
Dania ingin duduk di kursi belakang tapi si kembar buru-buru masuk dan langsung duduk di kursi belakang, sehingga dia tidak punya pilihan lain lagi dan terpaksa duduk di kursi depan pas di samping suaminya.
"Kenapa kedua anakku seolah-olah ingin mendekatkan aku dengan Pak Dennis yah, apa ini hanya pikiran aku saja atau emang kenyataannya seperti ini adanya," batinnya Dania.
Mobilnya Dennis pun meninggalkan rumah pribadinya menuju dunia fan ta si an vol. Si kembar sangat bahagia karena melihat hubungan papa nya dan Mamanya semakin dekat dari hari ke hari.
Si kembar sangat menikmati perjalanannya dan sekali-kali mengajak mamanya berbincang-bincang dan selalu mencari bahan pembicaraan yang Ayahnya ikut berbicara.
"Paman boleh nanya sesuatu gak??" Tanyanya Danisha dengan sapaan Paman jika di sekitar mereka ada orang lain terutama Dania mamanya.
Dennis melirik sekilas ke arah Danisha, "Emangnya mau tanya apa Nak? Insya Allah kalau paman bisa jawab pasti saya akan jawab," timpalnya Dennis.
"Paman sudah punya orang yang paman sayangi gak? Kayak istri atau pacar mungkin paman," tanya Icha.
Sedang Dafina lagi asyik bermain hp seraya mendengar perkataan dan perbincangan mereka berdua.
"Paman mencintai seorang wanita bahkan paman sangat mencintainya dan Paman tidak akan pernah bisa berpaling dari cintanya karena dia adalah perempuan yang sangat aku sayangi hingga nyawaku pun akan aku serahkan demi kebahagiaannya," ungkapnya Dennis sembari menatap Dania yang sedari tadi hanya diam saja.
"So sweetnya paman deh, kalau aku jadi perempuan itu pasti sangat bahagia," imbuhnya Icha seperti yang orang besar saja.
Dania dibuat terkejut dan juga kaget mendengar penuturan anaknya yang diluar dugaannya cukup dewasa dalam berbicara.
Dania menatap ke arah putri pertamanya itu, "putrinya Mama kok tahu kata-kata gituan dari mana Nak itu kan bahasa orang besar loh Nak," tampiknya Dania.
"Mama gak gaul banget itu kata-kata sering Artis sinetron ucapkan Ma itu ma sinetron yang ada ikan terbangnya," pungkasnya Icha yang tersenyum.
"Kamu ada-ada saja deh," ujarnya Dania yang tersenyum tipis.
Mereka tertawa mendengar komentar Danishae. Tak terasa mereka sudah sampai di dufan. Dennis pergi untuk memesan tiket semua wahana permainan yang anaknya inginkan. Dennis menyuruh istri dan anaknya menunggunya di kursi yang disediakan di dunia fantasi.
__ADS_1
"Paman beli kan tiketnya permainan itu Paman?" Fina berbicara sambil menunjukkan ke arah Permainan bianglala.
"Fina itu kan ga cocok untuk kamu nak, Mama takut nanti kamu pusing," larang Mamanya.
"Paman boleh kan saya naik itu?" Rengeknya Fina.
Dennis menatap Istrinya dan memberi isyarat untuk mengijinkan si kembar naik permainan biang lala.
"Icha dan Fina bisa naik, kan ada Paman yang jaga kalian," timpalnya Dennis.
"Please!! Ma ijinin Fina dan Icha naik biang lala? Aku pengen naik mama tolong yah!" Bujuknya Icha.
Kalau sudah seperti ini, Dania tak kuasa untuk menolak keinginan anak-anaknya, "Baiklah mama ijinkan kalian naik tapi Mama tidak bisa ikut gabung kalian, mama takut ketinggian soalnya," ucapnya Dania.
"Hore.. hore.. makasih banyak mamaku tersayang dan paling cantik se-dunia," balasnya Icha dan Dafina yang langsung memeluk tubuh mamanya.
Interaksi mereka lagi-lagi membuat Dennis terharu. Dari jauh ada seseorang yang terus mengamati mereka dan sekali-kali mengambil toto mereka. Hari ini Dufan sangat ramai dikarenakan hari libur. Anak-anak semakin gembira setelah menaiki berbagai macam jenis permainan.
Dennis memilih resto sea food, Dennis tipe orang yang suka dan tidak akan alergi Jika makan makanan sea food. Hal itu menurun ke anaknya Danisha. Dennis dan Zoe memesan lobster, idang kecap manis dan kepiting tumis bumbu saus padang. Sedangkan Dania dan Zack memesan ikan bakar dan ikan tumis saja.
Jika ada yang melihat mereka pasti akan cepat tahu kalau mereka adalah satu keluarga kecil. Bahkan wajah Dafina semakin kesini wajahnya semakin mirip dengan Dennis. Mereka menyantap makanannya dengan lahap dan khitmad. Si kembar setiap kali makan ataupun minum pasti berdo'a terlebih dahulu.
Dennis membantu Icha yang kesulitan untuk mengupas kulit kepiting dan jepit kepiting untuk anaknya dan tak lupa mengupaskan kulit udang untuk Dania. Dennis tak menghiraukan jari tangannya yang sudah berlumuran saus.
"Ya Allah kapan kami bisa bebas melakukan hal seperti ini, berkumpul, bermain bersama, bersantai dan tertawa riang gembira tanpa ada beban pikiran dan selalu ketakutan," batin Dennis.
"Andai saja dia adalah Dennis suamiku pastilah hati ini akan sangat gembira dan bahagia menikmati acara makan ini, tapi sayangnya beliau adalah atasanku di kantor pemilik perusahaan tempat aku bekerja," batin Dania.
Karena hari semakin sore hingga sudah menjelang magrib, mereka memutuskan untuk pulang. Dennis mengantar anak-anaknya dan Istrinya sebelum pulang ke rumah utamanya. Karena Dennis mendapatkan telpon kalau ia disuruh pulang ke rumah utama.
__ADS_1
Dennis segera pamitan kepada anaknya dan juga kepada Dania. Dennis melajukan mobilnya menuju rumah utamanya. Ia bertanya-tanya apakah gerangan yang membuatnya dia dipanggil untuk pulang.
Pintu terbuka dan masuklah Dennis Ritchie Valens Edgardo, ia terperangah melihat siapa sosok yang memanggilnya untuk datang ke rumah utama. Orang itu duduk sambil menikmati film kesukaannya bersama cicitnya.
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.
Syaratnya Wajib:
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..