Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 170


__ADS_3

Seorang pria yang memakai topeng itu tersenyum penuh kelicikan, "Akhirnya kamu datang juga, aku sudah lama menunggu kalian, ternyata kamu cepat juga menemukan keberadaan keluargamu!" Geramnya.


Orang itu bergumam sambil tertawa terbahak-bahak dan mengeluarkan aura gelap penuh dendam yang siap membunuh seseorang.


"Bos gawat, ada beberapa orang yang telah mengepung rumah ini, bahkan sudah banyak korban dari anak buah kita yang berjatuhan," teriaknya dari salah satu anak buah penjahat itu.


"Kalian memang bodoh dan tidak becus!! Laksanakan rencana ke dua, ingat jangan biarkan ada yang lolos dari dalam istanaku ini!" Geramnya pria bertopeng itu.


"Baik bos," jawab mereka yang mulai ketakutan.


Sedangkan di dalam ruangan yang cukup gelap dan pengap yang sudah kelelahan dan kondisinya Icha, Fina dan Nyonya Sanaya yang semakin parah dikarenakan mereka hanya diberikan makanan dan minuman sekali saja dalam sehari. Kejadian itu sudah berlangsung hingga satu minggu tanpa mereka memiliki belas kasih.


Sedangkan si kembar berusaha terlihat lebih mampu menahan beban itu dikarenakan si kembar sudah pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya bahkan lebih parah hanya bedanya dulu mereka bebas menghirup udara segar dan cahaya matahari sedang disini tidak.


Mereka menjalani hal itu, sewaktu tersesat di hutan belantara dan terdampar di desa Sukakarya hingga mereka tinggal sampai sekitar satu tahun lebih. Mereka vpun tak kalah mengkhawatirkan keadaannya. Siapa pun yang melihat kondisi mereka pasti akan menangis dan terenyuh saking mengkhawatirkan keadaannya.


"Apa kalian bahagia mendengar kabar bahwa anak buah dan calon menantumu telah datang untuk menyelamatkan kalian!" Gerutu penjahat bertopeng tersebut.

__ADS_1


Seuntai senyum mengembang di bibir pucat Ibu Sanaya setelah mendengar kabar kalau Daniel, David an anak buahnya datang untuk menyelamatkan mereka.


Semburat senyuman terbit dari sudut bibirnya Sanaya, "syukur alhamdulillah makasih banyak ya Allah engkau mengirimkan anakku ke sini untuk menyelamatkan kami," batinnya Bu Sanaya.


Bu Sanaya segera membangunkan kedua cucunya itu,"sayang paman kalian sudah datang untuk menolong kita, ayo bangun ma kita harus kuat menanti kedatangan mereka," ujarnya yang membangunkan kedua cucu kembarnya itu yang sudah tidak sadarkan diri akibat dehidrasi dan kelaparan.


"Ayo bangunkan segera cucumu supaya kamu bisa melihat langsung dengan mata kepala kalian bagaimana aku menghabisi nyawa calon mantumu itu dengan anak buahnya juga!" Geramnya Penjahat itu berbicara sambil menarik dagunya Bu Sanaya dengan kuat hingga ujung kukunya cukup tertancap di kulit dagunya itu.


"Aahh sakit!! tolong lepaskan kami, aku mohon, aku akan memberikan uang berapapun yang kalian minta tapi tolong lepaskan kami terlebih dahulu," ratap Bu Sanaya yang mengerang dan mengeluhkan kondisinya itu yang sudah terluka bagian wajahnya.


"Kenapa baru sekarang kalian meminta tolong padaku!! Padahal hal ini lah yang aku tunggu-tunggu dari kemarin, aku ingin melihat kalian berlutut dan memohon ampun di depanku!!" Hardik penjahat itu.


Icha segera memberikan kode kepada adiknya itu diam-diam, Fina yang melihat hal tersebut segera melakukan apa yang seharusnya ia lakukan walaupun dalam keadaan yang sangat lemah dan tidak berdaya.


"Aku tidak boleh kalah dari keadaanku ini agar aku bisa segera bebas dan bertemu dengan Papa dan Mama secepatnya," gumam Danisha yang berusaha untuk melepaskan tangannya dari ikatan tali yang cukup kuat itu.


Icha dan Fina berhasil melepaskan ikatan dari tangan dan kakinya sehingga mereka langsung berlari dan menarik topeng orang itu dan secepat kilat menarik penutup wajah bis bos penjahat itu.

__ADS_1


Usaha dan upaya yang dilakukan oleh kedua anak kembarnya Dennis Ritchie Valens Edgardo itu dari sinilah mereka akhirnya tahu siapa otak dan dalang dari kejahatan selama ini.


Mereka menutup mulutnya saking kaget dan shocknya melihat siapa sosok yang berada di balik topeng itu. Mereka sangat tidak ingin percaya dengan kenyataan yang baru saja mereka ketahui.


"Uncle Darius!" Cicitnya Icha dan Fina yang cukup terkejut dengan kenyataan yang ada di depan matanya.


Mau tidak mau mereka harus percayai dengan apa yang mereka lihat. Ternyata orang yang berdiri di depan mereka adalah Darius. Dia adalah asisten pribadinya Daniel dan sekaligus salah satu orang kepercayaan suaminya sendiri Pak Edgar.


"Ya Allah… kenapa bisa Darius yang melakukan semua ini, aku sungguh tidak ingin percaya," lirih Sanaya.


Darius mengeratkan genggaman tangannya dan giginya bergemelatuk hingga hingga raut wajahnya memerah padam saking marahnya.


Darius langsung maju kehadapan Icha karena ingin memukul Icha, tapi Icha lihai untuk mengelak dan menghindar dari serangan pukulannya Darius dengan menggunakan sisa tenaganya yang tersisa.


Untungnya Icha dan Fina sudah dibekali bela diri teknik taekwondo oleh orang tuanya berhasil melawan dan menghindari pukulan dari Darius yang cukup kuat itu.


Darius tersenyum penuh kelicikan, "Ternyata kamu boleh juga, masih bocah kecil bau kencur tapi Jago juga yah, sepertinya aku terlalu meremehkan kalian rupanya!" Gertaknya Darius yang sudah berapi-api ingin menghajar Icha dan Fina..

__ADS_1


__ADS_2