
Bella dan Ardika merencanakan sesuatu untuk Jackson, mereka berdua pun lebih memilih untuk membicarakan hal ini di dalam Apartemen nya.
Bella melemparkan kunci mobil nya, dia terlihat sangat marah sekali dengan Jackson.
"Jackson bener-bener membuat aku emosional, kenapa dia masih hidup jika dia hanya membuat Jessica seperti ini."
Ardika mencoba untuk menenangkan Bella.
"Bella kamu tenang saja yaa, kita pasti bisa membalas dendam kita kepada Jackson lebih sakit dari yang Jessica rasakan."
Bella memandangi wajah di depan cermin.
"Apakah Jackson mengetahui jika aku adalah ibu kandung Jessica, wajah ku dan Jessica yang terlihat mirip atau Jackson yang mencari tahu semua nya."
Bella merasa sangat binggung sekali apa yang membuat Jackson memilih untuk berpisah dengan Jessica.
"Ya, aku rasa seperti nya memang ada permasalahan yang membuat Jackson menjadi membenci Jessica. Bukan kah sebelum nya Jackson itu sangat mencintai Jessica."
Bella pun mengambil tas nya dan dia mengeluarkan gunting dari tas nya.
__ADS_1
Ardika sangat terkejut sekali ketika melihat Bella yang memegang gunting.
"Aku menghabisi nyawa Sesilia dengan gunting ini di kamar mandi di kamar nya, apakah aku juga harus menghabisi nyawa Jackson dengan gunting yang sama."
Ardika langsung mengambil gunting tersebut.
"Lebih baik kamu membuat Jackson menderita dari pada harus menghabisi nyawa nya. Jangan lakukan hal bodoh untuk ke dua kali nya Bella."
Bella merasa sangat kebingungan sekali apa yang harus dia lakukan sekarang.
"Bella lebih baik kamu diam di rumah saja, jangan sampai kamu keluar dari rumah itu. Apalagi ketika nanti Jackson pulang dari Rumah Sakit."
"Bella kamu harus ada di samping Jessica, apalagi ketika nanti kamu datang bersama dengan Reymon dan Jackson ke rumah Jessica untuk memulangkan Jessica ke orang tua nya kembali. Kamu sekarang harus fokus dengan Jessica bukan untuk memikirkan balasan dendam kepada Jackson. Jackson itu adalah urusan ku bukan lagi urusan mu."
Bella pun sangat meneteskan air mata nya.
"Aku hanya bisa bersama dengan Jessica selama satu bulan saja dan dia harus kembali ke Ayah nya. Aku berniat untuk membahagiakan Jessica, aku ingin menjadi kan Jessica itu seperti seorang ratu tapi kenyataan kenapa harus seperti ini."
Bella memeluk erat Ardika dan Ardika pun begitu sangat memikirkan Jessica.
__ADS_1
"Sudah yaa, sekarang lebih baik kamu kembali ke Rumah Sakit saja yaa. Kamu temani Jessi dia sangat butuh kamu di samping nya."
Bella mengusap air mata nya dan dia pun bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit kembali.
"Aku pergi dulu yaa, simpan gunting itu baik-baik yaa dan jangan sampai ada seorang yang mengetahui kita berdua di sini."
Bella pun pergi dari Apartemen nya, dia memilih untuk mempercayakan semua kepada Ardika.
Ardika pun mengambil handphone nya dia memerintahkan sesuatu kepada anak buah nya.
Ardika pun tersenyum manis sambil memegang handphone ketika dia sudah memberi perintah.
Bella masuk ke dalam mobil nya, dan dia pun mulai mengendarai mobil nya.
Bella merasa kurang konsentrasi mengendarai mobil nya dia terus saja mencoba untuk fokus.
Sampai akhirnya Bella sampai di Rumah Sakit.
Bella memilih untuk melihat kondisi Jackson terlebih dahulu dia tidak masuk ke dalam dia hanya melihat dari kaca pintu.
__ADS_1