
David Hermansyah Wijaya dan Daniel Mananta Arjun sudah datang beserta beberapa anak buahnya yang terbaik. Alat transportasi dan barang-barang yang diperlukan selama perjalanan sudah mereka persiapkan. Dennis pun merasa sangat sedih untuk meninggalkan desa Sukakarya yang selama ini membuatnya hidup tenang.
"Assalamualaikum Pak Sahir," salam dari Dennis yang tersenyum ramah ke arahnya Pak Ahmad Sahir dengan tatapan teduhnya.
Pak Sakhir langsung berdiri dari duduknya ketika melihat kedatangan dari Dennis memasuki rumahnya, "Waalaikum salam" jawab pak Sahir.
"Ahh kamu Dennis, ayo masuk," ucap pak Sahir yang menyambut kedatangan Dennis di rumahnya itu.
Dennis langsung membahas rencana kepulangannya dan lagi-lagi wajah sedih dan kecewa nampak di wajah Pak Sahir seperti halnya kepala Desa Sukakarya.
"Kami pasti akan merasakan kehilangan kalian dan kerinduan itu, bagi kami di sini kamu diutus oleh Allah SWT untuk membawa perubahan di desa kami ini kearah yang lebih baik lagi," imbuhnya Pak Sahir.
__ADS_1
"Sebenarnya saya juga berat sekali untuk mengambil keputusan ini pak, tapi Dennis tidak ingin melihat anak-anakku harus hidup bersedih terus karena merasakan kerinduan kepada kakek neneknya, aku sedih melihat hal itu Pak!" Imbuhnya Dennis.
"Apa boleh buat Dennis karena itu hak kalian untuk menentukan akan tinggal di sini selamanya atau balik ke tempat asal kalian di kota dan kami hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak atas sumbangsih kalian di desa kami ini," ujarnya Dennis yang raut wajahnya sendu.
Pak Sahir meneteskan air matanya dan dia langsung memeluk tubuh Pak Sahir yang ia sudah anggap seperti Ayahnya sendiri. Ibu Rita Marini pun yang ada di sana merasakan kesedihan bahkan ikut menangis dan hanyut dalam keadaan.
Berselang beberapa hari kemudian, hari minggu pun datang juga, Dennis Ritchie Valens Edgardo dan Dania Aulia Ramadhani sudah membereskan barang-barang yang akan mereka bawa selama diperjalanan.
Maka dari itu ada sekitar lima atau tujuh kuda yang mereka persiapkan. Andai saja ada kendaraan yang bisa mereka pakai tapi tidak ada yang cocok selain kuda karena medannya yang tidak mudah untuk dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.
Masyarakat desa merasakan kesedihan yang sama tak ada satu pun orang yang berada di sana tidak meneteskan air matanya saking sedihnya dengan kepulangannya Dennis dan keluarganya. Dennis dan Dania tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Desa Sukakarya Sukamaju.
__ADS_1
Karena telah menerima mereka dengan tangan terbuka bahkan memperlakukan mereka dengan sangat baik. Tangis haru pun pecah ketika rombongan yang mengantar Dennis bertolak ke kota. Sebelum keberangkatannya Dennis menyempatkan menyampaikan beberapa patah kata.
"Makasih banyak yang sebesarnya Aku ucapkan kepada kalian dan Maafkan saya yang tidak bisa menyebut nama kalian satu persatu. Berkat jasa kalianlah saya beserta keluargaku bisa hidup sampai sekarang dan saya Dennis Ritchie Valens Edgardo mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya, jika kami selama di sini melakukan kesalahan baik kami sengaja atau pun tidak, insya Allah jika Allah berkehendak kami akan datang berkunjung ke Desa ini lagi suatu hari nanti," ungkapnya Dennis.
Suasana haru jelas terlihat dari semua orang yang hadir di tempat itu. Setelah menyampaikan itu Dennis dan Dania menyalami masyarakat satu persatu. Dan Rombongan yang ikut mengantar Dennis kebanyakan anak muridnya sendiri yang ikut berlatih taekwondo selama ini. David dan Daniel sudah mempersiapkan segalanya untuk menjemput kepulangan Dennis.
Banyak sekali orang-orang yang merasa kecewa dan sedih dengan rencana kepulangan Dennis dengan anak dan istrinya itu. Tetapi mereka tidak bisa mencegah niatnya Dennis, karena bagaimana pun Dennis bukanlah penduduk asli desa tersebut yang setiap saat pasti akan kembali ke Kota.
Bahkan kesedihan itu dirasakan tanpa terkecuali masyarakat desa Sukarya, Suka maju, suka damai. Mereka memutuskan untuk mengutus beberapa orang untuk membantu perjalanan mereka.
Mereka diikut sertakan untuk mengjaga keamanan mereka karena kadang di dalam perjalanan mereka selama ini ada beberapa penyamun yang sering beraksi dan meresahkan masyarakat desa tersebut. itu lah sebabnya desa terisolasi dari dunia luar. Tapi, berkat kedatangan dan bantuan dari Dennis dan keluarganya semuanya sudah berubah.
__ADS_1