Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 162


__ADS_3

Mereka menghabiskan malam mereka dengan menyatukan diri mereka. Karena ini adalah malam terakhir mereka untuk bertemu. Daniel setelah melakukan hubungan itu bersama kekasih rahasianya segera menghubungi seseorang yang pasti bisa membantu menyelesaikan urusannya.


"Kamu tenang saja aku tidak bakalan jatuhkan kamu kok palingan jatuh kedalam pelukanku lagi dan lagi untuk selamanya hingga akhir waktuku," imbuhnya Daniel.


Cinta masih mengalungkan tangannya ke lehernya Daniel dengan senyuman lebarnya," kalau gitu gimana kalau kita menikah siri saja Abang, aku ingin melihat anakku lahir dalam keadaan kita sudah suami istri dan aku juga akan menutupi semua ini dengan baik dan aku berjanji walau besok kita akan pisah untuk sementara waktu aku tidak perlu takut dan khawatir lagi karena kita sudah menikah, gimana apa Abang setuju?" Cinta menarik tubuhnya Daniel hingga Daniel harus setengah mati bertumpu pada sisi ranjang karena takut menindih tubuhnya Cinta yang hamil muda itu.


"Lakukanlah apa yang ingin Abang lakukan, aku sudah Ikhlas Abang!" Cinta Arinda berbicara sambil menangis tersedu-sedu.


Daniel awalnya menolak tapi karena terus dibujuk dan dirayu oleh Cinta akhirnya jatuh juga dalam pelukannya Daniel," jangan sayang kita tidak boleh melakukan hal ini lagi, aku takut kamu..." Daniel belum menyelesaikan perkataannya Cinta langsung membungkam bibir seksinya Daniel dengan bibirnya.


Malam itu bulan purnama menjadi saksi tanda perpisahan mereka. Sebenarnya Pak Edgardo Malik Miller sudah mengetahui kalau kedua anakmu saling menjalin hubungan diam-diam tapi, hal yang mereka lakukan saat ini tak ada satupun orang yang tahu.


Hanya mereka berdua yang tahu dan menjadi saksi apa yang mereka lakukan. Karena itu lah Pak Edgardo memisahkan mereka untuk tidak melanjutkan hubungan mereka lagi. Tapi Tuan Besar Pak Edgar tidak ingin ada yang mengetahuitl hal itu siapa pun.

__ADS_1


"Cepatlah mandi, karena malam ini kita akan segera menikah, Abang sudah mengatur segala sesuatunya sebelum ada orang yang curiga karena kamu meninggalkan kamarmu sudah cukup lama," imbuhnya Daniel sambil memakai pakaian lengkap dan rapi seperti seseorang yang akan berangkat ke kantornya saja.


Daniel memberikan sebuah paper bag ke tangannya Cinta, Cinta yang tidak mengerti dengan maksud dan isi di dalam paper bag itu segera mengarahkan pandangannya ke arah Daniel pria yang sebentar lagi akan menikahinya itu.


"Itu pakaian yang akan kamu pakai pada saat akad nikah kita, cepatlah sudah jam 9 lewat," ujarnya Daniel Mananta Wijaya.


Berselang beberapa menit kemudian mereka sudah selesai dan bersiap untuk pergi. Cinta memutuskan untuk memakai pakaian pengantinnya di dalam mobil saja agar tidak ada yang semakin curiga pada kegiatan yang akan mereka lakukan.


Malam itu Daniel mengesahkan hubungan mereka di dalam ikatan tali suci pernikahan walaupun hanya sekedar menikah siri saja.


"Makasih banyak Pak atas bantuannya, maaf ini ada sedikit sebagai ucapan terima kasihku dan kami mohon apapun yang terjadi tolong jangan katakan kepada siapapun jika kami sudah menikah," pintanya Daniel sambil membagikan sekitar lima amplop karena ada lima orang yang menyaksikan pernikahan mereka berdua.


"Ingat sayang kamu itu adalah istriku jangan sekali-kali untuk mendekati pria manapun aku tidak akan suka dan aku mohon padamu jagalah calon anak kita dengan baik dan setiap kali aku memiliki kesempatan aku akan datang menjenguk kamu," ucapnya Daniel sebelum mereka berpisah.

__ADS_1


Cinta memeluk tubuh suaminya itu, "Ingat kau adalah milikku aku tidak ingin ada wanita lain mendekatimu," jelasnya Cinta lalu mengurai pelukannya dan berlari ke arah mobilnya.


Cinta dengan berat hati harus melepas kepergian dan perpisahannya dengan pria yang baru beberapa menit lalu menikahinya itu. Air matanya menetes membasahi pipinya itu dan ia dengan terpaksa meninggalkan tempat pernikahan mereka menuju ke rumah masing-masing karena keesokan harinya mereka akan meninggalkan tanah air Indonesia tercinta.


Sejak malam panjang itu, Cinta dan Daniel tidak pernah bertemu lagi, bahkan saling menyapa lewat hp pun tidak pernah mereka lakukan. Semua akses yang berhubungan dengan Daniel telah diblokir dan terputus. Pak Wiguna melakukan itu demi kebaikan mereka bersama.


Tapi, itu persi pak Edgardo dengan anak buahnya. Padahal hampir tiga kali dalam setahun Daniel selalu mengunjungi istrinya dan calon anaknya. Walaupun ketika Cinta harus melahirkan anak pertama mereka yang juga kembar Daniel tidak berada di sisinya untuk mendampingi proses persalinannya itu. Siapa yang tidak sedih tapi, Cinta sadar dan sabar menjalaninya jika ia ingin tetap bahagia dan bertemu dengan Daniel dengan cara seperti ini yang harus mereka jalani dan lalui.


Tujuh tahun kemudian, Cinta kembali ke tanah air tapi hanya seorang diri dengan status sebagai seorang wanita lajang yang belum menikah.


Hal tersebut Cinta lakukan untuk kebahagiaan dan keamanan hubungan pernikahannya dengan Daniel Mananta Wijaya dan juga kedua putranya Reinhard yang Richard. Kedua anak kembarnya sangat mengerti dengan posisi kedua orang tuanya saat ini.


Alasan dibalik kepulangan dan lembalinya Cinta ke Indonesia hanya untuk membantu menjaga Dania Andita Aulia Ramadhani istri dari Dennis Ritchie Valens Edgardo kakaknya, atas permintaan mamanya sendiri yaitu ibu Sanaya.

__ADS_1


Cinta terpaksa kembali mengenang masa-masa kebersamaannya dengan laki-laki yang sempat membuatnya terbuai dalam mimpi indah. Laki-laki yang tidak bisa Cinta lupakan dalam hidupnya, semakin keras usahanya untuk melupakan Daniel karena walaupun mereka sudah menikah tapi, kebebasan untuk bersama keluarga kecilnya sangat terbatas.


Cintanya terhadap suaminya itu semakin besar pula rasa cintanya. Hingga sampai detik ini, Cinta masih berharap suatu saat nanti dia akan kembali bersatu dengan suaminya itu tanpa ada rasa khawatir dan ketakutan yang berlebih-lebihan.


__ADS_2