
"Icha, Fina... papa pamit pulang dulu sayang, insya Allah besok papa akan jemput kalian lagi kalau papa tidak sibuk," ujarnya Dennis di hadapan Mbak Aisyah langsung.
"Siap! papa hati-hati nyetir mobilnya," ujarnya Danisha seraya mencium punggung tangannya Dennis papanya.
Fina bergantian dengan kakaknya untuk salaman dengan papanya sebelum mereka berpisah.
"Assalamualaikum," tuturnya Dennis sebelum meninggalkan rumahnya Dania.
Dania merasa sangat bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan untuknya. Tanpa campur tangan Allah SWT pasti kehidupannya tidak akan sebahagia seperti sekarang ini.
Keesokan harinya, saat itu Dania baru selesai melaksanakan shalat subuh karena mendengar pintunya diketuk. Dania melihat ke arah jarum jam dindingnya dan ternyata baru pukul lima lewat lima belas menit.
"Siapakah? Pagi-pagi gini udah bunyikan bel, kalau Mbak Aisyah sepertinya tidak mungkin lagian jam segini juga belum berangkat ke pasar," cicitnya Dania.
Dania segera berjalan ke arah depan tanpa melepas dan membuka mukena nya terlebih dahulu. Ia berjalan buru-buru ke depan tanpa memperbaiki penampilannya hanya menutup Alquran.
Dania membuka pintunya tanpa ragu karena orang tersebut menekan bel nya tanpa hentinya. Dania terpana melihat betapa indahnya bunga-bunga itu sekaligus heran melihat begitu banyaknya buket bunga di depan rumahnya.
Dania mendapatkan bunga dan tidak tahu siapa pengirimnya. Di bunga itu tertulis inisial saja yaitu "D & D" kira-kira seperti itulah tulisannya. Bukan cuma satu macam bunga saja tapi lebih dari satu macam dan jenis bunga.
"MasyaAllah… bunganya cantik banget," pujinya Dania sembari menghirup wangi dari bunga mawar merah itu.
Dania mulai ragu dan bimbang untuk menerima bunga itu, tetapi Dania merasa kasihan kepada pengirimnya jika bunga itu ia buang dan berakhir di tong sampah.
Dania tak bosan-bosannya mencium wanginya bunga mawar tersebut sambil berucap, "Siapa yang mengirim bunga ini, mungkin orang yang beli bunga ini Sultan kali yang sudah kebingungan untuk mau apain uangnya atau jangan-jangan orangnya punya taman bunga,bisa jadi," lirihnya Dania yang celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang mengirimkannya setaman bunga.
Dania kemudian membawa bunga-bunga itu masuk ke dalam rumahnya. Dari jauh Dennis memperhatikan ke arah istrinya, ia merasa gembira karena Dania tidak membuang bunga-bunga yang ia beli khusus dan spesial untuk Dania seorang.
Dennis berniat akan mengirim setiap hari bunga seperti itu yang harum, cantik dan segar ke rumahnya Dania. Hal tersebut sebagai langkah awal untuk mendekati Istrinya.
"Mulai hari ini kamu akan mendapatkan kiriman bunga untuk istriku hanya istriku seorang!" Batinnya Dennis.
Dennis melajukan mobilnya karena tak ingin orang lain tahu apa yang telah dia lakukan. Dia sampai ke kantornya untuk pertama kalinya datang terlambat hal tersebut dikarenakan sibuk mengurus Icha yang demam karena kemarin Icha bermain hujan-hujanan.
Alhamdulillah Paman dan Bibinya datang berkunjung ke rumah Dania. Jadi ada yang membantu Mbak Aisyah dan dirinya untuk menjaga Danisha putri pertamanya. Dania sudah pergi ke apotik untuk membelikan obat penurun panas terlebih dahulu. Kalau tidak ada hubungan perubahan barulah ia bawa anaknya ke rumah sakit.
__ADS_1
"Maaf yah teman-teman aku terlambat soalnya Icha demam dan cukup tinggi," ujarnya Dania di hadapan sahabatnya itu.
