
Kedua pasangan suami istri itu, Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Andita Aulia Ramadhani angat bersyukur. Apa pun yang mereka rencanakan selalu lancar jaya saja.
"Ya Allah... semoga rencana baik kami ini berjalan lancar sesuai harapan kami, permudahkan lah semuanya," gumamnya Dennis.
Mereka juga tak lupa membelikan bantuan beberapa sembako kepada keluarga Pak Abdul dan Pak Kadir. Keduanya malah sangat bersyukur dengan pemberian tulus dari Dennis dan istrinya. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan resky yang banyak hari itu dari tamu yang datang ke rumahnya.
"Kami mendo'akan mudah-mudahan rencana kalian bisa berhasil dengan baik dan lancar," pungkas Pak Kadir.
"Amin ya rabbal alamin, makasih banyak Pak atas kerja samanya," sahutnya dan Dania sembari kemudian menjabat tangan Pak Abdul Aziz dan Pak Kadir Halid
Karena selama merencanakan ini semua, orang-orang yang menolongnya dengan senang hati dan ikhlas ingin membantunya. Tak ada rintangan yang berarti. Mereka berharap hasilnya pun tidak mengecewakan dan cepat selesai. Dan meminta untuk tidak memberitahukan kepada orang lain jati diri mereka.
Dania dengan sabar menjelaskan secara detail maksud dari rencananya yang sangat bergantung kepada bantuan dari kedua pria paruh baya. Dennis dan Dania menjelaskan secara rinci alasan apa yang membuat mereka harus menutupi jati dirinya karena kedua orang tuanya berada di hadapannya bisa dipercaya dan bukan tipe orang yang munafik.
__ADS_1
Keduanya pun meminta Ijin dan pamit pulang. Mereka langsung pulang ke hotel tempat mereka menginap selama di kota.l Jakarta m Setelah kepergian Dennis dan istrinya, Pak Abdul membuka amplop pemberian Dennis.
"Semoga harapan kami sesuai dengan kenyataan yang ada, ya Allah... aku bersimpuh padaMu untuk kemudahan kami dan restui dan berkahi langkah kami ini," lirihnya Dania yang berharap penuh harapan besar dan tinggi dengan rencana mereka untuk membongkar siapa musuh mereka sebenarnya.
Mereka dibuat kaget dengan isi dari amplop itu yang sangat banyak bahkan gajinya sebagai pak rk selama tiga tahun pun tidak akan sama dengan uang pemberian dari Dennis saking bersyukurnya karena mendapatkan orang baik yang mudah dipercaya.
"Makasih banyak ya Allah engkau telah mengirimkan kami orang yang bisa menyelesaikan masalah kami disaat kami butuh bantuan dan terutama uang," ujarnya Pak Abdul Qodir Jaelani.
Kebetulan besok adalah jangka waktu pelunasan uang pembayaran anaknya di sekolahnya, "Alhamdulillah isi amplopnya sangat banyak bahkan kita bisa merenovasi rumah kita Pak Abdul," tuturnya Kadir.
Suasana malam ini begitu ramai, anak muda mudi banyak yang menghabiskan waktunya di luar. Ada yang mengunjungi kafe, ada yang ke Mall terdekat dan ada yang ke puncak, pantai dan masih banyak tempat yang mereka datangi bersama orang terkasih.
Sesampainya di hotel bintang lima yang ada di pinggiran ibukota Jakarta. Kedua pasangan suami istri melaksanakan shalat isya berjamaah. Mereka melaksanakan shalat isya dengan khusyuk dan tak lupa mereka memohon ampun kepada Allah SWTdan meminta untuk kelancaran dari rencana mereka.
__ADS_1
"Ya Allah lindungilah kami, lancarkan lah rencana kami dan berilah kami petunjuk dari semua beban dan masalah kami," seuntai doa yang diucapkan Dennis dan juga Dania tentunya.
Dania menengadah ke atas dengan kedua tangannya sejajar,"ya Allah lindungilah kami dari segala marabahaya dan jagalah anak-anakku disaat mereka berada jauh dariku, selesaikan lah ujian yang Engkau berikan kepada kami dengan baik, Amin ya rabbal alaamin," batinnya Dania.
Setelah melaksanakn shalat magrib berjamaah dan makan malam, Dania mengemas pakaian anak-anaknya karena mulai besok rencana awal mereka akan mereka laksanakan. Hpnya Dennis berdering yang terletak di atas meja nakas.
Dennis segera menghentikan aktifitasnya dan melihat siapa orang yang menelponnya itu. Dennis mengernyitkan dahinya melihat siapa nama yang tertulis di layar hpnya.
"Assalamu alaikum," jawab Dennis dengan berdiri dari posisinya.
"Waalaikum salam," Jawab orang yang ada di seberang telpon yang malam menelponnya.
"Apa semuanya sudah siap sesuai dengan yang aku intruksikan padamu?" Tanya David Hermansyah Wijaya Sneider.
__ADS_1
Dennis tersenyum simpul seraya membuka tirai gorden jendela kamarnya, "Semuanya sudah beres, ingat kamu harus menyuruh Pak Ahmad untuk membawa anak-anakmu ke taman dekat dari Perusahaan Sinex Global," ungkap David.
"Ingat keberhasilan rencana kita tergantung dari kamu juga jadi kita harus saling membantu dan selalulah jaga diri dan waspadai semua orang yang mencurigakan," terangnya Dennis yang raut wajahnya sudah nampak serius Pembicaraan mereka berlanjut, mimik wajahnya Dennis berubah sesuai dengan pembicaraan mereka berdua.