Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 56


__ADS_3

"Aku baik-baik saja Pak, makasih banyak atas bantuannya," balasannya yang berubah sendu raut wajahnya Dania.


Tatapan matanya Dania berubah sendu raut wajahnya menyiratkan kesedihan yang mendalam bukan sedih karena tersedak makanan tapi sedih akan kerinduannya terhadap suaminya itu.


"Ya Allah apa ni hanya kebetulan nama mereka sama, tapi itu tidak mungkin Dennis Ritchie Valens Edgardo suamiku".


Mereka melanjutkan makanan mereka yang baru berkurang beberapa bagian saja, karena waktu istirahat hampir habis sehingga mereka mempercepat kunyahan makanan mereka. Dania tidak langsung masuk ke dalam ruangannya tempat kerjanya, ia meminta ijin ke musholla untuk melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu.


Dalam shalatnya Dania berdoa kepada Allah untuk keselamatan dan kebaikan suaminya di mana pun berada. Dania tak lupa meminta dalam doanya untuk memberikan Dania kekuatan dan kesabaran dalam menanti kepulangan suaminya. Serta kekuatan hati agar tidak goyah dan tetap setia.


"Ya Allah… sudah hampir sebelas tahun suamiku pergi tapi,belum ada tanda-tanda akan pulang, entah hubunganku dengannya masih suami istri karena aku tidak mendapatkan nafkah lahir batin tapi, aku tidak mungkin meminta cerai kepada suamiku lagian aku merasa sama sekali tidak terbebani dengan kehidupan ini dan ridho ya Allah… aku hanya berharap agar suamiku Mas Dennis masih hidup hingga detik ini," lirihnya Dania seraya menyeka air matanya.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, Dania masih setia dengan komputernya. Dai berniat untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum pulang ke rumahnya bertemu dengan kedua anak kembarnya.


Dania kemudian mematikan komputernya dan merapikan berkasnya yang ada di atas meja," Syukur Alhamdulillah akhirnya selesai juga," cicitnya Dania sambil merentangkan kedua tangannya ke atas.


Tiba-tiba ada berkas yang terjatuh saat tanpa sengaja tangannya menyenggol ujung meja kerjanya," ini berkasnya siapa kok ada di dalam ruanganku aku tidak punya barang seperti ini," Gumamnya yang keheranan.


Tapi Dania entah kenapa sama sekali melupakan mengenai berkas itu. Karena ia ingin mengetahui pemilik berkas itu, dengan berat hati terpaksa ia membuka dan membacanya. Ternyata berkas itu milik presdirnya, ia kembali berusaha untuk mengingat kejadian yang terjadi siang hari tadi.


"Ya Allah… kenapa Sampai aku melupakan pemilik berkas penting ini padahal kejadiannya tadi pagi, apa karena aku terlalu sibuk sehingga melupakannya," gumamnya Dania seraya menggelengkan kepalanya yang keheranan dengan sikap pelupanya sendiri.


"Aku harus membawa langsung keruangan Presdir sepertinya tidak enak kalau harus menitipkan pada orang lain," bathin Dania.

__ADS_1


Dania berinisiatif untuk membawa berkas itu ke kantor Presdirnya. Ia berjalan ke arah lift dan menekan tombol lantai delapan belas tempat ruangan presdirnya berada. Hanya butuh waktu yang singkat, akhirnya sampai juga di lantai tersebut.


Setiap ada yang berpapasan dengannya di jalan ia sempatkan untuk bertegur sapa dengan karyawan lainnya dengan ramah. Dengan langkah kakinya yang panjang dan langkah pasti Ia berjalan menapaki satu persatu lantai keramik kemudian berjalan ke arah meja sekretaris Presdirnya.


Dania tersenyum ramah sebelum berucap, "Maaf, apa Pak Presdir ada di dalam?" Tanyanya Dania saat sudah berada di depan sekretaris cantik dengan hijabnya yang menutupi tubuh indahnya itu.


Sekretaris yang bername tag Resky Amelia, "Maaf kalau boleh tau ada keperluan apa?" Tanya sekretaris Amelia.


"Ini Mbak tadi pagi tanpa sengaja saya menabrak tubuh seseorang dan barangnya berjatuhan dan berceceran ke atas lantai, tapi ada satu berkas dalam map yang kelupaan, saya sudah berusaha untuk mengembalikan dan sudah berusaha untuk mengejarnya, tapi maaf aku tidak berhasil mengejarnya karena orang itu terlanjur masuk ke dalam lift,"jelasnya Dania.


"Kalau gitu sini aku ambil berkasnya dan bawa masuk ke dalam ruangan Bapak langsung," pintanya Mbak Resky.


"Makasih banyak yah Mbak, aku sangat menyesal dengan kejadian itu dan sekali lagi maaf," ucap sesalnya Dania dengan seulas senyumannya.


Mbak Resky Amelia berjalan ke arah kantor ruangan Presdirnya, setelah dipersilahkan barulah ia masuk untuk membawa berkas itu. Dania setelah pamitan kemudian meninggalkan lantai itu dengan perasaan lega. Dania berjalan santai dan sangat lambat karena ingin menikmati desain interior lantai itu yang menurutnya sangat indah, cantik dan artistik.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Cinta Pertama loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan

__ADS_1


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Baby Sitter Pilihan


Dewa dan Dewi


Merebut Hati Mantan Istri


Duren, i love you



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2