Cinta Untuk Anabella

Cinta Untuk Anabella
Episode (228)


__ADS_3

Annabella melepaskan genggaman tangan erat dari Ayah nya.


"Tolong lepaskan Ayah, aku ingin masuk ke dalam kamar."


Rendy melepaskan genggaman tangan nya dan Annabella pun langsung berlari ke kamar nya, Annabella menutup rapat pintu kamar.


"Bagaimana ini yaa,? apakah memang apa yang di lakukan oleh ibu harus terbongkar semua. Maafkan aku ibu aku tidak bisa melindungi mu."


Annabella memandangi wajah nya di cermin dan apakah dia akan tega melihat kondisi seperti ini.


***


Elsha menuju ke rumah Jackson dia berharap Jackson ada di rumah nya.


"Maafkan aku Bella, dari awal aku sangat mencurigakan mu tapi aku menutupi nya dan menurut aku lukisan ini adalah orang yang membuat Annabella seperti ini."


Elsha pun sampai di depan gerbang rumah Jackson dia pun turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke pintu utama.


Elsha melihat tidak ada siapapun di rumah nya yang tampak sangat sepi sekali, tapi Elsha mendengar ada suara mobil masuk dan dia berharap itu adalah mobil Jackson.


Elsha membalikkan badannya dia melihat siapa yang akan turun dari mobil mewah itu dan ternyata itu adalah Jackson dan Robby.


Jackson dan Robby turun dari mobil nya mereka berdua sangat terkejut sekali ketika melihat Elsha.


"Ibu Elsha, pasti ada sesuatu dia sampai berada di sini."


Jackson pun langsung menghampiri Elsha, dan Robby mengikuti nya dari belakang.


"Jackson ada yang ingin ibu bicarakan dengan kamu tapi ini sangat penting sekali, seperti nya ibu minta ruangan pribadi."


Jackson pun langsung membawa Elsha ke ruangan pribadi keluarga nya, dia menutup rapat pintu tersebut dan kebetulan Papa nya yang masih berada di kantor.


"Silahkan duduk Buu, ceritakan dengan tenang yaa."


Elsha pun duduk berhadapan dengan Jackson dan juga Robby.


Elsha memberikan kertas lukisan tersebut kepada Jackson dan Jackson pun langsung mengambil nya.


"Lukisan siapa ini Buu, seperti nya aku tidak pernah melihat nya sebelum nya."


Jackson dan Robby pun memperhatikan lukisan tersebut.

__ADS_1


"Wajah nya mirip dengan orang yang sering mendampingi Bu Bella dan Ardika, dia ada di saat Bu Bella dan Ardika berlari menuju ke tempat kejadian."


Jackson menatap wajah Robby yang seperti mengetahui orang tersebut.


"Ibu mendapatkan lukisan ini di laci meja belajar Annabella, dan Annabella begitu sangat ketakutan sekali ketika kertas tersebut ibu ambil. Ibu sangat mencurigai sekali jika lelaki ini yang melecehkan Annabella."


Mendengar perkataan Bu Elsha, Jackson pun langsung berpikir.


"Jika ini adalah lukisan orang yang melakukan itu dengan Annabella. Lalu kenapa Annabella melindungi nya dia seharusnya melaporkan langsung kepada polisi."


Robby pun terdiam ketika mendengar perkataan Jackson.


"Ibu merasa Annabella melindungi ibu nya, dan ibu rasa ada sesuatu di balik ini semua nya. Antara Annabella dan juga Bella ibu nya."


Jackson merasa Elsha yang sudah mulai menyadari kejahatan Bella dia pun merasa sangat ingin membantu Elsha.


"Sejak hadirnya perempuan itu di rumah ini, aku sangat tidak suka dengan nya. Karena dia pernah berbuat sesuatu yang tidak bisa aku maafkan sampai akhir hidup ku."


Elsha melihat wajah dendam yang mendalam Jackson kepada Bella.


"Apa yang Bella lakukan,? dia sampai menyakiti mu seperti ini Jackson?."


