
Dania tanpa menunda lagi dan tanpa aba-aba segera mengambil satu persatu makanan yang tersaji di atas meja makan yang berada di depan matanya itu. Ia segera mengambil beberapa potong makanan dan langsung memakan makanan itu walaupun, suaminya sama sekali belum mempersilahkannya untuk mulai makan.
Denis Richie Valens Edgardo hanya tersenyum menanggapi sikap lucu dan terburu-buru istrinya itu. Dania Andira Aulia Ramadhani membaca doa lalu segera menyantap makanannya itu.
Dennis secepatnya segera menyelesaikan masakannya. Dia segera membawa ke meja makan. Ia terlihat begitu senangnya seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah boneka dari ayahnya. Mata Dania berbinar menandakan kebahagiaan yang tengah dia rasakan.
Dennis begitu terkejut melihat istrinya sudah duduk manis di hadapan meja makan dengan begitu banyak makanan khas Korea Selatan yang cocok dimakan oleh Dania yang asli orang Indonesia.
"Bismillahirrahmanirrahim," gumamnya Dania sambil menikmati kenikmatan makanan yang sungguh lezat dan menggugah selera makan bagi siapa pun yang melihat sajian makanan itu.
Dennis hanya tersenyum, "Makannya pelan-pelan dong sayang dan hati-hati juga, enggak ada kok yang mau rebut makanan kamu," guraunya Dennis serayal tersenyum melihat tingkahnya Dania yang seolah seperti orang yang sangat kelaparan yang belum makan berbulan-bulan lamanya.
Dania sangat menyukai semua makanan hasil karya dari tangan suaminya sendiri yang penuh kasih sayang dan cinta yang tulus. Bahkan Dania sudah menganggap ini masakan ala resto Korean food yang ada di Paris Perancis saja.
__ADS_1
"Mas kenapa masakan kamu enak sekali sih, apa Mas pernah kursus masak gitu," ucapnya Dania yang mulutnya penuh dengan makanan.
*Sayang habisin dulu makanan yang ada di dalam mulutnya baru bicara takutnya kamu keselek makanan loh," imbuhnya Dennis yang meraih sehelai tissue yang berada tidak jauh dari depannya Dennis.
Dennis melap sisa makanan yang ada di sudut bibirnya Dania yang sama sekali tidak berhenti untuk mengunyah makanannya itu.
Kedua bola matanya Dania bersinar terang sebening embun pagi secerah mentari pagi, "Masakan suamiku benar-benar nikmat dan enak enggak ada duanya di dunia ini," pujinya Dania yang berbicara sambil mengunyah makanannya.
"Selesaikan dulu makannya Sayang baru kamu berbicara, nanti keselek makanan loh kan jadinya bahaya kalau seperti itu," tegurnya Dennis sambil membersihkan sisa makanan diwajah Dania yang sudah belepotan.
Dania menghabiskan seluruh makanan yang dimasak oleh suaminya sendiri, "syukur alhamdulillah, makasih banyak Mas,"tuturnya Dania sembaro menyelesaikan makannya lalu berdiri untuk berjalan ke Dennis untuk memeluk tubuhnya Denis.
"Syukur Alhamdulillah kalau kamu suka, berarti Mas tidak sia-sia," pungkasnya Dennis yang tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Tapi boleh gak Mas,selama kita di sini aku pesan makanan sesuai yang aku inginkan dan yang masak harus Mas bukan orang lain!" pintanya Dania yang langsung menundukkan kepalanya karena malu dengan permintaannya sendiri.
"Boleh apa pun yang kamu mau makan Mas akan suruh untuk siapkan sama chef handal pilihan kita sayang karena aku juga tidak bisa masakin semua masakan yang kamu suka," tampiknya Dennis yang menolak keinginan istrinya itu.
"Tapi aku maunya kakak yang masak bukan orang lain kalau orang lain lebih tidak perlu repot-repot Mas!" Ketusnya Dania yang menampilkan wajah dan mimik yang menggemaskan dimatanya Dennis karena Dania memonyongkan bibirnya ke hadapan Denis.
"Kalau kamu seperti ini bisa-bisa aku akan memakan kamu loh di sini di dalam dapur karena selama ini kita belum pernah melakukannya di dapur, apa kau setuju kalau kita cari suasana yang berbeda!" Senyuman penuh arti diperlihatkan oleh Dennis di hadapan istrinya itu.
"Ish… ish… tak boleh.. aku lagi hamil…," ujarnya Dania yang keceplosan karena melupakan kalau ia akan merahasiakan untuk sementara hal tersebut.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
__ADS_1
"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."
Dennis Ritchie Valens Edgardo yang mendengar perkataan dari istrinya itu Dania Andira Aulia Ramadhani begitu terkejutnya dan tidak yakin jika istrinya hamil.