
Reymon mengakhiri panggilan telephone nya dan Robby pun merasa sangat binggung sekali bagaimana dia menyampaikan kabar ini kepada Jackson.
Tapi Robby memang harus mengatakan semuanya kepada Jackson.
Robby masuk ke dalam ruangan dia pun menghampiri Jackson.
"Tuan Jackson, tadi saya menerima panggilan telephone dari Bapak Reymon Samuel. Dia bilang berkas-berkas penting milik perusahaan di ambil oleh penjahat dan sekarang Bapak Reymon sedang berada di kantor polisi untuk memberikan keterangan."
Jackson langsung membanting kan handphone nya.
"Lalu bagaimana dengan kondisi Papa sekarang,? Apakah Papa baik-baik saja."
Jackson begitu sangat hawatir sekali dengan kondisi Papa nya.
"Tadi saya dengar di telephone suara seperti baik-baik saja, tapi saya belum bisa memastikan karena belum melihat langsung."
Jackson merasa ada seseorang yang sedang mengincar keluarga nya.
"Apakah ini adalah perlakuan Bella lagi,? dia yang melakukan nya semua ini kepada Papa."
Jackson kembali berpikir negatif terhadap Bella.
__ADS_1
"Tapi saya rasa tidak mungkin Tuan, karena ibu Bella selalu menemani Nona Jessica. Dia tidak ada waktu untuk pergi ke mana-mana. Mungkin saja pelaku adalah pesaing bisnis perusahaan Bapak Reymon."
Jackson merasa sangat lelah sekali, ketika dia yang belum sembuh harus terjadi lagi permasalahan di keluarga nya.
"Yasudah, Robby pergi lah temui Papa. Aku akan menunggu kabar dari mu."
Robby pun segera pergi untuk menemui Reymon yang sedang berada di kantor polisi.
Bella yang sedang menyuapi Jessica pun harus terganggu dengan Handphone nya yang berdering.
"Sebentar yaa sayang."
Bella mengirimkan pesan kepada Ardika.
*Jangan telephone aku, aku tidak bisa berbicara bebas di rumah sakit. Aku sedang fokus mengurusi Jessica.*
Jessica melihat wajah Ibu nya yang begitu sangat serius sekali dengan handphone nya.
"Ibu sedang membaca pesan apasih, kok serius sekali seperti itu."
Jessica terus saja memandangi wajah Ibu nya.
__ADS_1
*Reymon sudah ku buat dia ketakutan, orang suruhan ku memecahkan kaca mobil Reymon dan memberhentikan paksa mobil nya. Dia mengambil berkas-berkas penting milik perusahaan dan ternyata itu adalah berkas untuk proyek bisnis yang sangat besar. Aku sudah membakar nya dan Reymon kehilangan proyek terbesar nya.*
*Astagaaaa, laku bagaimana jika perusahaan Reymon bangkrut aku tidak akan mendapatkan apapun dari harta kekayaan Reymon.*
*Aku hanya ingin membuat keluarga mereka ketakutan dan merasa jika keluarga nya sudah terancam.*
*Baiklah, terimakasih banyak. Mungkin dengan datang nya kabar ini membuat Jackson semakin tertekan dengan apa yang sudah terjadi dengan keluarga nya.*
Bella menghapus percakapan nya bersama dengan Ardika di handphone dia juga memilih untuk memasukkan handphone ke dalam tas nya.
Bella tersenyum kembali menghampiri Jessica.
"Ibu sangat serius sekali, ibu sedang mengirimkan pesan kepada siapa tadi?."
Wajah Jessica terlihat sangat penasaran sekali dengan Ibu nya.
Bella mencoba untuk tetap tenang ketika di tanya oleh Jessica.
"Begini Sayaaaaang, itu tadi Ibu sedang mengirimkan pesan kepada pengacara yang akan mendampingi kamu di persidangan nanti. Ibu ingin kamu bisa dengan cepat berpisah dengan Jackson karena sikap Jackson itu sudah tidak seperti manusia dia tidak memiliki perasaan."
Jessica pun merasa sangat tenang sekali ketika Ibu nya sudah menyiapkan pengacara untuk dirinya.
__ADS_1