminya Dania, gimana penampakan wajahnya. Bahkan banyak diantara mereka yang menganggap Dania menutupi wajah dan jati diri suaminya.


Hal itu Dania lakukan karena terlalu malu untuk memperlihatkan suaminya ke umum. Dia tidak memikirkan hal itu, Dania cuek saja dan tidak mau ambil pusing, prinsipnya Dania selalu dia tanamkan dalam diri dan pikirannya anjing menggonggong kafilah berlalu dan selama Dania tidak merugikan orang lain masah bodoh saja.


Karena perjalanan masih sangat jauh, Dania memutuskan untuk ikut tertidur bersama anaknya. Ia berada di kursi depan sedangkan anak-anaknya berada di kursi jok belakang yang sudah dimodifikasi oleh Dania jika si kembar ketiduran saat diperjalanan seperti sekarang.


Dennis sesekali memperhatikan ada beberapa mobil yang terus saja mengikutinya dari belakang sejak mobilnya meninggalkan pantai. Ia pun kemudian menghubungi Daniel dan David untuk mengirimkan beberapa anak buahnya.

__ADS_1


Daniel dan David segera mengirimkan beberapa anak buahnya untuk menyusul mereka berempat. Karena sudah waktunya shalat Isya, Denis mencari masjid yang terdekat tapi sepanjang perjalanannya mereka tidak menemui satu pun mesjid.


Akhirnya Dennisa memutuskan untuk mencari mesjid melalui GPS di hpnya. Setelah beberapa saat, mereka menemukan satu-satunya mesjid yang ada di lokasi itu. Dennis memarkirkan mobilnya di salah mesjid yang mereka lewati.


"Sayang, kita gantiin shalatnya ya, aku yang duluan shalat karena anakmu ketiduran kasihan tidak ada yang jaga," pintanya Dennis yang mengusulkan hal tersebut.


Dennis segera membangunkan Istrinya, tapi Dennis sama sekali menyuruh istrinya untuk bergantian ke mesjid untuk melaksanakan shalat isya karena tidak ada yang menjaga si kembar yang ketiduran. Karena keadaan mesjid yang sangat sunyi dan letaknya agak jauh dari pemukiman warga.


Karena itu lah Dania membangunkan anak-anaknya dan perasaan Dania yang merasakan ada keanehan dan tidak enak, gelisah dalam hatinya. Apa lagi tempat parkir mobilnya tidak ada penerangan sedikit pun. Dennis sengaja memarkirkan mobilnya di tempat itu agar Aktifitasnya tidak terlihat.


"Semoga Abang David dan Mas Daniel segera sampai di sini dan menemukan keberadaan kami," Gumam Dennis sebelum masuk ke dalam masjid.


Dennis belum selesai melaksanakan shalat isya tiba-tiba mobil Arya berjalan meninggalkan halaman masjid. Dennis sama sekali tidak curiga jika suara mesin mobil yang dia dengar adalah suara mobilnya Karena Dennis sedang khusyuk melaksanakan shalatnya dengan penuh hikmah.


Mobil yang mengikutinya sedari tadi mengikuti arah mobilnya Dennis, Hingga mobil Dennis memasuki daerah yang terpencil dan tidak ada rumah warga yang berada di sepanjang jalan yang mereka lewati.


"Aku heran kenapa daerah ini sempat dibangun masjid sedangkan satu pun rumah warga enggak ada," Batinnya Dennis yang keheranan.


Mobil pribadinya Dennis akhirnya terjatuh ke dalam jurang. Kejadian ini terjadi begitu cepat, bahkan mobilnya pun tidak bisa menghindari tabrakan itu.


Boommm!!!!


Karena jumlah mobil yang menabraknya ada dua mobil jadi tidak bisa menghindari dan akhirnya terjatuh ke jurang dan seketika mobil itu meledak hingga menimbulkan bunyi yang cukup besar.


Orang yang berada di dalam mobil yang menabrak mobilnya Dennis. Mereka tertawa terbahak-bahak kemudian keluar dan bergegas memeriksa keadaan mobil yang sudah tak terbentuk lagi di bawah jurang.


seorang Pria bertopeng turun dari mobilnya, "Gimana dengan mobil dan penumpangnya?" tanya pria itu yang bertubuh cukup tinggi dan jangkung.

__ADS_1


"Kalau sesuai yang kami lihat dari tempat ini mustahil jika mereka selamat bahkan mobil mereka terbakar," jawab anak buahnya.


"Akhirnya kalian mati juga, Itu lah akibatnya jika kalian ingin melawanku, balas dendam ku selama ini terwujud juga setelah lima tahun, Dennis Ritchie Valens Edgardo dan Dania Almira Ramadani hidupmu hari ini sudah berakhir dan tamat di tempat ini!!" hahahaha tawa orang itu menggema di seantero lokasi itu dengan senyuman liciknya yang selalu menghiasi wajahnya yang tertutup topeng berwarna hitam.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Cinta Pertama loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2