Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 130


__ADS_3

Perjalanan mereka begitu lancar dan aman. Tidak ada lagi hambatan yang berarti disaat dalam perjalanan. Pasokan bahan makanan dan yang lainnya masih sangat banyak.


Tepatnya dihari minggu rombongan mereka sampai di perbatasan antara Desa Sukakarya dengan kabupaten Sukabumi, di sanalah mereka harus berpisah.


Dennis Ritchie Valens Edgardo tak kuasa menahan tangisnya. Dia sudah menganggap mereka adalah keluarganya. Pak Ahmad Sahir ikut meneteskan air matanya dikala Danisha putri Dennis dan Dafina berjalan memeluknya.


"Kakek jangan nangis, kalau kakek nangis saya enggak mau datang jenguk kakek loh, aku juga gak akan beliin oleh-oleh kalau sudah sampai di kota," Ucap Icah sambil menghapus air mata Pak Sahir.


Pak Sahir sangat terharu dan Danisha segera digendong oleh Pak Sahir, selama di desa Fina sangat dekat dengan Pak Sahir. Beliau tersenyum menanggapi perkataan dari anak keduanya Dennis.

__ADS_1


Dengan berat hati untuk mengucapkan kata perpisahan. Dennis memeluk satu persatu orang-orang yang telah membantunya dan mengantarnya sampai ke kabupaten S.


Icha menyeka air matanya Pak Ahmad, "Iya Kek, jangan sedih terus kata papa nanti kami akan datang lagi ke desa, kalau urusannya papa sudah beres dan selesai Kek jadi hentikan dong bangisnya, kakek kayak anak kecil deh nangis mulu dari tadi, stop yah kek!" ucapnya Icha disertai tawa dari orang-orang yang berada di sana karena Icha menghibur mereka.


Dania tersenyum bahagia, lalu ia mendekat ke arah pak Sahir dan memeluk pak Sahir orang yang telah dianggap sebagai papaa sendiri dan selalu berada digaris depan jika keluarganya membutuhkan bantuan selama tinggal di desa tersebut..


Dania Aulia Ramadhani Kusuma David sambil memeluk pak Sahir yang bagaikan memeluknya Ayahnya sendiri.


"Insya Allah pak kalau urusan saya di kota telah selesai dan saya tidak sibuk insyaallah akan saya usahakan dan pasti akan sempatkan untuk datang menjenguk kalian di desa," ucap janji Dennis Ritchie Blackmore Valens Edgardo.

__ADS_1


"Doakan saya Pak semoga urusan kami ini cepat selesai dan mendapatkan titik terang dari urusan dan pekerjaan kami nantinya!' jelasnya Dennis lagi untuk menambahkan.


"Amin ya rabbal alamin" Jawab serentak Mereka yang ada di sana.


"Insya Allah urusanmu dilancarkan oleh Allah dan dimudahkan segala urusanmu, dan selalu berserah diri kepada Allah karena Allah yang maha besar dan maha berkendak Nak, jangan Lupa Shalat 5 waktumu untuk selalu mengerjakannya bagaimana pun keadaanmu" Ucap Pak Sahir sambil melepaskan pelukannya dikarenakan sudah ada mobil yang menuju ke arah mereka.


Dennis berjalan mendekati mereka satu persatu lalu mendekati salah satu muridnya yang menjadi kebanggaannya selama ini dialah Iqbal. Dennis menepuk pundaknya Iqbal dan juga menepuk bahu Rustan dan mengucapkan sepatah kata.


"Ingat teruskan semua yang pernah aku mulai di desa jangan berhenti dikarenakan ketidak hadiranku di dana, kalau bukan kamu yang melanjutkan dan mengembangkannya aku tidak tahu harus meminta sama siapa lagi kalau kamu butuh bantuan segera lah hubungi saya jangan sungkan dan segan," ungkapnya Dennis penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2