Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 94


__ADS_3

Seperti biasa Jika Mereka bertemu pasti mereka akan hanya bisa berpandangan dan tak bisa berkata-kata. Mereka seakan-akan jadi patung.


Entah kenapa akhir-akhir ini Perasaan Damia tak menentu bahkan setiap kali Delia berjumpa dengan Dennis ada gelenjar aneh yang muncul dari dalam lubuk hatinya.


Bahkan gestur tubuh Dania memperlihatkan kalau Delia ingin meminta hal yang lebih dari seorang atasan dan anak buahnya. Dan setiap kali itu melanda hati Dania, kau Selalu beristigfar dan meminta maaf kepada suaminya.


Dennis terus saja menatap Istrinya yang melamun. Dennis sangat tahu kalau Dania memikirkannya sebagai suaminya. Dennis tidak ingin mengganggu lamunan Istrinya. Baginya biarkan saja Dania tersadar dengan sendirinya dari lamunannya.


Kehadiran si kembar yang datang tiba-tiba yang berhasil membuyarkan lamunan Delia.


"Mama kok diam saja dan tidak meminta Paman Dennis untuk masuk ke dalam rumah," ujarnya Danisha.


"iya nih Mama bengong saja kayak orang yang kesambet," gerutu Fina.


Dania segera tersadar dari lamunannya dan menyuruh Dennis untuk masuk ke dalam rumahnya. Hari ini Dennis emang sudah berencana untuk membawakan rangkaian bunga mawar ke rumah Dania secara langsung dan ingin melihat bagaimana reaksi dan tanggapan Dania dengan tindakannya itu.


"Silahkan masuk Pak," ujarnya Dania.


"Makasih," jawab singkat Dennis.


"Mama pamit ke dapur dulu, Icha temani Pak Dennis yah Nak," pintanya Dania lalu berjalan ke arah dapur.


"Baik Ma," timpalnya Danisha dan Dafina.


"Fina! bantu mama di dapur yah," tutur Dania yang tersenyum tipis ke arah anak keduanya.


"Siap mamaku sayang," imbuhnya Dafina.


Mereka meninggalkan Icha dengan A


Ayahnya di ruang tamu. Sedangkan Icha dan Dania mamanya sibuk dengan acara masak-memasaknya. Ia bersyukur karena putrinya tipe anak yang suka membantu dan tidak gengsian membantunya.


Dania dan Fina segera menata hasil masakan mereka berdua di meja makan.


Ada dua jenis masakan yang berhasil Dania masak dan semua makanan itu adalah makanan kesukaan anak-anak dan suaminya yang belum Ia ketahui. Dania berharap Pak Dennis menyukai hasil masakannya.

__ADS_1


Karena Dania teringat waktu mereka makan di Resto yang ada di Dufan jadi Dania memutuskan untuk masak sea food saja. Kebetulan bahan-bahan untuk masak makanan laut tersedia di kulkasnya. Icha kembali bermanja-manja dengan ayahnya jika mamanya tidak ada di tempat tersebut.


"Coba tebak Icha kira-kira ini isinya apa??" Denni menunjukkan sebuah kotak yang terbungkus rapi dan cantik kepada anak sulungnya.


"Apaan ini papa?" Icha memperlihatkan wajah imutnya disaat dia berfikir.


"Isinya pasti mainan," Tebak Icha.


"Kok tahu kalau ini isinya mainan??" Tanyanya Dennis.


"Ya tau lah kan saya pintar Papa," balasnya Icha di hadapan papanya sendiri.


Dennis tersenyum menanggapi perkataan putranya, "Papa beliin kamu mainanan Transformer edisi terbaru," Ungkap Dennis.


Icha sangat bahagia mendapatkan hadiah mainan dari ayahnya. Dia bahkan tak henti-hentinya menciumi wajah ayahnya, hal ini tak sengaja dilihat oleh Dania. Dia sempat tersentuh dengan perlakuan Dennis kepada anak kembarnya.


Tetapi Dania juga sedih karena menurutnya anaknya sangat membutuhkan sosok ayah kandungnya berada disampingnya. Air mata Dania kembali menetes tanpa aba-aba. Dia buru-buru menghapus sisa air matanya sebelum ada yang melihatnya menangis.


"Icha sepertinya gembira banget nih, Mama lihat dari tadi tak henti-hentinya zack mencium wajahnya Pak Dennis, kalau mama boleh tahu ada apa Nak?" Dania memangku anaknya yang tidak kecil lagi.


"Icha dapat hadiah dari Paman Dennis, Ma!" Jelasnya Icha kemudian memperlihatkan hadiahnya.


"Sudah kok Ma," jawab Icha.


"Alhamdulillah dan makasih sudah repot-repot beliin mainan untuk kedua anakku," ucapnya Dania.


"Tidak apa-apa, aku senang bila si kembar bahagia karena aku suka melihat senyuman mereka," tampiknya Dennis.


Tiba-tiba Dafina muncul dari arah dalam rumahnya dan merajuk dengan wajahnya yang ditekuk, "Iih Papa, gak asyik masa cuma kakak saja yang dibeliin, aku mana?" Fina mengulurkan tangannya ke arah Papanya dan memperlihatkan wajah sedihnya.


"Sini sayang aku pasti beliin kamu juga mainan, tidak mungkin lah aku cuma beliin mainan untuk Icha saja kan paman punya lagi satu puteri cantik," jelasnya Denis memangku tubuhnya Icha dan memberikan bungkusan mainan kepada putrinya.


"Ayo kita makan pagi dulu sebelum makanannya keburu dingin nanti rasanya sudah tidak enak lagi," imbuhnya Dania.


"Hore waktunya makan!" Pekiknya Icha.

__ADS_1


Mereka berjalan ke arah meja makan dan mereka siap untuk menyantap makanan. Semua yang dimasak oleh Dania membuat selera makan meningkat.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Cinta Pertama loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Baby Sitter Pilihan


Dewa dan Dewi


Merebut Hati Mantan Istri


Duren, i love you


First Love Rubi Salman



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2