Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 159


__ADS_3

"Cinta, please sadarlah! Kamu jangan seperti ini!" Upaya Daniel untuk terus menyadarkan Cinta yang sudah semakin kehilangan kesadarannya.


"Ya Allah… apa yang terjadi pada Cinta kenapa dia bertindak seperti ini, apa jangan-jangan ada yang telah menaruh obat pe ran sang di dalam minumannya tadi!?" Gumamnya Daniel.


Tapi Daniel berusaha untuk menutupi dan menghindari pikirannya yang sudah berkelana ke mana-mana.


Setelah pintu terbuka Cinta berdiri lalu langsung mendekati Daniel dan memeluk tubuh tegapnya Daniel. Laki-laki manapun kalau diperlakukan seperti itu pasti akan goyah dan akan terjadi sesuatu di luar batas kemampuannya.


Daniel mencoba terus untuk menyadarkan Cinta Ayumi Edgardo, tapi hasilnya tetap sama. Malahan Cinta semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Daniel Mananta Wijaya.


Daniel menepuk pipinya Cinta dengan berusaha untuk menyadarkan agar menghentikan apa yang sedang ia lakukan itu yang sudah membuat sesuatu dibawa sana semakin terdesak. Ia mencoba mengangkat tubuhnya Cinta dan ingin membawa Cinta ke dalam kamar mandi, tetapi usahanya sia-sia saja yang terjadi malah tubuhnya Daniel tanpa sengaja menindih tubuh seksinya Cinta. Hingga kedua tatapan mata mereka saling berpandangan satu sama lainnya.


Cinta semakin membuat Daniel tak bisa berkutik karena Cinta menciumi seluruh tubuh Daniel walaupun Daniel tidak menampik jika apa yang dilakukan oleh Cinta membuatnya terbang melayang. Lambat laun karena terus diserang oleh pertahanan dari Daniel pun akhirnya runtuh juga. Daniel seperti orang kesetanan melihat Cinta yang sangat seksi malam itu.


"Jangan sekali-kali kamu menyesali apa yang terjadi malam ini, karenanya aku sudah mencoba sekuat tenaga agar kamu berhenti tapi tidak mempedulikan apa yang aku lakukan," imbuhnya Daniel dengan senyuman liciknya itu.

__ADS_1


Daniel Mananta Wijaya dengan Cinta Ayumi Edgardo melakukan hal yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan. Tapi itu lah manusia godaan dari setan yang terkutuk kadang kala susah untuk dihindari. Semakin kuat iman seseorang maka semakin kuat juga godaannya.


"Maafkan aku yang harus mengambil semua hal terpenting dalam hidupmu tapi, aku mohon jangan sekali-kali untuk menyesal," cicitnya Daniel.


Daniel pasrah dengan apa yang sudah setengah jalan terjadi. Daniel tak mampu lagi berpikir jernih apa yang akan terjadi kedepannya. Ia hanya ingin memuaskan hasrat menggebu dari Cinta yang selalu menuntut untuk dilayani hingga terkesan memaksa Daniel.


Malam itu tiba-tiba langit menurunkan air untuk membasahi seluruh isi bumi. Hujan turun dengan lebatnya pertanda sebagai saksi dari hubungan terlarang dua sejoli anak manusia. Keduanya tak henti-hentinya melakukannya. Mereka masing-masing mencari kepuasaan dan kenikmatan hingga tubuh mereka kelelahan.


Walaupun sakit sekali bagian dari daerah intinya itu, bahkan Cinta berteriak-teriak dibawah kunkungan tubuhnya Daniel ia seolah sama sekali tidak sakit dan semakin menuntut agar ia bisa puas dan bahagia. Setelah merasakan kepuasan dan puncak kenikmatan barulah mereka mengakhiri kegiatannya. Karena ini hal pertama kalinya mereka lakukan dalam hidup mereka.


Entah apa yang dirasakan dan dipikiran oleh Daniel karena dia belum bisa menutup matanya untuk menuju pulau kapuk. Apa dia marah, takut atau bahagia dengan kegiatan panas mereka.


"Aku sangat mencintaimu Emilia, sampai kapan pun hati dan jiwaku ini hanya untuk kamu seorang, aku berjanji akan bertanggung jawab terhadap Semua yang telah kita lakukan" Ucap Adrian sambil mencium kening Emilia.


Adrian antara menyesal sekaligus bahagia karena menjadi orang yang pertama merasakan nikmatnya Tubuh dari Cewek yang selalu menganggu pikirannya dengan senyum dan Candanya.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu Emilia, sampai kapan pun hati dan jiwaku ini hanya untuk kamu seorang, aku berjanji akan bertanggung jawab terhadap Semua yang telah kita lakukan" Ucap Adrian sambil mencium kening Emilia.


Adrian antara menyesal sekaligus bahagia karena menjadi orang yang pertama merasakan nikmatnya Tubuh dari Cewek yang selalu menganggu pikirannya dengan senyum dan Candanya.


Di sisi lain, Daniel Mananta Wijaya sudah mulai ketakutan dan khawatir jika perbuatan mereka ketahuan nantinya akan terbongkar oleh keluarga besar Edgardo Wijaya Reinhard Sing dan juga takut jika perbuatannya itu berdampak Cinta Ayumi Edgardo hamil.


Daniel bukannya dia memejamkan matanya tapi, malah tak henti-hentinya menghujani ciuman di wajah kekasihnya itu. Walaupun Cinta sudah terlelap dalam tidurnya.


Daniel sudah bertekad jika memang hubungan dan apa yang mereka lakukan malam ini ketahuan. Ia sudah memutuskan untuk bertanggung jawab dan dia juga siap menerima konsekuensi apapun itu.


Berselang beberapa menit kemudian, akhirnya mata Daniel pun bisa juga terlelap karena sudah capek memikirkan hal apa yang akan terjadi nantinya. Daniel sangat mencintai kakak kembarnya Citra.


Keesokan harinya,ayam berkokok pertanda pagi telah datang. Sang Raja Siang telah menampakkan keperkasaannya. Sinar mentari masuk ke cela jendela kamar pribadinya Daniel yang membuat kedua matanya silau sehingga dengan terpaksa terbangun dari tidurnya itu.


Cinta histeris dan berteriak sangat kaget dan shock melihat kondisi dari tubuhnya yang hanya berbalut kain selimut bedcover tebal saja.

__ADS_1


"Tidak!! ini tidak mungkin terjadi!" Teriak Cinta yang sangat kaget melihat kondisinya yang sama sekali tidak memakai pakaian apa saja.


__ADS_2