Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 142


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pembayaran, Pak Ahmad segera berlari kencang ke arahnya Icha yang sudah terduduk juga diatas lantai dengan menangis sepertinya mereka bisa menutupi jika sakitnya itu hanya luka ringan dan kecil saja tetapi,agar apa yang sejak tadi mereka rencanakan jadi harus totalitas dan alamiah dalam berakting.


Teriakan dari mulutnya Dafina yang sudah tersungkur di atas lantai keramik membuat tubuhnya sakit. Walaupun hanya kesakitan biasa saja tapi, karena ingin menjalankan rencana yang direncanakan oleh papa dan mamanya sehingga ia harus berpura-pura menderita kesakitan.


"Aahhhh!! Kakak sakit sekali, lututku sudah berdarah," keluhnya Dafina dengan air matanya yang sudah meneteskan air matanya di hadapan beberapa orang yang sudah berkerumun di sekitar tempat lokasi area terjatuhnya Dafina.


Sesekali Fina melirik ke sekitarnya dan n mencoba melihat siapa orang yang ditabraknya dengan tidak sengaja. Sudut bibirnya menyunggingkan senyuman liciknya. Ia harus membiasakan untuk terus mulai berakting.


"Sakit sekali,huhuhu Mama aku kesakitan!" Keluhnya Dafina yang sudah mengetahui siapa orang yang telah dia tabrak itu.

__ADS_1


"Fina,kamu baik-baik saja kan? Kakak sudah datang untuk membantumu bangun," ujarnya Icha yang berusaha untuk membantu Fina bangkit dari tengkurapnya itu.


"Kakak, dadaku sakit, lututku berdarah, mungkin aku akan masuk rumah sakit," ratapnya Fina yang menatap intens ke arah kakaknya itu seolah memberikan kode kepada saudara kembarnya.


"Bocah tengil ini ternyata anak kembar, bukannya dia anak yang cari gara-gara denganku waktu itu, aku akan membalas mereka berdua," Umpatnya Wanita yang sudah tabrakan dengan Fina.


Sedangkan orang yang ditabrak oleh Fina tidak terima dengan keadaan itu. Dikarenakan makanan dan minuman yang dia bawa dalam talenan tumpah ke pakaiannya. Orang itu langsung ngomel-ngomel dan memarahi Dafina.


Perempuan itu marah-marah sambil menunjuk ke arah pakaiannya yang sudah berubah model dan juga warnanya. Fina dan Icha dalam hatinya hanya ingin tertawa dan muak melihat tingkahnya Nanda.

__ADS_1


"Baru baju model kayak gitu sudah dipamer segala dan sombong nya selangit, Papa kami juga bisa belikan kami yang lebih mahal dari pakaian kamu itu!!" Gerutu Icha yang sengaja memancing ikan di air keruh.


"Hahaha!! Pengen ngakak dan tertawa terbahak-bahak mendengar bualan kamu itu, aku tidak bisa membayangkan baju apa yang mampu kamu beli, pakaian yang kamu pakai sekarang saja hanya baju kualitas murah dan aku yakin kamu tidak akan bisa beli baju yang lebih mahal!" Sindirnya Nanda Putri.


Icha menatap ke arah Fina, orang yang ditatap segera mengerti dengan kode yang diberikan oleh Icha kakak kembarnya itu, ia kemudian berjalan ke arah perempuan yang sudah nampak pucat pasi wajahnya karena ketakutan sudah menjatuhkan sebuah nampan yang berisi beberapa jenis makanan dan macam-macam makanan.


"Mbak! Kamu selow yah tidak perlu sedih lagi biarkan nenek itu ngomel-ngomel enggak jelas, kita dengarkan saja setiap ucapannya anggap saja masuk telinga kanan keluar telinga kiri saja!" Imbuh nya Fina di hadapan pramusaji yang berdiri seperti orang bego saja dengan langkah kakinya yang terseok-seok karena lukanya yang membuatnya seperti itu.


"Maaf Tante! Adik saya sama sekali tidak sengaja menabrak Tante, jadi maafkan saja adikku karena itu tidak disengaja sehingga terjadilah tabrakan, maaf yah," imbuh Icha sambil meraih gelas dari tangannya Fina secara diam-diam lalu mengambil gelas minuman yang sudah terisi dengan minuman berwarna ungu itu.

__ADS_1


Danisha segera menuang air jus buah naga itu ke atas pakaiannya hingga semakin memperparah keadaannya saat itu. Icha sama sekali tidak gentar untuk menuang air berwarna itu ke atas pakainnya Nanda.


"Apaaa! Hey!! Apa yang kamu lakukan, hentikan anak bajingan!!" Gertaknya Nanda seraya menghempaskan pakaiannya agar air itu hilang dari atas pakainnya.dengan nada suara yang keras bagaikan petir di siang bolong.


__ADS_2