
Annabella pun merasa sangat kecewa sekali dengan sikap ibu nya.
"Oh jadi sekarang ibu lebih percaya dengan kekasih nya dari pada anak sendiri, ibu lebih suka mengatakan rahasia itu kepada kekasih nya."
Annabella pun semakin yakin jika ibu nya memang memiliki masalah besar.
"Lebih baik aku pergi dari toko bunga ini, karena Lucas yang sudah terlalu baik kepada ku. Aku sangat malu sekali dengan kebaikan Lucas terhadap ku ini."
Annabella pun keluar dari ruangan pribadi Lucas tapi Lucas datang dengan makanan dan minuman di tangan nya.
"Masukkan kembali Annabella, dingin kan pikiran mu dengan minum ini."
Annabella pun kembali mudur dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Lucas aku berniat untuk pergi dari tempat ini, aku sudah sangat kesal sekali dengan sikap ibu ku yakin merahasiakan tentang apa yang sudah dia perbuat selama ini."
Annabella terlihat sangat emosional sekali tapi Lucas tidak akan mengijinkan Annabella untuk pergi dari nya.
Lucas menggenggam erat tangan Annabella.
"Aku mohon Annabella jangan pergi, tetap di sini bersama dengan ku."
__ADS_1
Genggaman tangan Lucas begitu sangat erat sekali dan Annabella sangat merasakan nya.
"Aku menghawatirkan mu, aku tidak mau permasalahan ibu mu dan kamu yang menjadi korban nya."
Lucas melepaskan genggaman tangan nya dan Annabella pun langsung tersenyum kepada Lucas.
"Terimakasih banyak Lucas kamu baik sekali kepada ku, aku tidak akan pernah melupakan nya."
Annabella dan Lucas menikmati makanan dan minuman di bawa nya, walaupun wajah Annabella yang memandangi Lucas dengan senyuman tetapi pikiran Annabella yang lebih memikirkan permasalahan ibu nya.
Di saat Annabella yang sedang memikirkan ibu nya, Bella mencoba untuk keluar dari Apartemen seperti yang sudah di siapkan oleh Ardika.
Bella harus menyakinkan jika dirinya yang masih berada di dalam Apartemen tersebut sendirian.
"Sampai saat ini aku belum merasakan kehadiran nya, tapi aku harus tetap harus berjalan menuju ke luar Apartemen sehingga dia bisa melihat keberadaan ku yang kembali ke sini."
Bella sampai duduk di depan kursi lantai satu dia pun seperti mulai melihat seorang yang memakai kemeja biru memakai kacamata hitam dan juga masker hitam.
"Apakah itu adalah orang yang sama, apakah banyak orang di belakang ini semua nya."
Bella pun lebih memilih untuk mengeluarkan handphone dia tidak mau jika orang itu mencurigai nya.
__ADS_1
Lelaki tersebut pun tiba-tiba saja langsung pergi dan Bella kehilangan jejak nya.
"Pergi ke mana dia yaa, Astaga aku kehilangan dia pergi ke mana."
Bella pun langsung pergi kembali ke Apartemen untuk langsung membicarakan tentang semua nya kepada Ardika.
Bella terlihat sangat terburu-buru sekali dia pun langsung terkejut ketika melihat lelaki tersebut yang sedang berada di depan pintu Apartemen nya.
"Astaga, benar saja. Dia adalah salah satu orang nya. Habislah kau jika sampai masuk ke dalam Apartemen ku."
Bella terus saja memandangi lelaki tersebut dan dia tidak ingin lelaki tersebut sampai pergi.
"Kenapa dia tidak juga masuk yaa, apakah dia tahu jika ada Ardika di dalam Apartemen itu."
Bella pun mengeluarkan handphone nya untuk memberitahu Ardika.
*Bersiaplah, lelaki itu ada di depan pintu Apartemen. Jangan sampai kamu yang memaksa nya untuk masuk ke dalam karena cctv yang ada di luar ruangan.*
Ardika yang membaca pesan dari Bella pun dia langsung menghampiri pintu tersebut dan melihat kebenaran.
"Ayolah masuk ke dalam aku akan menunggu kedatangan mu di kamar Bella."
__ADS_1
Ardika langsung pergi ke kamar Bella dengan pisau tajam di tangan nya.