"Jadi gimana sekarang keadaannya si kembar?" tanya Ririn.
"Syukur alhamdulillah sudah agak baikan sih tadi waktu aku tinggal makanya aku terlambat," imbuhnya Dania.
"Siapa yang jaga anak-anakmu kalau kamu kerja?" tanyanya Dea sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
Percakapan mereka tak sengaja didengar oleh seseorang dan parahnya orang itu salah satu orang yang tidak suka dengan kehadiran Dania di Perusahaan Iconic internasional Group.
"Ternyata kamu bukan cewek lagi melainkan janda, dapat berita bagus nih dan bersiaplah kamu akan jadi seleb dadakan semoga saja kamu dipecat!" Umpat orang itu sambil tersenyum penuh kelicikan.
Orang itu buru-buru meninggalkan ruangan divisi keuangan. Orang itu secepatnya menyebarkan informasi melalui grup chat yang ada di kantornya. Bahkan Hal itu menjadi trending topik panas dan membuat orang-orang heboh, menurut mereka, Dania itu masih gadis bukan janda.
Waktunya jam istirahat, para karyawan dan karyawati meninggalkan sejenak kesibukan mereka. Begitu dengan team Dania dan juga teman kerjanya. Mereka menuju kantin perusahaan. Tapi mereka belum mendudukkan bokongnya, mereka sudah banyak suara cibiran dan mereka tertawa terbahak-bahak ketika Dania berjalan beriringan melewati kumpulan mereka. Bahkan mereka saling memberi kode untuk memulai aksi mereka.
"Ada berita bagus dan pastinya berita ini sangat hot," teriaknya Jingga.
"Berita apaan sih, penasaran deh!" Sindirnya Pelita ikut menimpali.
"Kira-kira apa yah beritanya? Jadi penisirin saja," balasnya Bulan.
"Kalian tahu gak kalau di perusahaan kita ini ada yang ngaku masih gadis tapi ternyata seorang janda loh?" Teriaknya Jingga yang sengaja menekan perkataannya.
"Apa... dia pura-pura seakan terkejut mendengarnya," sahutnya Pelangi yang semakin memperkeruh suasana.
"itu tidak mungkin,kan semua karyawan menyetir CV mereka jadi pasti tidak akan ad yang berani manipulasi biodatanya, benar gak?" Cibirnya Bulan.
"Apa yang kamu katakan benar juga adanya," ketusnya Bulan.
"Kalau boleh tahu yang kamu maksudkan itu siapa yang kamu maksud, ayolah jujur gak usah terlalu panjang kali jelasinnya," dengusnya Pelita.
"Kalian mau tahu tidak siapa orangnya??" tatapan matanya beralih ke arah Dania dan teman-temannya.
Karena mereka merasa bukanlah urusan mereka jadi teman-temannya Delia cuek dan tetap menikmati makan siangnya. Tidak mendapat reaksi dari Dania membuat Ririn langsung berdiri dan berteriak di depan Dania.
__ADS_1
"Ini nih dia orang yang sok suci banget dan mengaku kalau dia masih cewek padahal sudah punya anak, tapi tanpa suami alias janda atau jangan-jangan hamil di luar nikah lagi!" Sarkasnya Jingga yang sengaja semakin memperbesar volume suaranya.
Hal tersebut membuat marah dan murka teman-temannya Dania terutama Dea dan Ririn. Bahkan Ririn sudah ingin berdiri untuk meladeni permainan mereka tapi Dania segera melarangnya.
"Ririn! jangan tak usah kalian hiraukan perkataan, selesaikan saja dulu makan siang kalian aku yang akan mengatasinya," cegahnya Dania.
Kejadian ini tak lepas dari pengamatan dan penglihatannya Dennis langsung. Dennis Ingin melihat reaksi dari Dania, kalau memang istrinya tidak mampu mengatasinya barulah beraksi.
Dania segera menyelesaikan makannya dan berdiri dan berjalan ke arah Jingga dan kawanannya.
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.
Syaratnya Wajib:
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..