Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 166


__ADS_3

"Iya dengan terpaksa aku ngomong sama dia kalau aku hamil dan punya anak kembar, aku tadi sangat bingung harus bagaimana lagi tapi aku berharap dengan kejujuran aku itu ia merasa bersalah dan hidup dalam penyesalan," ucapnya Citra Kirana Ariesta Edgardo dengan penuh keyakinan.


"Kenapa harus bingung, slow dan santai saja tidak perlu kamu risaukan tentang pria itu aku yakin dia akan bertanggung jawab padamu kok, dan pasti akan menyesal telah menyakiti kamu dulu," imbuhnya Cantika Amelia Adijoyo.


Cantika meraih tangannya Citra, "Apa yang terjadi padamu?" Cantika memperhatikan dengan seksama raut wajahnya Citra yang seperti orang yang baru nangis.


Citra menarik nafasnya dengan cukup panjang," aku bertemu dengan pria itu Can, ternyata dia adalah anak buahnya Papa!" jawab Citra yang meneteskan air matanya.


Cantika cukup terkejut mendengar penuturan dan penjelasan dari mulutnya Citra," apa!! kamu serius? kenapa kita tidak tahu semua itu padahal ternyata kalian dekat dan selalu berkaitan erat seperti ada benang merah yang menghubungkan kalian berdua," ungkapnya Cantika.


"Tapi aku takut sekali, gimana kalau,,," ucapannya Citra yang terpotong karena kehadiran seseorang yang membuatnya menghentikan ucapannya segera karena takut ketahuan oleh orang lain terutama kedua orang tuanya pasti mereka akan kembali kecewa dua anak gadisnya tidak bisa menjaga dengan baik kehormatannya sendiri.


Cantika dan Citra dibuat terkejut dan kaget dengan kehadiran Dania Andita Aulia Ramadhani Kusuma dengan Cinta Andira Edgardo yang tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka.


Raut wajahnya Citra spontan langsung pucat pasi setelah kedatangan kedua saudaranya itu, begitu pun dengan Cantika yang kaget setengah mati dan ketakutan jika rahasia besar Citra terbongkar dan ketahuan.

__ADS_1


Citra gelisah dan meremas ujung roknya, "Ya Allah moga Mbak Dania dan Mbak Cinta tidak mendengar perkataanku barusan," lirihnya Citra.


Dania menarik kursi untuk duduk,"Maaf ganggu acara bincang-bincanngya," imbuhnya Dania.


"Tidak apa-apa kok kakak, silahkan gabung dengan kami," pungkasnya Cantika yang sedikit grogi dan gemetaran itu.


"Saking asyiknya kalian cerita hingga tidak menyadari kedatangan kami berdua, jadi penasaran pengen tahu dan ikut gabung dengan kalian," guraunya Cinta yang ikut duduk di samping adik kembarnya dan diapit oleh adik sepupunya itu.


Citra tidak bisa berbuat apa-apa dan berucap sepatah kata pun. Hal tersebut dikarenakan masih shock dan takut ika apa yang dia bahas dengan Cantika didengar oleh kakak iparnya juga.


"Citra! Kamu sakit? badan kamu agak hangat loh," tanyanya Dania yang sudah menegang kening Citra adik iparnya itu.


Citra langsung menepis tangan Dania dengan perlahan dari wajahnya. Ia tidak ingin apa yang sedang ia alami dan terjadi padanya ketahuan sehingga dengan terpaksa ia harus berbohong sedikit untuk menutupi kenyataan yang sesungguhnya.


"A-ku ti-dak apa-apa kok Mbak aku baik-baik saja mungkin karena semalam aku kurang tidur ketika menjaga Abang Dennis," elaknya Citra yang sedikit gelagapan sehingga terbata.

__ADS_1


Cinta menengahi, "Kalau Kamu sakit pulanglah saja dulu ke rumah atau kamu mau Mbak antar ke UGD untuk diperiksa?" tanyanya Cinta yang sudah nampak cemas melihat kondisi adik satu-satunya tersebut.


"Kakak aku sudah bilang tidak apa-apa kok, berarti aku baik-baik saja!!" Gerutu Citra sambil menaikkan sedikit nada suaranya.


Hal itu dilakukan oleh Citra untuk menutupi rasa gugup dan debaran jantungnya yang berdetak kencang disaat menyentuh wajahnya. Saking takutnya rahasia besarnya terbongkar di hadapan anggota keluarganya. Hidupnya bisa hancur dan kacau balau kalau seperti ini.


"Tapi wajahmu merah loh Citra," ujarnya Cinta.


"Citra emang akhir-akhir gitu kok Kakak kalau habis kesedak minuman pasti wajahnya akan memerah," terang Cantika yang sengaja mengalihkan perhatian Cinta dan Dania dari wajahnya Citra.


Kedua bola matanya Citra mengisyarakatkan kegelisahan dan ketakutan yang berlebih-lebihan, "Dengarkan kata-katanya Cantika, ia sangat tahu apa yang terjadi padaku Mbak, kalau saya itu baik-baik saja jadi tidak perlu cemas, yang perlu kita pikirkan sekarang adalah Abang Dennis dengan Mama Sanaya yang belum juga ditemukan," sanggahnya Citra.


"Maafkan Kakak yang sudah terlalu khawatir dan takut dengan kondisi kamu dek! Kakak hanya khawatir dengan keadaanmu cukup Mama dan keponakan kita yang belum ditemukan hingga detik ini," ujarnya Dania yang sudah menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya yang suaminya koma sedangkan kedua anaknya belum ditemukan juga.


"Oy kakak aku dengar dari Citrakatanya Paman tertembak waktu ingin menyelamatkan Aunty Sanaya dan cucu kembarnya?" tanya Cantika.

__ADS_1


"Bukan papa Edgar yang tertembak tapi,Mas Dennis yang terkena tembakan dua kali hingga saat ini belum sadarkan diri dari komanya," kilahnya Citra seraya memeluk tubuhnya Dania yang sudah terisak dalam tangisannya.


__ADS_2