"Maafkan aku Bu, aku tidak bisa mengatakan nya sekarang. Karena aku yang tidak punya bukti yang kuat untuk membuktikan, jika aku mempunyai bukti yang kuat mungkin Bella Renata sudah masuk ke dalam penjara."


Elsha semakin merasa jika Bella benar-benar bukan orang baik.


"Beruntung lah sekarang Annabella yang tinggal bersama dengan ibu, karena sikap Annabella pun menjadi berubah ketika dia tinggal bersama dengan ibu nya."


Jackson pun mengambil kertas putih lukisan Annabella tersebut.


"Bu, aku simpan yaa lukisan ini. Aku pasti akan mencari tahu tentang apa yang di pernah di lakukan oleh Bella dan Ardika kekasih baru nya itu."


Elsha pun memilih untuk mengikuti apa yang di katakan oleh Jackson.


"Baiklah Jackson, mungkin hanya itu saja yang bisa ibu bicarakan yaa. Ibu harus segera pergi yaa."


Elsha bersiap-siap untuk pergi tapi Jackson memegang tangan Elsha.


"Apakah ibu Elsha mengetahui di mana Apartemen Bella,? beritahu kepada ku sekarang juga."


Elsha yang belum pernah pergi ke Apartemennya Bella tapi Elsha mengetahui alamat nya.

__ADS_1


Elsha menulis di kertas alamat Apartemen tersebut untuk Jackson.


"Ini adalah alamat nya, kamu ingin pergi ke sana. Hati-hati yaa semoga kamu selalu baik-baik saja."


Elsha merasa sangat hawatir sekali ketika Jackson yang akan pergi ke Apartemen itu.


"Iya Buu, aku pergi bersama dengan Robby aku tidak akan pernah pergi sendiri. Karena aku tahu licik nya Bella."


Elsha pun tersenyum manis kepada Jackson dan dia pun langsung pergi dari ruangan tersebut.


Elsha berjalan menuju ke pintu keluar tapi pandangan mata nya tertuju pada kamar di sudut.


"Jackson itu kamar siapa ya,? apakah itu adalah kamar mu bersama dengan Annabella waktu kalian berdua menikah."


Kamar yang di tunjuk oleh Elsha adalah kamar Almarhum Mama nya dan Jackson pun tersenyum tipis.


"Itu adalah kamar Almarhum Mama ku ketika dia bersama dengan Papa ku, tapi dari semenjak Mama meninggal kamar itu kosong dan ketika aku menikah dengan Annabella. Kira yang tidur di kamar itu."


Elsha merasa sesuatu yang berbeda dengan kamar tersebut, seperti bukan kamar seperti biasa nya.


"Baiklah Jackson, ibu pulang dulu ya. Kamu hati-hati yaa dan semoga segera mendapatkan hasil yang sempurna."


Jackson bersalaman dengan Elsha, dan Elsha pun langsung berjalan menuju ke mobil nya.


Elsha melambaikan tangan nya ketika dia akan masuk ke dalam mobil.


Lambaian tangan Elsha pun di balas manis oleh Jackson.


Melihat mobil Elsha yang sudah keluar dari gerbang, Jackson pun langsung berbicara dengan Robby.


"Ini semakin mempermudah pencarian kita, untuk mereka berdua. Kita harus mendatangi Apartemen itu walaupun mungkin dengan cara yang baik-baik."


Jackson berniat untuk datang ke Apartemen Bella bersama dengan Robby.


"Tuan bagaimana jika Ardika pun ada di Apartemen itu, ini sangat menarik sekali Tuan di samping kasus ibu Bella yang sudah membunuh ibu Sesilia dan saya rasa ada banyak permasalahan kembali di kehidupan nya."


Jackson merasa sangat setuju sekali dengan perkataan Robby.


"Benar itu Robby, dia pasti sekarang sedang banyak permasalahan dan itu akan mempermudah kita untuk bisa bertanya-tanya tentang lukisan ini kepada mereka."


Jackson memilih untuk memperbanyak lembaran lukisan tersebut karena dia yang akan menyimpan kertas yang asli untuk dirinya nanti di kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2