Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 70


__ADS_3

"Baiklah, saya akan penuhi semua keinginan papa yang penting aku bisa pulang ke Indonesia dan tidak akan meminta untuk bertemu dengan kedua anak dan istriku," jelasnya Dennis yang sudah pasrah dan menyerah dengan keadaan.


Pak Edgardo tersenyum penuh kemenangan, "Kalau itu keputusanmu baiklah, persiapkan dirimu untuk kembali ke tanah air tapi, Ingat jangan sekali-kali kamu berani mendekati Istri dan anak-anakmu bahkan kamu tidak boleh jujur kepada Istrimu siapa kamu sebenarnya," ancamnya Pak Edgar dengan menekan setiap ucapan perkataannya kata-katanya.


Pak Edgardo pergi meninggalkan ruangan itu dengan senyuman yang begitu puas, sedangkan Dennis tersungkur ke lantai dan menangis sambil memeluk lututnya, ia menangis sejadi-jadinya. Hilanglah wibawanya sebagai seorang Presdir hebat yang disegani oleh rekan bisnisnya.


"Maafkan aku Dania, istriku aku terpaksa melakukan hal ini agar hidup kalian aman dan damai, biarlah Mas yang berkorban asalkan kalian bahagia," batinnya Dennis yang sedari tadi air matanya menetes membasahi pipinya.


Demi keluarga kecilnya, Dennis Ritchie Valens Edgardo rela melakukan apa pun itu, bahkan jika seseorang menukar dan meminta tumbal nyawanya ia tidak segan dan berfikir panjang untuk melakukan hal tersebut. Demi semata untuk keluarganya. Dennis akan lakukan dan serahkan tanpa banyak fikir.


Kejadian ini tak lupuk dari penglihatan Mama Sanaya. Mamanya tidak bisa berbuat apa-apa, ia tahu persis bagaimana watak dan karakter dari suami dan anaknya jika, ia ikut campur maka akan berdampak tidak baik pada kehidupan mereka semua. Bu Sanaya hanya bisa menangisi nasib putera satu-satunya itu.


"Maafkan Mama sayang, Mama tidak sanggup untuk membela dan memperjuangkan cinta kalian, Mama tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membujuk papamu," Gumam Bu Sanaya.


Nyonya Besar Sanaya, tidak ingin masuk untuk membantu anaknya bukannya tidak kasihan atau pun rela melihat anaknya tapi, ia mencari waktu yang tepat untuk kembali berbicara dengan suaminya yang cukup keras kepala dan egois itu. Karena dia tahu kalau itu dia lakukan bukannya mengatasi masalah tapi malah menambah beban dan masalah untuk anaknya.


"Maafkan mama Nak, Mama tidak bisa membantumu," cicitnya Bu Sanaya dibalik pintu sembari menyeka air matanya.


Hatinya hancur, sedih, kecewa dengan keputusan suaminya. Baginya kenapa hingga detik ini masih memandang harta,derajat, status, jabatan dan bibit bebet bobot seorang calon pasangan.


Mama Sanaya kembali ke kamarnya dan menangis tersedu-sedu meratapo nasib malang putranya. Bu Sanaya bahkan sampai sekarang tidak tahu maksud dan tujuan suaminya bersikap tegas seperti itu.


Pernikahan mereka tidak ada yang salah. Bahkan di dalam keluarganya mereka tidak memandang status, derajat atau pun Penampilan dari pasangan anak-anaknya. Tapi, untuk kali ini pak Edgardo seolah merubah prinsip dan kebiasaan itu di dalam keluarganya setelah tahu siapa Dania.

__ADS_1


Bagi orang di keluarga mereka hal itu biasa saja yang paling penting mereka bahagia. Karena itu lah Mama Sanaya sungguh tidak percaya dengan pilihan dan keputusan suaminya. Tapi dia tidak berani untuk bertanya langsung kepada suaminya.


"Ya Allah… Engkaulah pemilik hati setiap insan manusia dan hanya Engkau yang bisa memutar balik hati dan perasaan hambaMu, maka aku meminta padaMu ya Allah… bukalah pintu hatinya suamiku untuk menerima pernikahan anaknya," lirihnya Bu Sanaya.


Flashback off..


Bukannya Dennis melupakan janji dan sumpah serta kesepakatan yang telah ia buat bersama dengan papanya itu. Dia sama sekali tidak lupa dengan janjinya tetapi kembali lagi, Dennis hanya lah manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf. Seperti halnya dengan Pak Edgardo yang menginginkan mereka untuk berpisah karena ada alasan yang hanya beliau yang mengetahuinya.


"Jangan ulangi hal ini lagi, ingat masa depan dan keselamatan anak kembar dan istrimu ada ditangan Papa!" Ancam Pak Edgardo yang duduk di kursi kebesarannya Dennis untuk saat ini sebagai Presdir PT Ionik Internasional Group.


Pak Edgardo meninggalkan ruangan putra tunggalnya itu dengan perasaan yang sedikit bahagia, marah, emosi dan juga kecewa. Pak Edgar berjalan ke arah luar dan tanpa sengaja berpapasan dengan anak menantunya yaitu Dania. Pak Edgardo diam-diam memperhatikan menantunya itu dari jauh dan sesekali melirik ke arah Dania.


"Maaf," cicitnya Pak Edgardo.


"Aaahhhh!!! Kenapa aku harus terlahir dari keluarga Edgardo Muller Winata Vallens!! Ya Tuhan apa salah dan dosaku hingga kehidupanku harus aku korban demi ambisi papa!!" Teriaknya Dennis di dalam ruangannya dengan suara yang cukup melengking tinggi memenuhi setiap sudut ruangan pribadinya.


Prang!!! Brukk!!!


Dennis tidak berpikir panjang reflek melempar semua apa-apa yang ada di hadapannya. Ruangan Dennis bagaikan kapal pecah yang baru saja terkena tsunami yang cukup dahsyat. Dennis tidak memperhatikan lagi penampilannya bahkan wajah dan rambutnya terlihat kacau.


Setelah dari luar, Dania kembali ke kubikelnya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Dania fokus dengan pekerjaannya walaupun hati dan perasaannya dilanda dilema. Ia masih kepikiran dengan apa yang barusan terjadi padanya. Hatinya selalu mengatakan jika Dennis atasannya adalah suaminya sendiri.


"Kenapa hatiku mengatakan jika Pak Presdir adalah Papa dari kedua anak kembarku, hati ini selalu merasakan sentuhannya hingga detik ini," batinnya Dania.

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.


Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.


Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!

__ADS_1


__ADS_2