Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 123


__ADS_3

Dania segera menyentuhkan jari telunjuknya di depan bibirnya suaminya itu, "jangan bicara seperti itu, Aku sangat bahagia karena sudah diberikan hadiah yang sangat cantik dan harum, makasih banyak atas bunganya sayang, aku sangat suka dengan hadiahnya Mas ini," balasnya Dani sambil mengecup sekilas bibirnya Dennis dalam gendongan.


"Sayang aku ingin meminta hakku malam ini, jadi Mas harap kamu bersiap lah," lirihnya Dennis di telinga istrinya dengan bisikan yang membuat Dania tersenyum kegelian.


Dennis Ritchie Valens Edgardo membaringkan tubuh istrinya ke ranjangnya. Dennis sedari tadi sudah menahan sesuatu yang bergejolak di dalam sana dan ada kilatan gairah di matanya.


Sedangkan Dania Aulia Ramadhani sangat mengerti jika suaminya menginginkan sesuatu di atas tubuhnya. Mereka berpandangan dan saling menyelami perasaan mereka. Dennis tanpa ragu semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Danis.


Dennis kemudian mencium kening istrinya dengan perlahan dan penuh kelembutan dan kasih sayang. Lama-lama ciuman itu beralih tempat lain yang lebih ke arah bibir merahnya Dania. Bibir itulah yang akhir-akhir ini menjadi tempat favoritnya Dennis selama ini.


"Aku semakin mencintaimu sayang istriku!" Ucapnya Dennis disela kegiatannya.


Dania tersenyum penuh kebahagiaan mendengar perkataan sekaligus ungkapan perasaan dan cintanya Dennis untuknya.

__ADS_1


"Aku pun sama suamiku, aku dari hari ke hari semakin mencintaimu hingga aku serasa kesulitan bernafas tanpa cintamu Dennis Ritchie Valens Edgardo," balasnya Dania dengan penuh keyakinan.


Dennis semakin memperdalam ciumannya, ciuman yang awalnya pelan penuh kelembutan lama-lama menjadi menuntut satu sama lainnya. Mereka sudah saling bertukar saliva Dennis semakin meningkatkan aksinya hingga tanpa keduanya sadari pakaian mereka sudah teronggok di lantai begitu saja.


Dania selalu dibuat melayang oleh sentuhan jemari tangannya Dennis yang memperlakukan dirinya begitu. Mereka tidak kuasa lagi menahan sesuatu yang bergejolak di dalam sana yang seakan-akan akan meledak jika tidak disalurkan dalam waktu itu.


Suasananya semakin syahdu dan dinginnya udara malam tidak mampu membendung keringat mereka yang semakin bercucuran membasahi sekujur tubuhnya. Dennis semakin membuat Istrinya tak berdaya dan ingin berteriak di tengah malam itu menahan gejolak yang terpendam di dalam bagian paling intinya.


Dennis tersenyum simpul melihat reaksinya Dania, sehingga ia membungkam bibirnya istrinya dengan ciumannya yang begitu mendayu-dayu. Malam itu mereka lalui dengan kepuasan yang maksimal luar biasa. Kehangatan di ranjang bisa meredam segala macam keegoisan dan kemarahan pasangan dalam seharian.


Peluh keringat membasahi sekujur tubuh mereka berdua. Nafasnya mereka saling beradu dan ngos-ngosan hingga memenuhi seluruh sudut ruangan kamarnya yang hanya berukuran lima kali empat persegi itu.


Setelah membicarakan tentang rencana kepulangannya dengan Dania dan kedua anaknya. Hari ini Dennis berencana untuk menyampaikan niatnya kepada Pak Ahmad Sahir dan kepala desa Sukakarya Pak Ruslan.

__ADS_1


Mereka lah tokoh masyarakat yang sangat berjasa dan membantunya selama keluarganya berada di Desa tersebut dan Pak Sahir lah bersama istirnya Ibu Tika yang menyelamatkan nyawanya dari bahaya ketika mereka berempat berada di dalam tengah hutan belantara.


Rumah Pak kepala Desa Pak Rusman yang menjadi tujuan pertama Dennis datangi, karena Pak Sahir sedang ke hutan mencari dedaunan obat-obatan dan juga mencari bahan-bahan makanan.


"Assalamu alaikum," ujarnya Dennis disela tangannya yang mengetuk pintu.


Tok.. tok.. tok..


Salamnya Dennis sambil mengetok pintu rumah Pak Ruslan kepala desa Sukakarya. Sedang Pak Ruslan Burhani Abdul yang mendengar suara ketukan dan salam dari seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.


Pak Ruslan tersenyum ketika daun pintu itu terbuka, "Waalaikum salam," sahutnya Pak Ruslan jawab salam dari dalam rumah yang ternyata ibu Asrinai lah Istrinya yang membukakan pintunya itu.


Dennis tersenyum simpul, "eehh ibu aku kira Bapak, ada Bapak Bu?" Tanyanya Dennis.

__ADS_1


Bu Asti membalas senyuman dari Dennis, "Ada kok di dalam, tapi Bapak kebetulan menerima kunjungan beberapa tamunya!" Imbuhnya Bu Asriani.


Dania hanya tersenyum malu-malu dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari suaminya itu.


__ADS_2