
"Ada apa, kenapa kamu sangat terkejut seolah aku adalah penjahat saja!" Gerutunya Diki Alvian Dharmawan yang tersenyum penuh kemenangan.
David Hermansyah Renan," tidak seperti itu lah, aku hanya sedikit terkejut," kilahnya David yang tidak ingin sahabatnya mengetahui apa yang telah terjadi padanya.
Diki menarik kursi untuk duduk di dalam tenda tersebut lalu menuang kopi kedalam gelasnya.
Waktu telah menunjukkan tepat kurang lebih 8 malam, mereka kembali berkumpul untuk membahas rencana selanjutnya. Seharusnya mereka sudah berkumpul Setelah shalat isya, tapi karena masih banyak dari mereka yang belum makan malam jadi terpaksa pertemuannya di undur beberapa menit kemudian.
Diki masuk ke dalam tendanya David,"David! apa kamu sudah memiliki rencana untuk menyelamatkan keluarga bos besar?" Tanyanya Diki di belakang David.
Sedangkan David Hermansyah yang tidak menyadari kedatangan Diki cukup dibuat terkejut dan tersentak kaget karena merusak lamunannya.
"Saya dan Dion sudah memikirkan berbagai rencana penyelamatan karena aku yakin mereka memiliki banyak anak buah yang terlatih dan kuat jadi aku juga sudah menyiapkan beberapa bubuk racun untuk melumpuhkan mereka, untungnya Dania sebelum kami berangkat ke sini menyempatkan untuk memberikannya," Terangnya Diki sembari menyesap kopi yang masih mengepul asapnya itu.
__ADS_1
"Syukurlah kalau gitu, kita tinggal melaksanakannya saja dan berharap semoga semuanya berjalan lancar," imbuhnya David.
"Kalau menurut aku bagaimana kalau malam ini, kita langsung bergerak ke sana saja karena malam ini cuacanya cukup bagus dan menurut informasi yang aku dapatkan mereka akan berpesta merayakan kemenangan mereka dan disinilah waktu yang tepat untuk mengutus seseorang untuk mencampuri minuman dan makanan mereka dengan racun ini!" Ujarnya Diki dengan tersenyum penuh kelicikan.
"Apa itu tidak terlalu cepat bagaimana kalau besok subuh saja disaat mereka sedang tertidur pulas," sanggahnya David.
"Tidak Vid! Aku sudah memikirkan matang-matang segalanya dan entah kenapa perasaanku tidak enak takutnya mereka sudah terlalu lama di sana juga," bantahnya Diki yang nampak cemas dan khawatir dengan keadaan dan kondisi dari keluarganya atasan mereka yang cukup dekat dengannya itu.
"Kalau memang itu sudah menjadi keputusanmu baiklah kita bergerak setelah ini, ingat jangan sekali-kali gegabah dan ceroboh segala tindakan kalian harus hati-hati dan dipertimbangkan dengan baik," tuturnya David lagi.
"ingat selalu memberikan laporan berupa kode kepada kami, agar kita saling berkomunikasi demi keamanan kita bersama," perintahnya Dion.
Diki, David dan Dion Aldiano Smith segera menuju pintu bagian belakang yang kebetulan penjaganya tertidur setelah Diki menaburkan bubuk obat tidur di sekitar area pintu masuk, hal ini dimanfaatkan baik oleh mereka.
__ADS_1
"Untungnya mereka berpesta minuman alkohol sehingga kesempatan kita terbuka lebar dengan baik, Ingat lumpuhkan mereka dengan bubuk racun kalian dan jangan biarkan ada yang hidup," imbuhnya Diki.
"Kalian tidak perlu khawatir dengan keamanan dan keselamatan kalian karena ada beberapa tentara dan polisi yang membantu kita," ujarnya Dion.
Masing-masing diberi beberapa jenis racun beserta penawarnya. Diki sudah menjelaskan kepada mereka bagaimana cara menggunakannya sesuai yang diajarkan oleh Dania Andita Aulia Ramadhani sebelum Diki dan Dion berangkat ke tempat tersebut beberapa hari yang lalu.
Setelah mereka masuk dari arah pintu belakang ternyata rumah itu memiliki banyak ruangan yang setiap ruangan memiliki penjaga yang menjaganya. Dion langsung berhadapan dengan salah satu dari penjahat itu, sedangkan David dan Diki berpencar untuk mencari keberadaan Icha dan Fina.
Perkelahian pun akhirnya tak terelakkan, anak buah David Hermansyah Renan dan penjahat itu saling bertempur. Tak ada yang ingin mengalah bahkan mereka mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Kegaduhan yang tercipta dari perkelahian itu akhirnya big bos dari penjahat itu pun tahu.
"Bos gawat, ada beberapa orang yang telah mengepung rumah ini, bahkan sudah banyak korban dari anak buah kita yang berjatuhan," teriaknya dari salah satu anak buah penjahat itu.
"Kalian memang bodoh dan tidak becus!! Laksanakan rencana ke dua, ingat jangan biarkan ada yang lolos dari dalam istanaku ini!" Geramnya pria bertopeng itu.
__ADS_1
"Baik bos," jawab mereka yang mulai ketakutan.