Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 108


__ADS_3

"Kalau sesuai yang kami lihat dari tempat ini mustahil jika mereka selamat bahkan mobil mereka terbakar," jawab anak buahnya.


"Akhirnya kalian mati juga, Itu lah akibatnya jika kalian ingin melawanku, balas dendam ku selama ini terwujud juga setelah lima tahun, Dennis Ritchie Valens Edgardo dan Dania Almira Ramadani hidupmu hari ini sudah berakhir dan tamat di tempat ini!!" hahahaha tawa orang itu menggema di seantero lokasi itu dengan senyuman liciknya yang selalu menghiasi wajahnya yang tertutup topeng berwarna hitam.


Ibu Sanaya histeris mendengar kabar anak,menantu serta cucunya mengalami kecelakaan, bahkan beliau meraung.


"Tidak!! Anakku masih hidup, pasti ada kekeliruan di sini, putraku Dennis Ritchie Valens Edgardo!!" Jeritnya Bu Sanaya yang terduduk di atas lantai keramik kamar pribadinya itu.


Hal ini tak luput dari pendengaran anak kembarnya Cinta dan Citra. Keduanya buru-buru ke dalam kamar orang tuanya. Mereka ikut shock dan terkejut mendengar kabar dari berita itu.


Bu Sanaya pingsan saking tidak percayanya mendengar kabar duka mengenai anak sulung dan juga cucu serta anak menantunya yang mengalami kecelakaan.


"Sanaya! Istriku!" Teriaknya Pak Edgardo yang berlari kencang kearah istrinya yang sudah terkapar di atas sofa buludru berwarna cokelat itu.


Seluruh anggota keluarga Edgardo Muller Winata Sing Antonio dibuat gempar setelah mendengar kabar kecelakaan maut yang menewaskan dan yang menjadi korban adalah Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Almira Ramadani Satya beserta kedua anak kembarnya dan keluarga kecilnya.


"Cinta! Telpon segera Dokter Joseph untuk segera datang ke sini, Citra bantu Papa untuk angkat Mama ke atas ranjang!" Perintah Pak Edgardo.


Cinta segera menjalankan perintah papanya, tanpa banyak tanya dan pikir lagi. Bu Sanaya nampak diwajahnya cantiknya ada tetesan air matanya yang membekas dipelupuk mata.


Sedangkan di tempat lain, Daniel dan David masih tidak percaya kalau yang berada di dalam mobil itu adalah jasad sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya. David ingin menyangkal kejadian itu tapi senua bukti mengarah ke Dennis dengan keluarganya sesuai dengan bukti yang mereka temukan di tempat kejadian.

__ADS_1


Seluruh anak buah David Ardiansyah Rusman ditambah anak huah Tuan Besar Edgardo bersama-sama mencari anak-anaknya Dennis, karena di dalam bangkai mobil itu tidak terdapat mayat anak-anaknya Dennis yaitu Danisha dengan Dania.


Mereka hanya menemukan dua jasad saja. Tapi anak buahnya David berhasil menemukan barang-barang peninggalan Dennis yang tercecer di sekitar lokasi kejadian. Sedang Icha dan Fina anak-anaknya hanya menemukan dua tas bermotif boneka Doraemon dan kuda poni yang tercecer di sekitar tempat tersebut tapi,sang pemilik tas sama sekali tidak mengetahui dimana keberadaannya.


Bahkan pihak kepolisian juga sudah bergerak langsung untuk datang ke lokasi itu dan secepatnya untuk menyelidiki kejadian kecelakaan maut itu, apakah murni karena kecelakaan ataukah hasil dari sabotase dari orang lain yang sengaja mereka rencanakan.


Setelah kondisi dari Bu Sanaya cukup membaik, mereka memutuskan untuk kembali ke tanah air. Pak Edgardo dan Istri beserta keluarga besarnya datang ke Indonesia. Bu Sanaya tak henti-hentinya menangis meratapi kepergian anak,cucu dan menantunya.


"Ya Allah… kenapa hal ini terjadi padaku, kenapa anak dan cucuku begitu cepat meninggalkanku," batinnya Bu Sanaya sambil memandangi awan.


Bu Sanaya menyesal dengan apa yang dilakukannya selama ini yang tidak memperjuangkan hubungan anaknya dengan keluarga kecilnya.


"Ini semua gara-gara Mas yang terlalu keras dan tidak merestui hubungan mereka, apa sih sebenarnya alasannya Mas yang melarang mereka menikah!" Ketusnya Bu Sanaya.


Perempuan itu tersenyum penuh kegirangan, "Iya sayang akhirnya kita bisa menikmati kemenangan kita, aku sangat bahagia karena perempuan itu juga ikut mampus dan terbakar hingga jadi abu!" umpatnya perempuan itu yang sedari tadi memeluk tubuh kekasihnya.


Pria itu segera memeluk tubuh kekasihnya dengan posesif dan penuh kemesraan,"Cek ke bawah untuk memastikan apa mereka sudah mati atau jangan-jangan mereka masih hidup," perintahnya.


"Tapi bos, jurangnya sangat terjal dan dalam sekali dan juga pasti jalannya licin karena habis terkena air hujan," tolaknya beberapa anak buahnya


Anak buah mereka tidak berani ke bawah jurang karena jurang itu cukup dalam mereka tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka jadi mereka balik ke tempat bos-nya tapi mereka seakan-akan melihat langsung korban yang ada di dalam mobil.

__ADS_1


"Siapa pun yang turun ke sana, saya akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang mau turun dengan bonus yang besar," imbuhnya Pria itu.


Beberapa saat kemudian, anak buah dari orang itu kembali dan melaporkan kalau penumpangnya semuanya tidak terselamatkan.


Nafasnya mereka tersengal karena habis menuruni jurang yang cukup dalam, "Mustahil kalau mereka selamat bos dan kami melihat mereka sudah terbakar," ucap anak buahnya mereka saling berpandangan.


Beberapa jam kemudian, Daniel dan David beserta anak buahnya sudah sampai di lokasi yang terakhir Dennis kirim. Tapi, keduanya tidak menemukan keberadaan Dennis, Dania, dan kedua anak kembarnya Icha dan Fina serta mobilnya.


Hingga tengah malam, David belum berhasil menemukan posisi mereka semua dan keluarganya. Daniel bahkan menghubungi anak buahnya untuk menyusul mereka. Malam semakin larut tapi Dennis belum juga ketemu.


Posisinya Dennis sesuai petunjuk GPS di tempat itu tak terlihat keberadaan Dennis Dania dan anak-anaknya. Tapi, David tidak bisa melacak ponsel mereka karena dalam keadaan mati.


Mereka berpencar untuk mencari keberadaan Dania bahkan anak buahnya yang menyusul pun sudah datang. Adzan subuh berkumandang tapi hasilnya masih tetap sama. Mereka belum menemukan titik terang keberadaan Denni.


Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.


Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.


"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."


"apa yang harus kita katakan padanya Tuan Besar jika tahu Tuan Muda kecelakaan bersama dengan keluarga kecilnya," batinnya David.

__ADS_1


"Ya Allah... semoga mereka selamat dalam keadaan yang baik pula," Daniel membatin.


__ADS_2