
"Pasti Ririn dan Dea pasti merisaukan aku, tapi aku berharap mereka bisa bersabar dan membantuku untuk menemukan keberadaanku," batinnya Dania.
Dania mengamati sekitarnya dan mencari pintu keluar. Karena rumah ini terbilang rumah yang cukup besar membuatnya bersusah payah menemukan pintu keluarnya.
"Ya Allah… lindungilah anak-anakku semoga hanya aku saja yang mengalami kejadian seperti ini," lirihnya Dania.
Dennis Ritchie Valens Edgardo dan timnya sudah mendapatkan petunjuk keberadaan Dani dan sudah menghubungi pihak kepolisian untuk segera datang ke lokasi.
Dania segera berlari menuju arah pintu,T tetapi sebelum Dania menyentuh gagang pintu itu tiba-tiba Dania ditarik tangannya dengan cukup kuat.
Perkelahian pun terjadi, Dania tidak mau kalah dan melawan dua orang sekaligus penjahat tersebut. Dania tidak leluasa bergerak karena memakai gaun pesta sehingga pergerakannya sedikit terganggu. Perkelahian mereka terdengar sampai di telinganya Dennis.
"Stop!! Dengarkan dan tajamkan pendengaran kalian, sepertinya dari sana ada suara seseorang yang seperti sedang berkelahi," imbuhnya Dennis.
"Benar sekali, aku pun mendengar suara seseorang sedang bertempur dan kamu benar sekali kalau arahnya dari sana," tunjuknya Daniel Aliando Edgardo.
Dennisa dan anak buahnya bergegas ke rumah itu. Ia melihat istrinya sedang melawan kedua penjahat itu.
Dennis menembaki salah satu penjahatnya. Karena jumlah penjahat itu kalah banyak akhirnya Dania berhasil di selamatkan. Dennis langsung berlari ke arah Dania dan langsung memeluk istrinya.
Dennis tanpa seijin Dania dan tanpa aba-aba langsung spontan memeriksa seluruh tubuhnya istrinya itu. Keadaan Dania yang sudah berantakan, kotor dan mendapatkan beberapa luka dibutuhnya tampak seperti gelandang saja.
"Kamu tidak apa-apa kan,ayo beritahu aku mana yang sakit?" tanyanya Dennis yang memeriksa kondisi dari istrinya itu dengan penuh selidik.
"Aku baik-baik saja kok Pak Dennis, Alhamdulillah, makasih banyak sudah menolongku dan bela-belain ke sini," imbuhnya Dania.
Daniel dan anak buahnya hanya jadi penonton saja. Bahkan Daniel bangga melihat aksi Dania disaat dia melawan penjahat itu tanpa senjata apapun.
"Ternyata adik ipar ku cukup berani dan memilki kemampuan yang memumpuni untuk menjaga diri mereka sendiri," batinnya Daniel Aliando yang menatap intens ke arahnya Dania.
__ADS_1
Polisi pun segera datang ke tempat kejadian perkara walaupun sedikit terlambat dan berkat bantuannya mereka segera meringkus semua penjahat itu.
Sedangkan Dennis sama sekali tidak masih belum melepaskan pelukannya, "Aku sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu sama kamu, jujur aku tidak ingin kehilanganmu lagi cukup sekali, jika hal itu terjadi aku bisa hancur dan mungkin aku lebih baik mati saja," tuturnya Dennis yang sudah meneteskan air matanya dalam pelukan istrinya.
Dennis bahkan meneteskan air matanya tanpa segan dan melupakan jika banyak orang yang melihat kejadian tersebut terjadi hanya terdiam menyaksikan pertemuan keduanya setelah hampir sepuluh tahun berpisah.
Denis mencurahkan seluruh isi hati dan beban pikirannya selama ini yaitu selalu menghimpitnya beberapa tahun belakangan ini. Beban berat itu ingin ia buang hari ini hingga tak tersisa sedikitpun.
"Aku tidak akan sanggup hidup tanpamu sayang, aku akan hancurkan seluruh isi dunia jika kamu meninggalkanku Dania, istriku!" Sumpahnya Dennis.
Dania dibuat cukup terkejut dan shock dengan kenyataan yang baru saja ia lihat langsung dan juga dengar menggunakan ke-dua telinganya itu tapi, bibirnya tiba-tiba keluh seketika saat itu juga.
Dennis kemudian melepaskan pelukannya dan beralih memegang tangan Dania,"Kumohon jangan tinggalkan aku Istriku, Aku adalah Dennis Ritchie Valens Edgardo suamimu yang selama ini sudah pergi meninggalkan kamu dan kedua anak kembar kita yang cantik dan pintar itu, aku adalah papanya sikembar!" ungkapnya Dennis.
Dania dibuat bingung sekaligus tidak percaya dengan perkataan presdirnya. Dia hanya terdiam dan tidak menanggapi perkataan suaminya. Ia hanya mundur beberapa langkah dan melepaskan dan menghempaskan pegangan tangannya Dennis dengan cukup kasar.
"Maaf aku sama sekali tidak mengenal Anda dan mungkin Anda salah karena suamiku bukanlah Anda, tapi dia sedang berada di luar negri sedang bekerja sebagai TKI, jadi tolong jangan mengarang cerita palsu," gerutu Dania yang sedikit kesal.
"Jangan menghindariku Daniaku, Aku sudah cukup menderita telah berpisah dengan kalian dan aku melakukan itu dengan terpaksa...," jelas Dennis dengan lelehan air matanya yang mewakili perasaannya yang sedih, kecewa dan hancur itu.
"Kamu tahu selama aku jauh darimu makan dan tidur pun tidak enak, saya terus saja memikirkan mu istriku, aku tidak memaksamu untuk menerimaku tapi berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya yang telah terjadi padamu," ungkap Dennis yang tidak mempermasalahkan dirinya yang sedih sekaligus bahagia bercampur menjadi satu bagian di dalam hatinya.
Tanpa berbicara sedikitpun, tiba-tiba Dania berlari menjauh dari Dennis. Dennis pun berusaha mengejar Danja. Mereka pun kejar-kejaran seperti adegan di film-film India saja.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Cinta Pertama loh, judulnya ada di bawah ini:
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Baby Sitter Pilihan
Dewa dan Dewi
Merebut Hati Mantan Istri
Duren, i love you
First Love Rubi Salman
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
__ADS_1
I love you all..