
Annabella menarik tangan Robby dan Robby pun langsung memandangi wajah Annabella.
"Kamu akan membawa ku mana,? kamu akan membawa aku pergi jauh?."
Annabella melepaskan genggaman tangan dan Robby pun mulai bicara kepada Annabella.
"Kita pergi ke suatu tempat yang mungkin akan membongkar rahasia nya selama ini tidak kita ketahui."
Annabella semakin penasaran dan Robby masuk kembali ke dalam mobil nya.
Annabella memilih untuk kembali ke dalam kamar nya dengan membawa bunga pink yang di bawa oleh Robby.
"Ini tidak seperti biasa nya, Robby tidak pernah bersikap seperti ini dengan ku."
Annabella membuka pintu kamar nya dan mengunci kembali kamar nya.
Elsha keluar dari kamar nya dia mengetahui Annabella yang keluar dari kamar nya.
"Annabella sudah bertemu dengan siapa ya,? apakah dia yang sudah bertemu dengan Lucas Andrean."
Elsha pun mencoba untuk mencari keberadaan Mbak Asmirah di dapur dan menanyakan nya.
__ADS_1
Mbak Asmirah tidak tahu dia hanya bilang lelaki tersebut bukan Lucas tapi dia memberikan bunga untuk Annabella.
"Siapa lelaki itu tidak mungkin Jackson, jika Jackson akan terdengar suara Annabella yang sangat kencang sekali berteriak-teriak kencang."
Elsha pun memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar nya tapi dia membuka sedikit pintu kamar nya, agar bisa melihat Annabella.
Annabella termenung di dalam kamar dia mencoba untuk menelephone ibu nya tapi Bella tidak berani menjawab pertanyaan Annabella karena dia dan Ardika yang sedang merencanakan sesuatu kembali.
Bella terlihat diam ketika Handphone nya berdering kencang berkali-kali.
"Bella, kenapa kamu membiarkan panggilan telephone itu berdering kencang berkali-kali. Itu pasti panggilan telephone dari Annabella kenapa kamu tidak menjawab panggilan telephone itu."
"Tidak aku tidak ingin berbicara dengan Annabella, ketika aku yang akan melakukan hal yang sangat menyakitkan sekali."
Ardika merasa Bella yang begitu sangat ketakutan sekali dengan rencana yang sudah mereka rencanakan.
"Bella, kita sudah pernah melakukan nya. Dan kita berdua akan bermain dengan sangat cantik sekali kita akan langsung pergi meninggalkan Apartemen ini. Yang pasti apa yang sudah di lakukan bisa membalas dendam kita."
Ardika memegang tangan Bella seperti menyakinkan kepada wanita yang dia cintai.
"Ini tidak akan membahayakan kita berdua, kita tidak meninggalkan barang bukti ataupun sidik jari kita. Kita akan aman dari kasus ini percaya kepada ku Bella."
__ADS_1
Hati Bella seperti berubah ketika dia yang sudah dekat dengan Annabella, Bella merasa sangat ketakutan sekali jika sampai dia harus kehilangan waktu bersama dengan Annabella.
Bella memikirkan bagaimana jika sampai dia di penjara dia akan mencoret nama baik Annabella yang seorang bintang entertainment.
Bella tidak bisa kembali ke dunia entertainment nya.
"Ardika kenapa aku tiba-tiba saja sangat lemas sekali yaa, aku seperti melayang dan tidak mempunyai tenaga untuk berjalan."
Ardika memeluk erat tubuh Bella dan Bella pun menangis di pelukan Ardika.
"Bella kamu tidak boleh lemah seperti ini, kamu adalah wanita yang sangat kuat sekali Bella. Ingat kita sudah di permainkan oleh seorang yang tidak kita kenal, mereka dengan tega nya meneror dan membuat kamu sangat ketakutan sekali."
Seketika Bella pun langsung mengingat ketika dirinya yang hampir saja di habis nyawa nya.
"Pilihan nya hanya ada dua, jika kita bukan kita yang menghabisi nyawa mereka atau nyawa kita berdua yang akan di habisin oleh mereka. Itu adalah pilihan yang sangat kejam sekali dan kita harus bersikap lebih cepat dari mereka.".
Ardika pun melepaskan pelukan erat nya dan membuat Bella terdiam dan mulai berpikir.
"Ya, itu memang sebuah pilihan. Aku memang harus bisa kuat untuk melakukan nya kembali, karena aku tidak mau Annabella melihat nyawa ibu nya yang hilang oleh seorang yang melakukan pelecehan terhadap dirinya. Setidaknya jika aku membuat dia lenyap dari pandangan ku untuk selamanya, hidup Annabella pun akan tenang dari bahaya-bahaya yang mengintai nya."
Bella mengepalkan tangannya dengan penuh emosional sekali.
__ADS_1