Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (215)


__ADS_3

Lucas terus saja mencoba untuk menghubungi nomer handphone Annabella tapi tetap saja tidak ada jawaban nya.


"Aku tidak mungkin berlama-lama di sini, bisa membuat orang lain mencurigai ku. Aku berharap besar Annabella baik-baik saja berada di dalam Apartemen nya."


Lucas memilih untuk pergi dari Apartemen Annabella dia terpaksa karena tidak juga ada jawaban dari Annabella.


Lucas pun pergi begitu saja dan Annabella mulai tidak mendengar lagi suara bell berbunyi.


"Apakah itu pertanda sebuah bell kematian untuk ku, ahhhhh aku tidak mau itu semua terjadi kepada ku."


Annabella pun memberanikan diri berjalan menuju ke pintu utama, dia melihat dari cctv yang berada di belakang pintu.


"Tidak ada satu pun orang yang ada di luar dan itu tandanya orang itu sudah tiada."


Annabella melihat bucket bunga yang dia simpan di lantai, Annabella yang tidak menyentuh nya sama sekali.


Annabella begitu sangat penasaran sekali dengan bucket bunga mawar tersebut.

__ADS_1


"Apa yang dia sembunyikan di bucket bunga ini, terlihat tidak ada yang aneh dan juga tidak ada berbau busuk juga."


Annabella pun mulai mengambil bucket bunga tersebut, dan ternyata ketika Annabella mengambil bucket bunga mawar tersebut.


Keluarlah cacing-cacing kecil di tangkai bunga mawar tersebut, seketika Annabella pun langsung melemparkan bucket bunga mawar tersebut.


Dia melemparkan nya di lantai sehingga cacing-cacing kecil itu pun berantakan di lantai.


Annabella berteriak-teriak histeris dia memilih untuk pergi dari Apartemen tersebut.


Annabella menutup rapat pintu utama Apartemen nya, dia mencoba untuk mengatur nafas nya.


Annabella pun berlari ke luar dan beruntung nya Lucas yang belum pergi dari Apartemen tersebut.


Lucas melihat Annabella yang berlari sangat kencang sekali, Lucas pun langsung menghampiri Annabella.


Dia langsung memeluk erat tubuh Lucas dengan tangan yang bergetar hebat.

__ADS_1


"Annabella, kamu baik-baik saja kan. Kenapa kamu seperti ini tadi aku datang ke Apartemen kamu tapi tidak mau membukakan pintu untuk ku."


Annabella melepaskan pelukan erat dan dia mencoba untuk menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya.


"Bawa aku ke dalam mobil Lucas, aku merasa sangat lemas sekali."


Lucas membawa Annabella ke dalam mobil nya, dan Annabella pun mulai menceritakan semuanya kepada Lucas.


"Ini sudah tidak bisa di biarkan lagi, Ibu ku harus bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan. Teror misterius itu terus menghampiri ku membuat aku tidak nyaman dan ketakutan sekali."


Suara Annabella yang terdengar sangat bergetar sekali, Lucas pun mencoba untuk menenangkan Annabella.


"Kamu tenang yaa Annabella, sudah semalam ini ibu mu belum juga pulang?. Dia benar-benar tidak menghawatirkan kondisi mu Annabella."


Lucas berharap Annabella yang mau kembali bersama dengan Ayah nya dan ibu sambung nya yang jelas-jelas mereka berdua sangat baik sekali.


"Aku pun mulai tidak mengerti apa yang ada di pikiran ibu ku sekarang, dia memilih untuk bersenang-senang bersama dengan kekasih nya. Sedangkan aku di sini harus menanggung apa yang sudah dia perbuat sendiri."

__ADS_1


Annabella mulai merasakan rasa yang tidak nyaman ketika dia harus bersama dengan ibu nya yang memiliki banyak sekali permasalahan di hidup nya.


__ADS_2